
Sudah seminggu setelah pesta hari itu, Alvaro masih keras kepala menjadikan Irene sebagai istri nya meski banyak pihak yang menolak.
Saat pertama kali melihat Irene berjalan diatas danau Alvaro teringat akan legenda tentang seorang wanita misterius yang akan muncul di masa depan.
Wanita tersebut memiliki kekuatan yang bisa membangkitkan Astrantia menuju masa jaya nya.
"Alvaro aku tidak yakin bisa menang dari wanita itu," ucap Irene memandang Alvaro sedih, mungkin karena Alvaro adalah orang yang di temui nya pertama kali di dunia ini Irene menjadikan Alvaro sebagai sandaran nya.
"Akulah yang memutuskan dengan siapa aku menikah, Altheana hanya gadis yang di besar kan ibuku, wanita kejam itu bahkan tidak menangis saat ibuku meninggal." Alvaro mengepalkan tangannya mengingat saat-saat menyakitkan itu.
Ada kalanya saat ia menyukai dan melihat Althea sebagai seorang gadis namun setelah beberapa kali kecewa akan sikap Althea, Alvaro memilih untuk membenci nya.
"Aku mencintaimu," kata Irene seraya menatap intens mata Alvaro.
Saat menatap mata Irene entah kenapa Alvaro membayangkan sebuah permata yang memiliki warna yang sama dengan mata Althea.
...
Irene berjalan-jalan di temani beberapa pelayan di belakang nya, meski sedikit tidak nyaman dengan itu namun ia tidak bisa menentang kehendak Alvaro.
Irene berjalan menelusuri sebuah taman yang di penuhi berbagai macam bunga dan tanaman hias lain nya.
Semakin jauh ia berjalan sebuah tempat penuh dengan bunga mawar berwarna biru terlihat sangat jelas menampilkan keindahan yang luar biasa.
Bunga-bunga itu bagai permata yang berkilau, cahaya matahari yang menyinari bunga tersebut seakan-akan membagi cahayanya pada bunga berwarna biru itu.
Di taman itu tidak hanya ada bunga namun, di sana terdapat sebuah kolam dengan jembatan berwarna perak juga sebuah tempat persinggahan indah yang berada di ujung nya.
Irene tertegun melihat sosok berambut perak dengan gaun cantik yang sedang duduk termenung di ujung jembatan, di temani beberapa hewan seperti kelinci dan burung yang entah bagaimana bisa dekat dengan wanita itu.
Padahal yang Irene tau putri Duke Amaryllis Itu adalah seorang wanita kejam yang tidak punya hati dan memiliki aura gelap juga tajam yang membuat orang lain enggan berada di dekat nya.
"Ini kawasan yang tidak bisa di masuki sembarangan orang nona," ucap Althea dingin tanpa melihat kearah Irene.
Althea mulai mendekati Irene dengan anggun nya ia berjalan melewati jembatan dengan gaun yang mengembang saat ia melangkah.
Sesaat Irene terkagum-kagum bagaimana bisa seseorang berjalan dengan begitu anggun, mungkin jika Althea berada di dunia nya ia sudah menjadi Miss world.
"Boleh aku berbicara dengan mu?" Tanya Irene takut.
"Memang ada yang melarang?" Balas Althea balik bertanya, Irene terkekeh dan menggandeng tangan Althea untuk kembali ke tempat Althea duduk tadi.
__ADS_1
Pelayan yang ada di belakang Irene panik bagaimana jika tiba-tiba Althea menyerang Irene? Mereka semua bisa mati kalau Irene terluka.
"Sebenarnya aku penasaran dengan mu, bagaimana kamu bisa bersama putra mahkota?" Tanya Althea serius.
"Kami bertemu saat aku terjatuh ke dunia ini, mungkin kamu akan menganggap aku gila tapi aku bukan berasal dari dunia ini," ucap Irene menatap kosong langit di depan nya.
"Kamu bukan terlihat seperti orang yang berbohong, jadi aku percaya padamu." Althea menatap datar bunga-bunga yang ada di depan nya.
....
*flashback
didalam keramaian kota seoul saat itu seorang gadis sma dengan seragam sekolah lengkap tengah menikmati waktu nya bersama teman-teman sepantaran nya.
di hari cerah nan terik itu, di temani nuansa manis dari bunga sakura yang bermekaran canda tawa terdengar merdu melengkapi kebahagiaan kecil mereka.
"sebelum pergi foto bareng dulu yuk," ucap seorang gadis diantara mereka.
mereka pun berpose di pinggir danau, setelah selesai mereka membubarkan diri.
tiba-tiba ada seseorang yang berlari kearah mereka lebih tepat nya mengarah pada irene, seorang berhoodie hitam itu dengan cepat menusuk irene dengan pisau yang ia bawa dan mendorong irene sampai jatuh ke danau.
irene berpikir mungkin dirinya sudah mati namun takdir berkata lain saat cahaya yang menyilaukan mengaburkan pandangan matanya, saat ia membuka mata hal yang pertama kali ia lihat adalah seorang laki-laki tampan berambut pirang.
.....
*back now.
"putri boleh aku tanya sesuatu?" kata Irene, Althea tersenyum tipis.
"meskipun aku mencintainya, namun aku tidak bisa merubah hatinya dan aku juga tidak pernah sekali untuk berniat untuk itu." Irene memandang Althea kesal bagaimana seorang wanita bisa berkata begitu?
bagaimana bisa ia tidak menginginkan hati orang yang di cintai nya apa benar ada orang seperti itu, mungkin Alvaro benar Althea bahkan tidak punya hati untuk mencintai.
irene berjalan menuju kamarnya dengan banyak hal yang ada dipikiran nya, ia benar-benar tidak habis pikir dengan yang dialaminya beberapa waktu ini, mulai dari jatuh ke dunia lain, bertemu dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada seseorang dan lagi seseorang itu telah memiliki calon istri.
apa ia bisa hidup di sini bagaimana dengan masa depan nya apakah ia akan menjadi ratu? atau ia hanya akan menjadi kekasih alvaro di novel yang ia baca saat masih di dunia nya ia mengetahui bahwa seorang raja memiliki selir adalah suatu hal yang wajar masalah nya apa bisa ia melihat alvaro dengan wanita lain.
ah sudahlah semakin di pikirkan semakin tidak ada habisnya, tapi mungkin ia sedikit beruntung dengan sikap althea yang seperti itu membuat alvaro tidak tertarik padanya, jika tidak mungkin sekarang hidupnya sudah sengsara sejak menginjakkan kaki di istana ini.
"Rene kamu sedang apa?" tanya Alvaro yang melihat irene sedari tadi termenung di depan kamarnya.
__ADS_1
"ah tidak aku hanya ingin masuk kekamar," ucap Irene yang terbebas dari lamunannya.
"ku dengar kamu baru saja bertemu Altheana apa dia melakukan atau mengatakan sesuatu yang buruk pada mu?" tanya Alvaro khawatir.
"tidak, tapi kurasa kamu benar wanita itu tidak punya hati." Alvaro terdiam sesaat, tangan nya mengepal raut wajahnya tampak dipenuhi amarah.
"Rene kamu istirahatlah aku masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan." Alvaro mengecup pelan kening Irene dan meninggalkan irene yang kini sudah masuk ke dalam kamarnya.
Alvaro melangkahkan kaki nya menuju ruang kerja althea, sesampai nya diruang kerja althea alvaro masuk tanpa mengetuk pintu ia langsung saja menerobos.
"Lucas keluarlah," titah Alvaro dengan nada dinginnya.
Althea yang tengah serius dengan pekerjaan nya terusik oleh kehadiran alvaro, alvaro mengunci pintu ruang kerja althea, membuat sang pemilik bertanya-tanya ada apa dengan orang yang bahkan hampir tidak pernah mencari nya selama ini.
"kamu bisa memanggilku jika ada urusan, kenapa sampai repot-repot datang kesini?" kata althea seraya bangkit dari duduk nya.
"aku benci basa-basi mu Thea," ucap alvaro dengan tatapan tajam dan nada yang dingin.
"apa maksud-"
"jika kamu melukai irene seujung rambut pun, aku tidak akan segan untuk menghancurkan kamu dan keluargamu." Althea menatap Alvaro dengan tatapan tidak percaya.
"kamu mengancam ku?" tanya Althea dingin.
"aku hanya ingin kamu tau, setelah Irene mengantikan posisimu kamu hanya sekedar putri duke yang kejam, kamu tidak punya kuasa apapun dan jangan lupa kamu tidak punya Ibu dan Duchess yang bisa mendukungmu." hati Althea tercabik-cabik mendengan ucapan alvaro rasanya benar-benar menyakitkan.
"cukup," gumam Althea lirih seraya berusaha menyembunyikan matanya yang mulai berubah warna.
"Duchess akan menyesal telah melahirkan mu dan Ibu akan sangat menyesal telah membesarkan iblis sepertimu."
"JAGA BATASANMU ALVARO!!!" teriak Althea tak terima.
Althea yang tersadar matanya menyala memalingkan wajah nya dan membelakangi Alvaro.
"pergilah, kamu boleh membunuhku jika melihat aku melukainya."
......
holaaa semua apa kabar nya nih, maaf ya aku updated nya lama banget hehe aku akan berusaha untuk updated secepatnya.
jika kalian suka please click like, vote, share dan coment karna dukungan kalian adalah semangat terbesar buat aku.
__ADS_1
see you next time
-Ran.nace