Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
17. who are you?


__ADS_3

Pagi berganti siang, siang berganti malam rembulan memancarkan sinar nya dengan indah menyorot pada helai rambut perak yang nampak tajam bagai pedang nampak kuat bagai berlian.


Mata yang beberapa hari ini terus terpejam perlahan terbuka mata cantik yang menyala bagai darah yang mengkristal. Althea memandang keluar jendela yang tak jauh dari tempat nya tidur, bulan memang bersinar terang namun bintang tak kalah indah nya dengan bulan membuat harmoni yang menenangkan hati.


Althea menatap Felix dengan pandangan datar tanpa ekspresi. "Siapa kau?" Tanya Althea, alih-alih menjawab Felix mendekati Althea mata Felix yang berwarna biru perlahan berubah merah menyala seperti milik Althea.


"Kau tidak ingat aku?" Tanya Felix seraya menatap Althea lembut, Althea menggelengkan kepalanya. Felix menggapai liontin milik Althea dan mengecup nya pelan, ia kembali menatap Althea. "Menangis lah, aku bersama mu." Ucap Felix Seraya merengkuh Althea, Althea meneteskan air mata nya dalam diam perlahan Felix dapat merasakan air mata Althea yang mulai membasahi pundak nya.


Althea melepaskan pelukan Felix, ia menatap iris biru milik Felix "kamu half devil?" Tanya Althea spontan, Felix mengangguk. "Maaf atas apa yang terjadi pada mu," ucap Felix tiba-tiba. "Kenapa minta maaf? Aku bahkan tidak tahu siapa kamu." Belum sempat Felix menjawab tiba-tiba ada suara ribut yang di terdengar dari luar.


"Kakak!!! Biar kan aku yang menjaganya dan lakukan tugas mu!!!" Teriak Alex dari luar. Felix menarik nafas panjang berusaha untuk menahan emosi nya.


*Brakkk!!!


"Ka-" pandangan Alex tertuju pada Althea yang duduk di ranjang. Untuk pertama kali nya Alex merasa malu di hadapan seseorang.


"Alex kau mengganggu," Kata Felix dengan aura yang sudah sangat dingin dan seram. Bukan nya menjauh Alex mendekati Althea. "Pangeran Alex?" Tanya Althea bingung, tak mungkin ia tidak mengenali nya pangeran kedua kekaisaran yang dulu pernah memimpin jalan nya ujian Althea.


"Tuh kan dia ingat pada ku," ucap Alex bangga. "Kau keluarlah aku perlu bicara berdua dengan nya," titah Felix  pada Alex dengan berat hati Alex meninggalkan ruangan itu.


Althea kembali menatap Felix namun kini tatapan nya benar-benar serius. "Kakak?" Tanya Althea. Felix menghela nafas nya. "Jadi nama ku Felix aku-" ucapan Felix terpotong.


"Kenapa menyelamatkan saya? Kita bahkan belum pernah bertemu sebelumnya." Althea berdiri membuat Felix refleks menggenggam tangan nya. "Aku tidak tahu harus senang atau tidak yang mulia membantuku," ucap Althea sinis. Felix tahu ke arah mana pikiran Althea sedang berjalan.


"Dengar kan aku lady, yang pertama aku tidak punya maksud buruk terhadap mu, yang kedua aku tidak sedang membuat perjanjian dengan Astrantia untuk menjebak mu dan yang ketiga aku ingin membantu mu." Wajah Felix kini benar-benar sangat serius.

__ADS_1


"Jika anda membantu ku apa yang anda dapatkan?" Tanya Althea tak kalah serius. "Aku hanya punya 1 permintaan sebagai imbalan," jawab Felix. "Apa itu?" Tanya Althea lagi.


"Aku akan menyimpan nya sampai aku membutuhkan nya."


....


Setelah selesai berbicara Felix menuntun Althea menuju ruang makan, Althea memperhatikan setiap sudut dari mansion ini meski tidak semewah istana kekaisaran atau pun mansion Duke Amaryllis namun bangunan ini sangat indah dengan interior serba hitam.


Di meja makan Alex sudah menunggu dengan santai nya seraya memakan buah-buahan yang tersedia di atas meja. Althea duduk di salah satu kursi dan Felix duduk di sebelah Althea.


Alex tersenyum manis pada Althea. "Jadi anda berdua juga half Devils?" Tanya Althea penasaran. "Iya, ayah kami devil dan ibu seorang manusia," jelas Alex. Felix meletakkan mangkuk berisi bubur ke meja di depan Althea. "Terima kasih."


Selesai makan Felix mengambil sebuah kotak obat dan meminta Althea duduk di sofa yang berada dalam kamar. Felix memegang tangan Althea dengan lembut melepaskan perban yang membalut luka Althea.


"Sudah berapa lama aku tidak sadar kan diri?" Tanya Althea. "Lima hari," jawab Felix dengan nada yang sangat lembut. Dengan hati-hati Felix mengganti perban Althea namun kali ini ia tidak mengecup nya seperti saat pertama kali mengobati Althea.


Kedua kerajaan tersebut berada di bawah naungan kekaisaran wisteria namun beda nya Celosia adalah kerajaan kecil sementara Astrantia bisa di kategorikan kerajaan besar.


"Aku yakin ayah tidak mungkin kalah oleh kesatria Celosia," ucap Althea dengan nada bergetar. Felix menepuk puncuk kepala Althea. "aku tahu, karna itu aku membawa mu kemari." Althea menatap Felix serius. "Kesatria sekuat dan semahir Duke Amaryllis tidak mungkin gugur semudah itu," lanjut Felix. "Irene," gumam Althea seraya mengepalkan tangannya.


"Kita belum mengetahui kebenaran nya jadi simpan lah dulu amarah mu," ucap Felix membuat Althea melonggarkan genggaman tangan nya.


*Ctikkk...


Felix menjentikkan jari nya dari sana keluarlah api kecil berbentuk bola dan tak lama dari itu seekor burung Phoenix terbentuk dari api kecil itu. "Aku beruntung karna ayah ku seorang devil aku bisa berlatih mengendalikan diri sejak kecil. Tapi kamu tidak seperti itu," jelas Felix, Althea hanya diam tidak tahu harus merespon seperti apa.

__ADS_1


"Elemen es bukan lah elemen dasar, jadi seharusnya half Devils tidak memiliki elemen itu sebagai bawaan lahir. Kamu jauh lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan tapi kendalikan lah agar itu berguna." Felix meninggalkan ruangan tersebut dan tersisa lah Althea yang sedang berada dalam pikiran nya.


Malam pun tiba, sinar bulan begitu cantik menyinari mata Althea yang tengah bersinar merah. Althea menggenggam liontin milik nya. Kini tidak ada lagi air mata yang bisa ia teteskan.


"Siapa sebenarnya Felix itu.." ucap Althea dalam hati.


...


Di sisi lain lebih tepatnya di ruang kerja Felix. Felix Tengah menyelesaikan semua dokumen yang Alex bawa untuk nya. Sementara Alex dengan santai nya meminum teh di sofa yang berada di ruangan itu.


Mata kedua nya pun bersinar merah seperti milik Althea, indah bagaikan permata yang berkilau. "Jadi bagaimana kita akan membantu nya?" Tanya Alex seraya meletakkan cangkir teh milik nya. "Aku hanya akan mengikuti alur nya, aku tidak akan mengizinkan siapa pun menyakiti permaisuri ku." Alex tertawa mendengar hal tersebut.


"Haha.. permaisuri ya, dengan semua yang lady alami kakak yakin dia mau menjadi permaisuri mu." Satu buah pena hampir saja mengenai Alex. Inilah sebabnya kau harus menjaga perkataan di depan Felix terlebih hal yang menyangkut Althea.


"Akan ku buah dia yakin. Karna perasaan ku bukan sebuah perjanjian apalagi kontrak dan yang pasti aku jauh lebih baik dari pada baj*ngan itu." Felix berdiri dan berjalan menuju perapian ia melemparkan sebuah surat perlahan surat itu menghilang.


"Anak ini berani juga."


...


holaaaaa...


thank you for 6k!!!! aku senang banget banyak yang suka sama cerita ku :) thank you for supporting me!! maaf banget kalau jarang update ya terimakasih juga yang udah setia nungguin kelanjutan kisah ini.


kalau mau aku update boleh tolong minta 7 atau 8k nya? hehe atau komen sebanyak-banyak nya ya yuk kamu yang setia baca tapi belum pernah komen dan like aku minta tolong ya :)

__ADS_1


see you on next chapter bye-bye


Ran-nace


__ADS_2