
Astrantia adalah kerajaan yang sudah berdiri selama beratus-ratus tahun lamanya, pertikaian dengan negara lain, peperangan, perluasan wilayah sudah menjadi hal yang lumrah terjadi.
Kini Astrantia tengah berperang dengan salah satu negara kecil yang berada di selatan, peperangan tersebut merupakan bentuk perlawanan akan wilayah yang di perebutkan.
Astrantia yang memiliki sejumlah kesatria yang hebat tidak pernah gentar dengan peperangan, di pimpin oleh Duke Amaryllis Dan pasukan nya Astrantia selalu pulang membawa Kemenangan.
Setelah peperangan tersebut berlangsung beberapa lama akhirnya putra mahkota, Duke Amaryllis Dan para kesatria membawa pulang kemenangan di tangan nya.
Suasana riuh nan sibuk memenuhi seisi istana juga ibu kota, para warga menyiapkan parade penyambutan untuk para kesatria yang telah berjasa dalam perang.
Sementara istana sibuk menyiapkan pesta kemenangan yang akan di hadiri para bangsawan kelas atas, sebagai seorang putri mahkota kali ini Althea di tunjuk untuk menggantikan mendiang ratu menjadi penanggung jawab acara.
Semua Persiapan di lakukan nya dengan sangat teliti dan apik, tak ada satu hal pun yang terlewatkan.
Hanya tinggal menunggu waktu sampai putra mahkota Alvaro dan pasukan nya sampai, namun entah kenapa hati Althea merasa tidak nyaman ada sesuatu yang mengganjal Althea sendiri pun tidak tau apa itu.
Althea menatap nanar bulan yang separuhnya di tutupi oleh awan, mata nya perlahan bersinar Semerah darah, tangan nya mengepal berusaha menahan agar kekuatan nya tidak keluar.
Althea mengedipkan mata nya dan perlahan sinar merah itu sirna dan kembali menjadi permata berkilau ungu.
pagi pun datang di tandai sinar mentari yang perlahan menerobos masuk di balik celah-celah tirai.
meski masih begitu pagi Althea sudah sibuk dengan segala persiapan terakhir sebelum upacara penyambutan berlangsung.
"yang mulia putri persiapan hidangan, aula dan penjagaan semuanya sudah siap lebih baik sekarang yang mulia istirahat untuk acara nanti siang, yang di sini serah kan saja pada saya," ucap Lucas sekertaris pribadi Althea yang juga seorang yang mewarisi gelar count krisantia.
"kurasa juga lebih baik begitu, tolong ya Lucas." setelah mengatakannya Althea pergi menuju kamarnya, ia mendudukan dirinya di sofa mata Althea tertuju pada sebuah kotak.
Althea tersenyum tipis melihat kotak hadiah yang ia siap kan untuk Alvaro kotak tersebut berisi sebuah sapu tangan yang Althea sulam sendiri meski tau hadiah yang ia siapkan tidak seberapa namun Althea menyiapkan nya dengan sepenuh hati berharap hubungan nya dengan Alvaro sedikit membaik.
"andai aku bisa jujur padamu, andai aku hanyalah seorang gadis biasa mungkin hubungan kita tidak akan berakhir seperti ini," ucap althea dalam hati.
__ADS_1
ingin rasanya ia menangis ingin rasanya air mata itu menerobos keluar ingin rasanya althea merasakan tepukan hangat yang mengatakan semua nya akan baik-baik saja ya andai ia hanya seorang gadis biasa.
kini Althea sedang menunggu kedatangan Alvaro dipintu utama istana, jika boleh jujur althea menantikan nya menantikan kedatangan seseorang yang sangat penting dalam hidup nya menantikan kedatangan seseorang yang menjadi cinta pertamanya.
tak lama althea menunggu kereta kuda yang membawa Alvaro telah sampai di depan pintu istana.
Alvaro turun dari kereta kuda si sambut riuh oleh seluruh orang yang ada di sana, namun ada yang aneh dari kereta yang sama alvaro mengulurkan tangan nya dan disambut oleh seseorang.
seorang gadis berambut dan bermata hitam, paras nya yangcantik kulit yang yang seputih susu mata nya yang sedikit sipit menarik perhatian semua orang.
satu persatu orang mulai berdesas desus mengenai hubungan gadis tersebut dengan putra mahkota mereka, juga mengenai hubungan Alvaro dan Althea yang dikabarkan tidak baik.
tangan Althea mengepal rasanya ia sangat marah sedih kecewa bercampur aduk melihat Alvaro bisa tersenyum semanis itu pada gadis lain.
Upacara pun di mulai, Althea masih memperhatikan Alvaro dan gadis itu ia tau tidak sepantasnya ia mengharapkan cinta Alvaro, Althea sudah banyak mengecewakan dan membuat Alvaro salah paham terhadap nya namun tetap saja ini terlalu menyakitkan.
Matahari pun kini sudah terbenam Althea berada di kamar nya bersiap-siap untuk hadir di pesta sebagai penanggung jawab acara.
Makeup tipis yang menonjolkan kecantikan nya, menjadi pelengkap yang sempurna untuk penampilan nya hari ini.
Dengan anggun Althea memasuki aula pesta, beberapa bangsawan memuji kecantikan nya ada juga yang merasa iri bahkan ada juga yang mengatakan Althea berbagai macam gosip tentang Althea.
Althea menyapa sang raja yang juga merupakan ayah dari Alvaro sekaligus calon mertua nya.
"Semakin hari kamu semakin mirip dengan ayah mu ya, padahal sewaktu kecil kamu sangat menggemaskan putri," ucap sang raja setelah melihat Althea, bagi nya Althea sudah seperti putri nya sendiri mengingat mendiang istrinya yang merawat Althea sedari kecil.
"Putra mahkota Alvaro saffron De Astrantia memasuki ruangan!" Seru pengawal dari depan pintu masuk aula pesta.
Alvaro berjalan memasuki aula semua orang berbisik-bisik mengenai gadis yang sekarang tengah di gandeng oleh Alvaro, ada yang mengatakan mereka terlihat serasi ada yang bertanya siapa gadis itu dan masih banyak lagi.
Alvaro dan gadis tersebut mendekati singgasana tempat raja dan Althea kini duduk, dengan hormat kedua nya memberi salam pada raja.
__ADS_1
"Putra mahkota bisa kamu perkenalkan siapa gadis ini?" Ucap raja sedikit tidak senang dengan gadis berambut hitam itu.
"Yang mulia perkenalkan, dia adalah Irene gadis yang kutemui dalam perjalanan pulang juga kekasihku." Semua orang riuh saat mendengar pernyataan Alvaro bagaimana bisa seorang putra mahkota dengan terang-terangan memperkenalkan kekasih nya di hadapan putri mahkota.
Mungkin di kerajaan lain seorang raja memiliki beberapa selir adalah hal yang lumrah, namun di Astrantia selir adalah aib kerajaan.
Lalu bagaimana bisa seorang putra mahkota berlaku seperti itu saat ia sudah punya tunangan yang telah di tetapkan.
"Apa-apaan ini putra mahkota!!" Teriak Raja tak terima bagaimana bisa putra nya melakukan hal tidak terhormat seperti itu?!
"Ku rasa aku tidak melakukan kesalahan yang mulia, aku dan putri Duke Amaryllis belum menikah jadi bukan kah aku punya hak untuk menentukan siapa yang akan aku nikahi?" Perkataan Alvaro membuat seluruh ruangan bergemuruh, pesta yang awal nya di penuhi kebahagiaan kini menjadi tak terkendali dengan banyak nya tanggapan yang berbeda.
Namun Althea yang kala itu duduk di singgasana nya terdiam, berkali-kali ia mengedipkan matanya yang terasa akan berubah warna kapan saja.
Alvaro melirik kearah Althea dengan tatapan tajam nya, ia kesal dengan reaksi Althea yang terlihat tenang-tenang saja, memang benar gadis itu tidak punya hati bahkan untuk menentang pun ia tidak bisa.
Di dalam hati nya Althea perasaan marah, sedih, kecewa bercampur menjadi satu namun ia hanya bisa menahan nya ia tidak bisa bertindak hanya dengan mendengarkan hati.
Perasaan pribadi nya harus ia singkirkan, setidaknya agar ia tidak menyakiti Alvaro lebih dalam lagi.
"Ibu, aku harus bagaimana?"
....
halo semuaaaa, maaf ya aku update nya lama hehe, aku akan berusaha untuk update lebih sering lagi.
yuk vote dan like dan komentar biar aku lebih semangat lagi!
selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan...
-Ran.nace
__ADS_1