Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
24. Amaryllis


__ADS_3

-Astrantia kingdom


Di pagi yang cerah Althea memulai hari nya dengan berlatih pedang dan mengasah sihir es milik nya. Amaryllis yang tadi nya adalah keluarga yang si segani kini berada di ambang kehancuran namun tentu saja Althea tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


Tebasan demi tebasan pedang yang terdengar membuat bulu kuduk merinding, pedang itu benar-benar sangat tajam dengan lapisan berwarna biru di pinggir nya.


"Nona sarapan anda sudah siap!" Teriak Anne dari jauh, ia tidak mungkin mendekat melihat Aura setajam itu dan kepingan es tajam di mana-mana.


Althea menyudahi latihan nya dan berjalan bersama Anne ke ruang makan. Jangan tanya di mana Alex pangeran Kekaisaran itu masih asik dengan mimpi indah nya.


Di tengah perjalanan seorang pelayan datang bersama seorang pria yang sangat Althea kenal. "Apa aku mengganggumu lady?" Tanya pria itu seraya membungkuk dan tersenyum pada Althea. "Lucas lama tidak bertemu, " Sambut Althea, ya benar beberapa minggu lalu Anne menemui Lucas diam-diam dan menyampaikan pesan Althea pada Lucas.


Kedua nya duduk di meja makan seraya Althea menyantap sarapan nya dan Lucas mengeluarkan beberapa berkas. "Saya sudah kumpulkan beberapa informasi yang Anda minta, mengenai pesta bangsawan yang paling dekat adalah pesta dari count marigold yang akan di langsungkan nanti malam," Jelas Lucas seraya melihat kembali daftar yang telah ia buat.


"Pesta tersebut adalah pesta topeng yang di selenggarakan untuk merayakan ulang tahun count marigold,  anda akan bertemu banyak orang menarik di sana," Ucap Lucas seraya tersenyum miring.


"Kapan Debutante akan di laksanakan?" Tanya Althea. "Akhir bulan ini, benar juga jika melihat dari umur bukankah ini juga Debutante anda sekaligus Ratu?" Althea menatap tajam Lucas. "M-maaf," Ucap Lucas gelagapan.


"Mengacau di Debutante resmi Ratu juga bukanlah ide yang buruk." Althea tersenyum licik membuat Lucas bergidik ngeri.


"Lady maaf menanyakan ini, apakah sihir itu-" Belum selesai Lucas menyelesaikan kalimat nya Althea sudah lebih dulu mengisi cangkir teh Lucas dengan es berbentuk kotak. "Ini memang sihir tapi lebih tepatnya magis dari genetik ibu ku," Ucap Althea menjelaskan dengan singkat. Meski sedikit terkejut Lucas cukup mengerti.


"Selain informasi pesta apalagi yang kau dapat?" Tanya Althea yang bosan melihat Lucas terus mengagumi teh berisi es yang baru ia minum. "Gerak-gerik Ratu tidak ada yang mencurigakan, berbelanja, bergosip dengan lady di pergaulan sosial dan hanya itu," Jelas Lucas seraya kembali memperlihatkan data yang ia kumpulkan.


Althea memutar mata nya malas mendengar hal itu, ia bahkan tidak melihat kearah dokumen yang Lucas perlihatkan. "Mengenai bunga woflbanes, ada beberapa orang di astrantia yang menggunakan nya sebagai herbal." Althea tersentak mendengar itu. "Siapa?" Tanya Althea serius.


"Viscount Adenium, Marchioness Azalea dan mantan countess marrygold ibu dari count marrygold yang sekarang." Althea mengangguk mengerti. "Satu kali melangkah terbuka banyak pintu," Ucap Althea percaya diri.


"Anne," Panggil Althea. "Ya Nona?" Jawab Anne serata membungkuk. "Tolong siapkan gaun ku, pesta kali ini aku ku buat sangat meriah!"


....


Matahari pun mulai berasa di atas kepala, disaat tiba-tiba Anne datang menemui Althea di ruang kerja Duke dengan kabar buruk.


"Jadi lady Amaryllis yang katanya Anggun dan cantik itu hanya punya 5 gaun?" Tanya Alex sedikit meledek.


Althea menatap Alex tajam, sementara Alex yang di tatap malah sedang berusaha menahan tawa nya. "Maaf Nona, entah bagaimana gaun Nona tinggal tersisa sedikit," Ucap Anne dengan rasa takut.


"Pwahahaha, tidak bisa di bilang sedikit jelas-jelas ini krisis hahahaha." Alex tertawa begitu kencang hingga mengeluarkan air mata. "Sekarang aku tau kenapa putra mahkota sering sekali terbawa emosi di dekat anda," Kata Althea seraya menyunggingkan senyum menahan kekesalan nya.

__ADS_1


"Membeli gaun baru juga tidak memungkinkan di waktu sempit seperti ini," Ucap Althea berusaha memikirkan jalan keluar dari masalah ini, Althea tidak masalah pergi ke pesta tanpa gaun namun pesta kali ini mempunyai dress code dan harus mengenakan topeng.


"Dari pada membeli gaun baru bagaimana kalau coba untuk memperbaiki gaun lama mu," Cetus Alex tiba-tiba. "Tapi tidak memungkinkan untuk menjahit atau memotong gaun nona di waktu yang sempit ini yang mulia," Sanggah Anne.


"Tidak perlu memotong atau menjahit kita hanya perlu aku dan Lady, pada dasar nya element es milik lady adalah campuran dari element angin, air dan kristal, sementara element milik ku adalah flora." Alex menjelaskan dengan percaya diri.


"Aku mengerti jadi maksud mu, memasukkan flora kedalam gaun ku lalu membuatnya berkilauan dengan kristal," Papar Althea. "Bingo!"


Anne memakaikan gaun Althea yang berwarna biru ke patung manekin yang Althea buat dari es. Alex mulai menumbuhkan bunga-bunga Amaryllis yang sangat kecil agar terlihat seperti bordir di gaun bagian bawah.


Alex juga menambahkan detail-detail yang sangat indah, bunga Amaryllis yang berwarna biru siapa sangka akan secantik ini. Althea memulai giliran nya ia membuat salju-salju kecil seakan-akan dalam gaun itu musim semi dan musim dingin datang di waktu yang bersamaan.


Benar-benar maha karya yang indah untuk di pandang.


Kini Althea sudah siap dengan gaun dan  riasan nya. "Akan sulit membawa pedang sebesar itu," Celetuk Alex saat melihat Althea tengah memandangi pedang berukiran mawar milik nya.


"Senjata yang aku ciptakan dari es butuh sekitar 60 detik untuk terbentuk sempurna," Tutur Althea masih memikirkan bagaimana cara membawa pedang milik nya. "Bagaimana kalau mengubah bentuk nya," Saran Alex. "Memang bisa?" Tanya Althea penasaran.


"Tentu saja, kak felix mengubah pedang nya dalam bentuk cincin dan aku pengubah panah ku kedalam bentuk gelang," Ucap Alex seraya memperlihatkan gelang milik nya.


"Karna rambut mu masih kosong, bagaimana kalau mengubah nya menjadi aksesoris rambut?" Saran Alex diangguki Anne yang juga berasal di sana.


Anne menara kembali rambut Althea dengan kepangan-kepangan kecil dan menancapkan aksesoris rambut itu ke sanggulan rambut Althea.


....


Althea sudah sampai ke kediaman count marrygold, Althea hanya datang sendiri karna tidak memungkinkan jika Alex juga ikut menghadiri nya. Althea turun dari kereta kuda nya, kemudian memakai topeng yang sebelum nya Anne berikan.


Althea berjalan menyusuri karpet yang di gelar dari pintu masuk hingga ruangan pesta. Karna pesta ini bersifat merahasiakan identitas makan tidak ada petugas yang menyebutkan nama tamu.


Saat pintu di buka, semua orang yang melihat terkagum-kagum dengan kecantikan Althea tanpa tahu siapa dan apa maksud Althea datang kemari.


"Rambut perak, bukankah hanya milik keluarga Amaryllis?"


"Apa dia mengecat rambut nya?"


"Apa mungkin saudara jauh Duke Amaryllis?"


Althea tersenyum kecil mendengar para lady itu membicarakan diri nya. Banyak orang yang terpesona dengan gaun Althea banyak juga yang tertarik pada sifat anggun dan bermartabat Lady ini.

__ADS_1


Tak lama Althea berjalan diantara ramai nya pesta dengan mudah ia menemukan target, count muda marrygold yang baru saja menjabat juga mantan countess marrygold tujuan utama Althea.


Jika kalian bertanya dimana raja dan ratu makan jawaban nya adalah tidak ada, meski count marrygold cukup berpengaruh dalam kerajaan namun bagi raja dan ratu yang sekarang ada hal yang jauh lebih penting lagi.


Pesta dansa topeng di mulai, untuk menghindari berdansa dengan siapa pun Althea pergi ke balkon untuk menikmati angin malam. "Anda tidak ingin berdansa nona muda." Terdengar dari suara nya Althea sudah tahu siapa yang ada dua belakang nya saat ini.


Orang yang tak lain adalah countess marrygold itu berjalan mendekati Althea, "anda sedari tadi memperhatikan saya bukan tanpa maksud kan, tolong sampai niat anda," Ucap countess marrygold lembut.


"Bunga wolfbanes, anda menggunakan bunga itu sebagai obat anda dari mana anda mendapatkan bunga langka itu?" Tanya Althea to the point.


Bukan nya menjawab countess Amaryllis mengeluarkan sebuah kertas dari saku nya. "Beberapa minggu lalu, count amaranth juga menanyakan hal yang sama pada ku." Althea membuka kertas itu sebentar lalu menutup nya lagi.


"Putra ku akan senang bekerja sama dengan anda Lady Amaryllis," Ucap countess. "Anda memang hebat countess, tapi apa anda tidak takut bahwa aku adalah bencana? Atau mahkluk menyeramkan mungkin." Countess marrygold tertawa kecil mendengar penuturan Althea.


"Selama hidupku bukan pertama kali nya aku melihat jenis seperti mu, istimewa dan indah berasa diantara keseimbangan dua dunia." Althea tersenyum mendengar perkataan countess, ia pikir akan sangat sulit mencari jawaban dari countess marrygold ternyata tidak hanya mudah ia juga mendapatkan baru.


Setelah mendapatkan cukup informasi tidak ada guna nya juga Althea berada terlalu lama di sini. Althea berjalan menembus ramai nya orang-orang yang ada di sana.


Sedikit lagu hingga ia benar-benar meninggalkan pesta namun seorang Lady menahan nya. "Seperti nya tidak sopan jika anda tidak mrn perkenalkan diri Lady," Ucap Lady tersebut.


Althea tersenyum miring, Althea melepas topeng nya bersamaan dengan bola matanya yang perlahan berganti warna.


"Altheana lunar de Amaryllis, senang bertemu dengan anda." Mata Althea bersinar dengan sangat indah sekaligus mengerikan.


"L-lady Amaryllis??" Lady itu terlihat sangat ketakutan melihat Althea. Penjaga di belakang Althea pun kini sudah siap menyerang Althea.


Pesta kini menjadi sangat kacau namun count marrygold hanya acuh saja dengan perbuatan Althea. Althea mencabut aksesoris rambut milik nys dan mengibaskan nya hingga terbentuk lah wujud asli pedang itu.


Para penjaga mulai menyerang Althea dari berbagai arah namun yang Althea lakukan hanyalah mengetuk ujung pedang nya dan membekukan tubuh para penjaga itu dan hanya menyisakan bagian kepala.


Althea menatap rendah pada Lady tadi dan tersenyum licik dan mengarahkan pedangnya pada dagu Lady tersebut. "Lain kali sebutlh nama Amaryllis dengan hormat!" Tegas Althea.


"dan Itu.... berlaku untuk semua orang di Astrantia!"


....


thank you for reading!


-ran.nace

__ADS_1


__ADS_2