Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
2. mawar biru yang berharga


__ADS_3

Alvaro saffron De Astrantia adalah putra pertama kaisar Astrantia sekaligus pewaris takhta selanjutnya, sedari kecil Alvaro sudah mempersiapkan dirinya untuk menjadi pewaris yang layak menduduki takhta.


hidup Alvaro yang sangat teratur dengan segala kesibukan seketika berubah setelah ibu nya membawa seorang bayi perempuan berambut perak ke istana, dengan senyuman seindah rembulan Ratu membawa bayi itu dan memperkenalkan nya pada putra satu-satunya.


"Varo, ini Thea sepupu mu putri dari Duke Amaryllis dan juga calon istrimu," mata Alvaro kecil berbinar melihat betapa lucu nya bayi kecil yang ada di hadapannya.


"ibu yakin kamu sudah mendengar, ibu Thea sudah pergi jauh jadi mulai sekarang kamu harus melindungi Thea ya. bisakah putra ibu ini berjanji pada ibu?" tanya sang Ratu seraya tersenyum pada putra kecil nya, seraya menyodorkan jari kelingkingnya dengan riang Alvaro kecil menyambut nya dengan senang hati.


tanpa sadar waktu pun berlalu, Alvaro dan Thea tumbuh dengan cepat seiring berjalannya waktu ratu yang kehilangan kesempatan untuk bermain bersama putra nya pun kini fokus merawat keponakannya, ia sedih karena masa kecil putra nya harus di habiskan untuk mempersiapkan penurunan takhta tapi tidak ada yang bisa ia lakukan.


setelah menyelesaikan kegiatan belajar nya dengan tergesa-gesa Alvaro lari menuju istana Ratu tempat ibunda dan adik sepupunya berada.


dari kejauhan Alvaro mendengar suara tangisan bayi Althea, ia pun mendekat kearah kamar ibunya pemandangan yang sungguh hangat namun entah kenapa Alvaro merasa sesak melihat nya ketika ibundanya memeluk anak lain dan bukan putra nya sendiri.


Alvaro kecil pun berlari tergesa-gesa sambil menahan tangis nya, ia tidak membenci Althea hanya saja ia sedih karena merasa ibundanya sudah di rebut dari nya.


tak terasa bayi kecil yang masuk dalam kehidupan Alvaro itu kini sudah menginjak umur lima tahun dan kini sudah bisa menarik Alvaro untuk bermain bersama nya.


sejenak saat bersama Althea, Alvaro melupakan kejadian itu kini baginya Althea adalah adiknya yang berharga Althea yang tersenyum manis dan dengan ceria nya berlarian kesana Kemari mengobati rasa lelah yang Alvaro rasakan.


"kakak! ayo main sama Thea!" ajak Althea seraya menarik ujung baju Alvaro yang kini tengah belajar di perpustakaan istana.


"sebentar ya setelah ini kakak akan main sama Thea," ucap Alvaro lembut seraya mengelus puncak Althea.


"kalau begitu Thea mau belajar juga!" Althea duduk di samping Alvaro dan mulai mencorat-coret kertas yang ada di depan nya, Alvaro tertawa kecil kemudian menertawai Althea habis-habisan karna tingkah lucu nya yang benar-benar membuat orang lain gemas.


setelah puas bermain kedua nya tertidur di ruang kerja Ratu dengan senyuman manis nya ratu menyelimuti kedua anak nya dan mengecup kening mereka satu persatu.

__ADS_1


*tok..tok..


"masuk lah," titah sang Ratu, tak lama kemudian Duke Amaryllis yang merupakan ayah Althea datang menjemput putri kecil nya, di angkatnya Althea kedalam pelukannya.


"terima kasih telah menjadi ibu bagi nya kakak," ucap Duke Amaryllis pada ratu yang tak lain adalah kakak kandungnya, Ketika istri nya meninggal setelah melahirkan putri mereka Duke mencemaskan suatu hari putri nya menanyakan keberadaan sang ibu namun di saat-saat kekhawatiran nya ratu datang sebagai lentera yang menerangi jalan putri nya.


meski bukan ibu kandung nya namun ratu mengurus Althea sebagaimana ia mengurus anak nya sendiri, ratu memang menginginkan seorang putri namun fisik nya yang lemah tidak memungkinkan untuk nya hamil lagi.


namun Tuhan menjawab doa nya dengan kehadiran keponakan cantik nan imut nya ini, hingga ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan menyayangi Althea sepenuh hatinya.


"aku senang bisa memberi nya kasih sayang yang cukup adik ku," balas sang ratu saat mengantarkan kepergian adik dan keponakan nya di pintu istana.


waktu pun semakin cepat berlalu kini usia Althea sudah menginjak sepuluh tahun dan Alvaro yang sudah menginjak usia lima belas tahun, entah apa yang terjadi tapi kini Althea yang ceria dan hiperaktif itu sudah menghilang entah kemana kini hanya ada Althea yang dingin Althea yang tidak mau keluar dari kediaman Duke dan Althea yang selalu mengayunkan pedangnya tanpa ragu.


"sayang sebenarnya ada apa denganmu, apa kamu tidak mau menceritakan nya pada Ibunda?" tanya ratu khawatir akan kondisi Althea.


"berkat yang mulia aku baik-baik saja," jawab Althea, tatapan matanya kosong membuat ratu merasa kehilangan sosok malaikat kecil yang sudah di rawat hingga kini.


ditengah duel pedang yang sengit antara Alvaro dan Althea, tiba-tiba ratu datang berniat untuk menengahi namun Duke dan raja melarang nya kedua nya penuh ambisi, di tambah semakin waktu berlalu kemampuan berperang keduanya semakin meningkat mungkin sedikit lagi kedua nya mampu mendapatkan gelar sword master.


"sebenarnya kenapa? kenapa kamu berubah Thea?!" tanya Alvaro di tengah duel tersebut.


"aku tidak berkewajiban menjawabmu yang mulia," jawab Althea dingin entah kenapa aura nya sedikit berbeda seakan-akan jika sedikit saja mengenai pedang Althea nyawa Alvaro menjadi taruhannya.


"setidaknya jangan membuat ibu bersedih!!" teriak Alvaro marah, sungguh ia benar-benar kesal dan tak mengerti dengan jalan pikiran Althea.


Alvaro menyerang Althea membabi buta dengan gerakan nya yang terkesan mengikuti emosi dengan mudah membuat nya kalah di tangan Althea.

__ADS_1


"Aku akan berusaha agar tidak membuat yang mulia ratu bersedih," ucap Althea seraya mengulurkan tangannya pada Alvaro yang tersungkur di tanah, dengan emosi yang menggebu-gebu Alvaro menepis keras tangan Althea.


setelah kejadian itu, setiap kali melihat Althea, Alvaro menatap nya tajam seakan- Althea adalah serangga pengganggu, Ratu yang melihat keadaan kedua anak nya ini pun semakin bersedih hingga tubuhnya yang lemah pun tumbang.


saat masa sakit nya ia senantiasa di temani Althea keponakan yang sudah ia anggap sebagai putri nya sendiri, Althea yang kini telah menyandang gelar putri mahkota pun mulai tinggal di istana.


ia merawat ratu sebagai mana ratu merawat nya saat kecil, melihat hak tersebut ratu tersenyum bahagia ternyata Althea tidak sepenuhnya berubah, hanya saja kini ia telah tumbuh menjadi gadis anggun yang tegas dan kuat, mungkin ratu tidak perlu lagi mencemaskan putra nya dan masa depan Astrantia, Althea akan menjadi ratu yang lebih dari sempurna.


Ratu meminta Althea untuk menemani nya jalan-jalan di taman mawar biru tempat favorit ratu dalan istana, tempat penuh kenangan antara Ratu Alvaro dan Althea tempat yang berharga untuk mereka.


Ratu tersenyum kearah Althea, wajah nya yang pucat dan kerutan di wajah nya yang mulai terlihat menandakan bahwa kini waktu nya tidak lama lagi dan ia yakin bahwa Althea bisa membuat putra nya dan negri ini bahagia.


hari di mana tangisan rakyat Astrantia menggema sepanjang negeri, Ratu yang bijaksana dan sangat penyayang, Ratu yang benar-benar pantas di sebut ibu negara meninggalkan mereka semua, bunga sihir yang bercahaya menerangi sungai mengantarkan kepergian sang ratu.


sebelum pergi ratu berpesan pada putri nya.


"Thea berjanjilah kamu akan selalu berada di sisi Alvaro, aku tidak bisa berada di sisi nya meski sangat menyayangi nya, aku sangat mencintai kalian berdua. Thea jangan menangis." dengan senyuman tercetak jelas di wajah nya sang ratu pergi dengan tangan yang menggenggam erat putri nya.


Althea tidak menangis seperti permintaan terakhir sang Ratu, bukan melainkan ibu nya ibu yang meski bukan lah ibu yang melahirkan nya namun ibu yang telah membesarkan nya hingga kini, ibu yang selalu ada untuknya, ibu yang menyayangi nya tanpa meminta balasan apa pun...


cinta itu tidak membutuhkan alasan apa lagi balasan, cinta datang dari mana pun bagai benang yang tidak akan pernah putus begitulah jalan nya takdir, darah memang kental namun hubungan batin yang terikat oleh takdir lebih kental dan keras dari Berlian mana pun di dunia...


-Ran.nace


...


halo semuaaa~ terimakasih banyak yang sudah mau baca cerita ku jangan lupa love, coment, dan vote ya!

__ADS_1


see you next time..


-Ran.nace


__ADS_2