
Suara rakyat yang berbahagia mengisi seisi kerajaan, para bangsawan berbondong-bondong datang ke istana untuk menyaksikan penobatan Putri mahkota mereka yang baru.
Althea berdiri di depan cermin dengan seragam lengkap kesatria resmi, jubah berwarna putih bersih dengan bordiran lambang Astrantia yang cantik menambah nilai plus untuk penampilan nya hari ini.
Canace yang sedari tadi memperhatikan menghampiri Althea dan menggesekan kepala nya di kaki Althea. "Aku baik-baik saja canace," ucap Althea seakan tahu harimau putih nya itu mengkhawatirkan diri nya.
....
Dengan gagah Althea berjalan di koridor istana beberapa kesatria bawahan ayah nya pun setia mengiringi Althea. Sang ayah juga setia berdiri di samping putri sulung nya.
Para bangsawan menatap Althea sinis, beberapa lady bahkan terang-terangan membandingkan Althea dan Irene. Bagi para bangsawan Althea juga Duke Amaryllis adalah tembok keras yang menjadi penghalang bagi mereka.
Althea yang tegas juga Duke yang tidak bisa di pandang sebelah mata, membuat para bangsawan sulit untuk bergerak semau mereka.
Rombongan Duke Amaryllis memasuki ruang singgasana, di sana para bangsawan sudah berkumpul menunggu di mulai nya acara penobatan Putri mahkota yang baru.
Althea memejamkan mata nya sekejap mencoba mengendalikan perasaan campur aduk yang tengah di rasakan nya ini, tidak mudah untuk melupakan dan merelakan seseorang yang sangat penting bagi mu. Jujur saja meski terlihat tenang Althea juga mahluk hidup yang bisa merasakan sakit.
Suara riuh mulai terdengar samar saat raja memasuki ruang singgasana, biasa nya di samping sang raja Althea selalu setia berada di sana, raja melihat kearah para bangsawan memastikan berlian putih yang di jaga nya baik-baik saja.
Althea yang menyadari hal itu hanya tersenyum, bagi nya Raja juga merupakan keluarga nya sama seperti sang ayah.
"Putri Irene dan putra mahkota memasuki ruangan!!" Teriak petugas yang berdiri di depan pintu masuk. Pintu berukir bunga Astrantia itu terbuka lebar menampilkan dua insan yang berjalan beriringan.
Irene menggandeng tangan Alvaro, beberapa bangsawan terlihat puas dengan itu namun beberapa yang masih berada di kubu Althea nampak tak senang, bagaimana bisa putra mahkota tidak melihat Althea yang begitu menyilaukan.
Alvaro dan Irene berdiri di depan raja, Alvaro naik dan duduk di singgasana nya yang berada di samping raja sementara Irene masih berdiri di hadapan raja juga para bangsawan yang hadir.
Orang kepercayaan raja yang bertugas membawa Tiara berjalan mendekati Irene yang sudah berdiri tepat di depan raja. Raja bangkit dari duduk nya dan memakaikan Tiara itu di kepala Irene.
"Dengan ini aku nyatakan Irene mintia de Astrantia resmi menjadi putri mahkota yang baru." Suara gemuruh saling bersautan menyambut putri mahkota mereka yang baru.
__ADS_1
Sementara raja menatap Irene dengan ekspresi sepat, belum sempat raja duduk kembali ke singgasana nya segerombolan orang berbaju hitam menerobos masuk ke ruang singgasana.
Seluruh bangsawan panik bukan main, pasukan kesatria dengan cepat mengeluarkan pedang nya kepanikan terjadi di mana-mana rakyat yang tadi nya berada di luar istana pun berlari menuju rumah masing-masing.
Althea dengan sigap mengeluarkan pedang nya, ia berlari menuju para bangsawan yang butuh perlindungan hal yang sama juga di lakukan oleh sang ayah juga pasukan nya. Althea menebas satu persatu orang-orang berjubah hitam itu.
*Sringgg, takk..
Semakin lama orang-orang berjubah itu semakin bertambah, jatuh nya korban pun tak bisa terelakkan. Sebenarnya siapa mereka dan apa tujuan nya!
Alvaro yang ikut bertarung memikirkan berbagai macam kemungkinan, tapi satu yang sangat ia yakini orang-orang itu bisa saja suruhan Duke Amaryllis atau mungkin pendukung Althea yang tidak ingin melihat Irene naik tahta.
Althea berlari dengan sangat cepat, gerakan nya lincah tak dapat di tebak lawan pun kelelahan di buat nya, melihat kesempatan yang ada Althea membuka penutup kepala yang di gunakan salah seorang dari mereka.
Dengan pedang nya Althea memojokkan orang itu, ia melumpuhkan lawan nya dengan kekuatan iblis yang di miliki nya. "Siapa dan apa tujuan kalian?" Tanya Althea dengan tenang nya. "Kami di bayar untuk mati." Belum sempat Althea kembali bertanya orang itu mengarahkan pedang Althea untuk menyayat leher nya sendiri.
"Thea fokuslah!!" Teriak Duke Amaryllis yang melihat putri nya termenung di tengah pertarungan.
Sebenarnya saat pedang nya menyentuh leher orang itu Althea bisa melihat isi pikiran nya, anak-anak kecil yang tersenyum dengan hangat nya pemandangan yang sangat menyayat hati Althea.
Sementara para kesatria sedang bertarung para bangsawan juga Irene di tempat kan di ruangan yang aman, di tengah kepanikan yang meraja Lela Irene tersenyum kecil.
Kembali ke ruang singgasana yang sekarang sudah menjadi Medan perang penuh darah, Althea mendapatkan luka di pipi juga tangan kiri nya sementara Alvaro kewalahan dengan musuh yang tidak ada habisnya.
Ini pasti sihir, sebagian dari orang-orang ini hanya bayangan dan beberapa dari mereka asli sihir gelap yang sangat dilarang di kekaisaran wisteria, sihir gelap yang bisa menirukan semua hal tentang sang pengguna.
Althea membelakangi sang ayah. Ayah dan anak itu bertarung berdampingan saling membantu dan melindungi satu sama lain. Rambut perak keduanya tampak bersinar terang membuat orang di sekitar nya nampak kagum dengan kombinasi tersebut.
Alvaro yang berada cukup jauh dengan Althea menatap nya sinis, ia masih mencurigai ayah dan anak itu meskipun notabene nya Duke adalah paman nya bukankah seseorang dapat melakukan apapun untuk tahta?
"Thea apa pun yang terjadi tetap lah tenang sampai akhir jangan biarkan mereka tahu," bisik Duke kemudian perlahan menjauh dari Althea.
__ADS_1
Althea tersentak setelah mendengar perkataan ayah nya, ia memang harus menyembunyikan tapi sebenarnya untuk apa kekuatan sebesar ini jika ia tidak bisa melindungi siapa pun untuk apa kekuatan ini jika ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Dari pojok ruangan Alvaro sudah terlihat sangat lelah, luka yang ia dapatkan cukup banyak untuk membuat nya kesakitan.
"Hah...hah..." Alvaro menumpukan tubuh nya di pedang yang ia tancapkan di lantai ia benar-benar lelah.
Althea yang melihat itu berinisiatif untuk bergerak di dekat Alvaro namun sebelum itu, dari depan seorang musuh mengarahkan pedang nya pada Alvaro yang tidak siap. Namun belum sempat ujung pedang itu mengenai Alvaro pedang itu terlebih dahulu terlihat darah yang mengalir dengan deras nya.
Membasahi lantai, Althea yang melihat nya dengan kedua matanya langsung berlari jantung nya berdegup kencang. Hati nya tersayat melebihi ketika sang bibi berpulang seraya menggenggam tangan nya.
Ia takut satu orang lagi akan meninggalkan nya tidak! Hal itu tidak boleh terjadi! Tidak Althea belum siap untuk ini..
...
*Author note :
-kaisar (emperor) \= kekaisaran
Permaisuri (Empress)
-raja (king) \= kerajaan (kingdom)
Ratu (queen)
1 kekaisaran terdiri dari beberapa kerajaan.
.....
Halo semua~
Maaf udah lama gak update yuk dukung author biar semangat update nya dengan click like, vote, favorit dan jangan lupa coment karna satu dukungan dari kalian itu sangat berarti buat Author.
__ADS_1
See you next time~
Ran.nace