Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
14. darah iblis


__ADS_3

*flashback*


Pesta pernikahan Alvaro dan Irene tengah berlangsung dengan meriah, seluruh tamu undangan nampak ikut bahagia menyambut pemimpin baru mereka. namun tak sedikit juga yang merasa resah dengan masa depan Astrantia ke depannya.


Althea sendiri pun hanya bisa berdiri di pojok ruangan seraya memegang segelas jus di tangan nya, sedari dulu ia memang tidak kuat meminum alkohol jadi setelah mencoba nya sekali althea tidak ingin menyentuh nya lagi.


"Anda terlihat sangat baik untuk orang yang dikhianati Lady." althea tersenyum kecil menanggapi perkataan itu. "di setiap peperangan kita membutuh kan strategi tuan count," ucap althea seraya memutar-mutar gelas nya. orang itu adalah count Azalea salah seorang bangsawan yang cukup berpengaruh di astrantia.


"Aku selalu suka pemikiran dan perkataan mu yang tajam itu Lady," ucap nya seraya mengecup tangan althea memberi salam.


Althea melihat kearah lantai dansa di mana sekarang tidak ada satu pun orang yang berdansa, di sana terdapat Alvaro dan beberapa utusan negara tetangga yang tengah berbincang-bincang.


Althea menarik nafas sejenak dan berjalan menuju pintu keluar yang jarak nya cukup jauh dari tempat ia berdiri, namun seketika pandangan seluruh ruangan tertuju pada seorang berseragam Kesatria yang sekujur tubuh nya penuh luka dan darah. Althea yang familiar dengan seragam itu hanya bisa terdiam.


jantung nya berdegup sangat kencang ia takut Althea benar-benar takut! kesatria itu buru-buru menghampiri Alvaro, Irene yang ada di samping alvaro pun bersuara, "dasar tidak sopan!! kau pasti dengan sengaja merusak hari bahagia ku!!" kesatria itu buru-buru  membungkuk "mohon maafkan ketidak sopanan hamba yang mulia Ratu, namun ada hal yang sangat penting yang harus hamba sampai kan pada yang mulia Raja." Alvaro mengangguk meminta kesatria itu menyampaikan hal penting yang ia maksud.


"mohon maaf yang mulia, Saya adalah salah seorang anggota kesatria yang dipimpin oleh yang mulia Duke Amaryllis dengan berat hati Saya menyampaikan kabar duka untuk keluarga rekan-rekan saya yang telah gugur," alvaro tersentak ia benar-benar sangat terkejut mendengar kabar itu.


"bagaimana dengan Duke?" tanya Alvaro, Kesatria itu hanya menggelengkan kepala nya. alvaro mengangguk mengerti ia menarik nafas panjang. alvaro meminta perhatian semua orang dengan menaiki tangga yang ada di ruangan itu.


"Maaf karna harus menyampaikan kabar duka di hari bahagia seperti ini, beberapa bulan lalu aku mengirim pasukan Kesatria untuk berperang melawan negara tetangga namun dengan berat hati aku mengumumkan keguguran para pejuang negri ini." suara riuh terdengar di mana-mana.


Althea mendekati Alvaro dengan perasaan marah. Althea mengulurkan tangan nya untuk membantu kesatria itu berdiri "bawa dia ke dokter istana." ucap Althea pada seorang yang berada di dekat situ tanpa tersenyum sedikit pun suara nya pun terdengar sangat dingin dan penuh penekanan.

__ADS_1


"Lady Amaryllis ayah mu telah banyak berjasa." ucap Alvaro pada Althea, Irene yang tidak senang dengan itu pun menghalangi tangan alvaro yang hendak menyentuh pundak althea. "aku turut berduka Lady Amaryllis tapi aku sedih karna berita duka ini merusak hari bahagiaku!"


*plakkk!!!


Althea menampar Irene dengan keras, kini tidak ada lagi kesabaran yang tersisa pada diri althea seketika aura di ruangan itu menjadi sangat gelap dan sesak. "kau!!" saat irene hendak balik menampar althea tangan nya bahkan tidak bisa sedikit pun menyentuh wajah althea.


mata Althea kini telah sepenuhnya memancarkan sinar berwarna merah yang benar-benar sangat menakutkan "hahaha.." althea tertawa dengan raut wajah yang sangat-sangat memperlihatkan isi hati nya ia hancur benar-benar hancur.


"kau bilang apa tadi? merusak hari bahagia mu? kalau begitu maaf karna aku akan membuat nya menjadi tragis," ucap Althea penuh penekanan. "Altheana!!" teriak Alvaro, dengan mudah althea melempar irene hingga menabrak dinding yang berada sangat jauh dari mereka.


melihat itu para bangsawan pun merasa takut bukan main hingga mereka berbondong-bondong keluar dari sana namun sebelum semua orang keluar althea menutup kan mengunci pintu besar itu dengan membekukan nya.


"i-iblis," ucap salah seorang dari mereka yang merasa ketakutan, Althea tersenyum mendengar itu. ia berjalan mendekati alvaro yang tengah membantu irene berdiri tetes demi tetes air mata althea jatuh membentuk snowflake yang sangat indah.


"aku hanya sedang berduka Alvaro," ucap Althea penuh penekanan. "a-aku bahkan tidak punya lagi seseorang yang menyayangi ku, bagi mu mungkin tidak penting tapi kau merenggut semua yang ku punya, kalian menghancurkan hidupku." Althea memposisikan tangan nya seakan-akan tengah menggenggam pedang dan sedetik kemudian pedang es telah melekat indah di genggaman tangan Althea.


Althea baru saja bersiap menebas kepala alvaro namun seketika ia menjatuhkan pedang nya, "Ayah.." Althea terduduk lemas seraya menggenggam liontin yang di kenakan nya. Alvaro cukup kebingungan dengan situasi ini.


sebenarnya apa yang terjadi? siapa Althea sebenarnya?


Althea berdiri dan menjentikkan jari nya dalam berapa detik seluruh ruangan kembali seperti semula orang-orang terjebak dalam es milik althea pun kini telah bebas pintu yang tadi nya beku pun sudah kembali seperti semula.


"kenapa?" tanya Alvaro, "bahkan jika aku membunuh mu apa yang sudah hilang tidak akan kembali lagi," jawab Althea mata nya masih dalam keadaan merah menyala tidak berubah sedikit pun dan tidak menunjukkan tanda-tanda berubah, namun siapa pun yang melihatnya akan tahu bahwa mata itu sedang menunjukkan kesedihan yang sangat mendalam.

__ADS_1


"sebenarnya kenapa kau menyembunyikan ini dari ku?" tanya Alvaro, Althea terdiam Althea merasa ia tidak punya kewajiban apapun untuk menjawab pertanyaan nya althea.


"jawab aku Altheana!!" marah alvaro "jangan membuat ku kesal Alvaro!!" Althea mencekik Alvaro ia marah benar-benar marah. para kesatria kerajaan yang sudah mulai masuk keruangan mengepung althea dengan senjata namun dengan satu hentakkan kaki saja para kesatria itu terpental sangat jauh.


"kau bisa dihukum mati karna mencoba membunuh raja untuk kedua kali nya." Althea tertawa mendengar ucapan alvaro yang tidak masuk akal itu. Althea melepaskan cengkraman ya dari leher Alvaro ia berniat untuk keluar namun ada yang aneh tiba-tiba saja jantung nya terasa sangat sakit, kepala nya terasa sangat berat.


*uhukk.. batuk itu bukan lah batuk biasa melainkan batuk berdarah entahlah rasanya begitu berat untuk tetap berdiri, beberapa Kesatria yang merasa Althea tengah lengah berusaha menyerang althea namun sebelum itu kobaran api menyebar dimana-mana seorang berjubah hitam menangkap Althea sebelum tubuh nya menyentuh lantai.


orang itu menatap Althea lembut mengelus pelan wajah althea dan mengecup bawah mata Althea yang masih basah akibat air matanya tadi. orang itu membawa Althea pergi dengan melompati jendela.


di puncak sebuah pohon ia berhenti angin berhasil membuka penutup kepala nya rambut se hitam malam mata merah terang sama seperti Althea, di bawah terang nya sinar bulan ia memeluk erat Althea yang berada dalam gendongan nya kemudian mengecup kening Althea pelan.


"selamat beristirahat bulan ku.."


....


holaaa!! update lagi nih!! jarang-jarang loh aku update cepat by the way thank you for 3k!! aku sangat-sangat berhara dukungan kalian semua pembaca setia menjadi duchess iblis ;)


mau aku update cepat? komen yaa~


see you next time


-Ran.nace

__ADS_1


__ADS_2