
Kicauan burung terdengar sangat merdu, sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah tirai yang jatuh menerpa lantai.
Seorang gadis berambut perak mata nya tengah tertutup, ranjang mewah nan megah ukiran-ukiran penuh arti yang menghiasi seisi kamar, tentu saja pemilik asli ruangan tersebut bukanlah Althea.
Tiga hari berlalu setelah kejadian yang menggemparkan seluruh kekaisaran wisteria tentang seorang lady yang di duga memiliki sihir gelap, menyerang raja dan ratu kerajaan Astrantia.
"Kak, istirahat lah walau sebentar," ucap seorang pria berambut hitam dengan mata hijau bagai batu Periot yang sangat indah. Seseorang yang ia panggil kakak pun beranjak dari kegiatan nya yang sedang memperhatikan Althea dengan rasa yang begitu dalam.
"Alex bagaimana pun aku harus melindunginya," ucap pria itu seraya mengelus pelan pucuk kepala Althea. "Kau benar-benar tidak main-main dengan yang satu ini ya?" Tanya Alex seraya duduk di dekat sang kakak.
"Dia membuat ku menyadari bahwa aku juga manusia."
....
*flashback*
seorang anak laki-laki dengan riang mengelus pelan perut sang ibu yang sudah membesar, sang ibu pun tersenyum manis melihat putra nya begitu tidak sabar dengan kehadiran adik nya.
"Felix," panggil sang ibu seraya mengelus pelan pipi putra kecilnya itu. "Iya Ibunda," jawab nya dengan sangat lembut. "setelah adik mu lahir tolong jaga dia dengan baik ya, kau harus berjanji pada ibu akan menyayangi nya dengan sepenuh hati," ucap sang bunda dengan penuh kasih sayang. Felix kecil hanya mengangguk sebagai seorang kakak tentu saja ia akan menjaga dan menyayangi sang adik.
berapa bulan pun berlalu tak terasa kini sudah waktunya si kecil melihat dunia untuk pertama kali nya. namun tak seperti persalinan pada umum nya sang permaisuri melahirkan di bantu oleh beberapa orang yang aura nya nampak sangat aneh tak seperti manusia pada umumnya atau bahkan bukan manusia. di tempat asing nan gelap dengan aura pekat yang sangat amat menusuk.
"yang mulia bertahan lah," ucap salah seorang dayang di sana, kaisar yang setia menemani sang istri pun tidak menunjukkan wajah senang ia di penuhi kekhawatiran yang begitu menyakitkan.
entah sudah yang ke berapa kali permaisuri berada di ambang batas kematian untuk seorang manusia biasa tidaklah mudah melahirkan darah campuran apalagi ini bukanlah kali pertama ia melahirkan seorang darah campuran.
__ADS_1
beberapa waktu berlalu hingga sang kaisar kembali ke istana felix yang sudah tidak sabar pun lantas berlari menuju kamar sang permaisuri tempat portal menuju dunia lain berada, ia berlari tanpa memperdulikan status nya sebagai putra mahkota sekalipun sang ibu memarahi nya ia tidak akan mengeluh.
"ibu!!" perlahan pintu terbuka teriakan Felix kecil yang begitu nyaring hingga membuat keheningan setelah nya, Felix terdiam wajah nya tak lagi ceria raut wajah nya benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat setelah melihat sang ayah lah yang mengendong adik nya.
"ayah dimana ibu?" ucap felix seraya mengepal tangan kecil nya. kaisar menatap putra nya dengan tatapan sendu ia mencoba memberikan memori nya pada sang putra. "ayah tahu semua ini akan terjadi tapi kenapa ayah tidak hentikan!! kenapa!!!" teriak Felix membuat sang ayah tersentak.
"nak," panggil sang ayah. "kenapa aku harus kehilangan ibu? kenapa?" tanya felix yang sudah terduduk lemas ber banjiran air mata.
...
beberapa tahun pun berlalu kini felix bukan lagi seorang pangeran kecil ia sudah bisa berdiri tegak di samping sang ayah dengan gagah dan penuh keberanian. ia sempurna sebagai seorang putra mahkota ia bijak, hebat dalam politik dan militer hanya saja ia tidak lagi terbuka dengan siapa pun tidak ada yang pernah melihat nya tersenyum.
"yang mulia putra mahkota Felix Ludwig De Wisteria memasuki ruangan." mendengar nama itu di teriakan seorang anak laki-laki berambut hitam dengan mata hijau berlari menuju felix membuat dayang-dayang yang mengurus nya panik bukan main.
"yang mulia pangeran tunggu!" ucap salah seorang dayang yang sudah mulai kelelahan. "kakak!" panggil pangeran kecil itu pada felix benar dia adalah Alexiel Noah De Wisteria adik dari felix sekaligus pangeran kedua kekaisaran wisteria.
*tok..tok..krieettt
pintu ruang kerja kaisar terbuka menampakkan Felix yang sudah menginjak usia lima belas tahun ia dengan pakaian resmi nya nampak bagai indah bak lukisan meski begitu sang seniman lupa memasukkan bagian paling penting benar senyuman dan kebahagiaan sama sekali tak nampak dalam diri Felix.
kini ayah dan anak itu duduk berhadap-hadapan seraya menikmati secangkir teh panas untuk merileks kan suasana. "nak, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri." Felix menatap mata sang ayah, "aku hanya melakukan apa yang harus ku lakukan, perasaan manusia hanya menganggu." kaisar menghela nafas sejenak, "Felix dengar, kau itu darah campuran tak sepertiku kau memiliki setengah manusia dalam dirimu," jelas kaisar pada sang putra.
"aku tahu arah pembicaraan ini, aku tidak bisa berbuat baik atau pun buruk pada anak itu," ucap Felix menegaskan. "Alex itu adik mu Felix!!" marah kaisar, tatapan Felix amat sangat tajam hingga membuat amarah kaisar memuncak. perlahan mata Felix pun ikut bersinar merah layak nya sang ayah.
berbeda dengan darah murni yang memang memiliki mata berwarna merah menyala seperti kaisar half blood umum nya memiliki mata normal layak nya manusia dan akan berubah merah menyala saat emosi nya terganggu.
__ADS_1
"kau lupa janji mu dengan ibumu? kau berjanji akan menjaga dan menyayangi Alex," ucap sang kaisar berusaha tenang. "janji itu ku buat saat ibu masih di sini dan dia membuat ibu pergi jauh dari ku, bahkan tidak akan pernah kembali. ayah bisa melihat masa depan tapi ayah tidak mencegah hal itu." kaisar terdiam dengan pernyataan Felix itu.
meski pun terlihat tenang namun sebagai seorang ayah ia tahu dibalik sifat tenang putra nya itu ia memiliki ribuan jarum yang siap menusuk nya kapan saja.
Felix merubah wujud nya menjadi seekor burung berwarna merah ia terbang dengan bebas tanpa mendengarkan sang ayah yang berkali-kali memanggilnya, dengan kondisi nya sekarang ia tidak bisa masuk ke istana setidak nya sampai mata merah nya ini pudar.
setelah awakening Felix sedikit demi sedikit melatih kemapuan nya ia di berikan kemampuan berupa pengendalian api dengan familiar berbentuk Phoenix. ia terbang begitu bebas melewati hutan lebat dan terbang bersama burung-burung yang lain nya.
*jlebbb...
salah satu anak panah pemburu berhasil menusuk sayap kanan Felix dan membuat nya terjatuh dan tergeletak di tanah dengan anak panah yang menusuk sayap nya. sedikit demi sedikit darah terus menerus mengalir dari sayap Felix membuat nya tak sanggup meski hanya untuk merubah wujud nya kembali semula.
"ibu, maaf tidak bisa menepati janji ku."
....
halooooo~
pertama-tama thank you for 4k!!! thank you so much for support me ;)
maaf banget kalau aku update nya lama karna di luar dunia kepenulisan pun aku punya kesibukan lain for information aku masih SMA ya :)
so...sekali lagi thank you for support me aku sangat-sangat senang dengan dukungan yang aku dapat dan aku sangat menghargai itu aku semoga kalian betah baca novel ini dan mendapat pesan-pesan yang aku selipkan di setiap chapter nya.
thank you for reading, komen kalau mau aku update ya!!
__ADS_1
see you next time~
Ran.nace