
....
Kerajaan Astrantia yang beberapa bulan lalu baru saja mengalami hal tidak mengenakan di pesta pernikahan Raja dan Ratu mereka kini kembali di buat ramai dengan kemunculan seseorang dengan mata merah dan rambut perak khas milik nya.
Benar Altheana lunar de Amaryllis putri Duke Amaryllis yang kini menjadi perbincangan di mana-mana.
"Dia pengguna sihir gelap!"
"Orang itu pasti monster!"
"Katanya dia mengacaukan pests ulang tahun count marrygold dan membekukan para penjaga."
"Monster!"
"Iblis!"
....
"Apa ini sudah cukup Lady?" Tanya Lucas seraya menyerahkan surat kabar berisi berita tentang 'putri Duke Amaryllis yang di rasuki iblis' Althea tertawa melihat isi berita itu.
"Hahahah di rasuki katanya," Ucap Althea di tengah tawa nya. "Ehhemm.. Tidak naik menertawakan kerja keras orang Lady," Ujar Lucas yang juga tengah menahan tawa nya.
"Memang tidak sopan tapi saya juga penasaran, waktu itu Lady bilang genetik dari mendiang Duchess tapi saya butuh penjelasan yang lebih mendetail." Althea tersenyum mendengar rasa penasaran Lucas.
"Kau tau akan mati jika menghianati kepercayaan ku kan?" Tanya Althea seraya mengaktifkan mode iblis nya. Lucas menelan saliva nya merasakan takut, namun ia menggangguk mengiyakan.
"Ibu ku bukan manusia." Mendengar perkataan Althea Lucas membulat kan matanya kaget. "Lebih tepat nya ibu ku berasal dari Ras iblis dan karna ayah ku manusia jadi bisa di bilang aku ini setengah manusia dan setengah iblis, mahluk seperti ku biasanya di sebut half Devil." Lucas masih mencerna semua perkataan Althea.
Ras iblis? Jadi selain manusia memang ada Ras lain lagi? Jadi selama ini Duke Amaryllis memiliki istri yang bukan manusia, jadi Lady yang selama ini ia layani bukan lah manusia seutuh nya?
Kalau melihat ke masalalu penjelasan Althea cukup masuk akal mengingat nona bangsawan mana yang berani memelihara harimau putih yang begitu buas. Tapi selama ini Lucas pikir selera Althea hanya sedikit unik tapi tertanya jauh dari yang ia bayangkan.
"Makanya anda menertawakan berita ini? Karna anda bukan di rasuki tapi memang benar-benar Ras iblis?" Althea mengangguk. "Wahh yang benar saja," Ucap Lucas masih tidak percaya.
"Jadi, apakah Alvaro sudah tau kalau aku kembali?" Tanya Althea, Lucas langsung memasang raut wajah serius. "Dari pengamatan saya, yang mulia belum menyadari kedatangan Lady, seperti yang sudah saya jelas belakangan ini yang mulia masih sibuk dengan masalah kerajaan." Althea Menggangguk mengerti. "Bukankah lebih menyenangkan menambah masalah untuk orang yang sedang sibuk?" Ucap Althea. "Lady benar, pasti sangat menyenangkan."
Di tengah percakapan mereka Lucas mengeluarkan sebuah undangan dengan cap kerajaan. "Tersegel dan sesuai permintaan Lady," Kata Lucas saat menyerahkan undangan itu pada Althea.
"Terima kasih, kau memang bisa di andalkan."
...
Beberapa hari sebelum debutante para Lady yang sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk terlihat cantik dan sempurna di hari kedewasaan nya.
Debutante adalah sebuah pesta debut yang di adakan untuk para Lady kelas atas yang sudah memasuki usia dewasa yaitu di atas 18 tahun, setelah melewati debutante para Lady di nyatakan dewasa dan bisa debut di pergaulan atas.
Debutante kali ini juga sangat istimewa karna Irene ratu dari astrantia secara resmi melewati usia dewasa nya. Seharusnya sebelum di nobatkan sebagai ratu, putri Mahkota harus lebih dulu melewati debutante dan Althea sendiri pun akan melewati debutante nya di musim ini.
Garis bawahi! Kondisi kedua nya istimewa! Di tengah keramaian itu Althea dengan percaya diri nya keluar diantara keramaian itu dan memperlihatkan sisi iblisnya.
"Lagi pula sedari awal aku memang Antagonis tidak masalah kan jika melanjutkan peran itu." Kata-kata itulah yang selalu Althea ucapkan ketika Anne dan beberapa bawahan nya khawatir dengan Althea.
__ADS_1
Rumor tentang Lady Amaryllis terus menyebar bagai oksigen, mudahnya kini seluruh astrantia sudah mengetahui rumor itu. Banyak julukan yang Althea dapat setelah rumor itu menyebar.
Iblis, monster, Lady psychopath, penyihir es, mawar musim dingin, sang pedang mawar dan masih banyak lagi. Althea hanya bisa bangga dengan julukan-julukan itu.
-pasar utama ibu kota Astrantia.
"Nona, anda yakin ingin memesan gaun di sana? Saya bisa panggilkan desainer untuk datang ke mansion," Ujar Anne merasa khawatir. "Itu terlalu mencurigakan Anne, lagi pula tidak ada desainer terkenal yang sedang tidak sibuk di saat seperti ini." Masalah nya adalah mereka berdua kini sedang mencari rumah seorang desainer yang bahkan tidak di kenal, sampai-sampai harus melewati gang sempit.
"Hei bocah! Cepat bayar hutang-hutang ayah mu!!" Suara itu berasal dari pojok gang, awal nya Althea hanya bersikap acuh namun lama kelamaan perkataan kasar orang-orang itu membuat Althea sangat risih.
Althea berjalan mendekati mereka, dua orang pria dewasa dengan badan yang besar dan seorang anak kecil kurus yang tengah tersungkur ketakutan.
"N-nona sebaik nya kita tidak ikut campur." Baru saja Anne berkata demikian, saat tangan salah seorang pria dewasa itu bersiap memukuli anak kecil tadi Althea sudah lebih dahulu membekukan setengah dari tubuh orang itu.
"A-apa ini, aku tidak bisa bergerak!" Rintihnya, pria satu nya lagi berbalik dan melihat Althea yang mata nya tengah bersinar sangat terang meski di siang hari. Pria itu terjatuh saking gemetarnya melihat Althea. "Suara jelek mu itu mengganggu ku," Ucap Althea dingin.
"Berapa hutang anak itu?" Tanya Althea, bukan nya menjawab pria yang tadi Althea bekukan malah gemetar, "m-monster!" Kata pria kurang ajar itu. Althea memutar bola mata nya malas, ia mencabut salah satu permata yang berada di baju nya. "Harga permata ini cukup untuk mu pergi jauh dari astrantia." Pria itu bergidik ngeri dengan ucapan Althea.
Althea mencairkan es pada pria itu dan membiarkan nya kabur, sementara Anne menolong anak kecil tadi. "Kamu tidak apa-apa?" Tanya Anne. "N-nona, t-terima kasih," Ucap anak kecil itu pada Althea meski terbata-bata karna takut.
Althea mengedipkan mata nya beberapa kali dan pergi mendahului Anne, Anne mengeluarkan sebuah jantung berisi koin emas yang ia bawa. Mata anak itu berbinar dan sangat bersyukur, ia bukan nya tidak tahu bahwa Lady yang menolong nya tadi adalah orang yang sedang ramai menjadi omongan masyarakat. Namun sekarang ia yakin Lady dengan rumor itu bukan lah orang yang jahat.
Anne berlari kecil untuk menyamai langkah nya dengan Althea ia tersenyum manis. "Nona menang tidak pernah berubah," Pikir nya.
....
Malam sebelum hari debutante.
"Kau seharusnya mengetuk pintu dulu sebelum masuk Felix," Ujar Althea membuat Felix panik. "M-maaf, aku hanya berpikir untuk segera menemuimu." Althea tidak merespon kata-kata Felix. Felix mendekati Althea dan duduk di sebelahnya.
"Kau yakin tidak ingin pergi bersamaku besok? Akan lebih menarik jika tiba-tiba Lady yang menghilang datang bersama putra mahkota Kekaisaran kan?"
"Aku hanya tidak ingin si bre***k itu berpikir aku balas dendam dengan mengoda putra mahkota Kekaisaran,"
"Kau takut dia cemburu?"
"Tidak, aku hanya ingin bergantung pada pria mana pun." Mendengar perkataan Althea Felix memasanh raut wajah kecewa.
...
Akhirnya tiba waktu penyelenggaraan pesta debutante para Lady yang berlangsung di Istana Ratu. Para Lady terlihat sangat siap untuk menyambut debutante mereka.
Berharap setelah hari itu mereka dapat menggapai impian yang telah lama mereka impikan, namun sayang nya mereka tidak seberuntung itu untuk mendapatkan debutante yang indah.
Para Lady masuk ke ball room satu persatu, gaun-gaun berhiaskan permata, tatanan rambut yang bervariasi sepatu dan aksesoris yang berkilau juga riasan wajah yang menandakan bahwa mereka telah bekerja keras mempersiapkan semua ini.
"Para Lady kali ini sangat tidak beruntung," Ucap Althea dalam hati. Althea berjalan di Koridor istana dengan santai.
Pesta debutante sebentar lagi di mulai, pemeran utama hari ini pun sudah siap menjadi bintang. Benar pemeran utama hari ini Irene de Astrantia.
Dengan percaya diri Althea berjalan menuju ball room, bahkan sebelum para penjaga membukakan pintu dengan mudah Althea membuka pintu besar itu dengan sihir nya.
__ADS_1
Seluruh mata tertuju pada nya, rambut perak yang tergerai indah berkilau di terangi lampu-lampu istana. Gaun unik yang menggabungkan antara seragam kesatria namun memiliki bawahan seperti gaun yang mengembang, warna unggu gelap dan taburan permata layak nya langit malam penuh bintang membuat nya tambah bersinar.
Perlahan para tamu yang hadir di sana mulai menjauh dari gadis bermata merah itu. Rasa terancam dan ketakutan yang mereka rasakan seperti melihat predator buas yang siap menyerang kapan saja.
"M-monster," Ucap salah seorang Lady ketakutan, suara kecil yang gemetar itu menarik perhatian Althea. Althea tersenyum miring ternyata cukup menyenangkan berdiri dengan percays diri tanpa takut rahasia besar nya akan terbongkar.
"Selamat untuk debutante Lady sekalian, seperti nya anda terlalu terkejut dengan penampilan baru saya." Mendengar suara Althea yang sangat dingin membuat seisi ruangan bergidik ngeri. "Kenapa? Aku hanya ingin menghadiri debutante ku, apa aku mengganggu?" Tanya Althea pada salah satu Lady.
"T-tidak," Lady itu menjawab dengan suara yang sangat kecil. Ia tertunduk tidak berani menatap Althea, Althea mengarahkan tangan nya kearah Lady tersebut Lady itu merasa sangat ketakutan namun ternyata Althea hanya memberikan nya sepotong mawar es milik nya.
"Panggil lah aku monster sebanyak yang kalian mau, karna aku memang monster ralat! Aku adalah iblis."
...
Beberapa menit kemudian Irene dan beberapa dayang yang mengikuti nya berjalan menuju ball room. "Yang mulia akan menjadi wanita tercantik malam ini," Ucap salah seorang pelayan. "Tentu saja, yang mulia Ratu adalah pemeran utama hari ini, yang mulia bahkan tidak perlu memakai riasan apapun yang mulia sudah sangat cantik." Irene tersipu mendengar pujian demi pujian yang di lontar kan para dayang.
Benar setelah ini ia akan benar-benar berasa di usia dewasa dan kuasa Ratu mutlak milik nya.
"A-apa yang terjadi?" Celetuk salah seorang dayang kaget melihat pemandangan di depan mereka.
Para penjaga terkapar di depan pintu yang terbuka lebar, suasana yang sangat kacau dan berantakan, ball room bagai danau yang membeku di musim dingin.
Para Lady pun sudah pergi tak tersisa satu pun, hanya tersisa satu orang dengan jubah yang di bordir dengan lambang salah satu keluarga.
Rambut perak yang sangat familiar di mata Irene, postur tegak yang anggun dan berani sekaligus sangat menakutkan dan membuat bulu kuduk merinding.
Althea membalikkan badan nya, rambatan mawar es muncul dari bawah membentuk jalan kecil yang di keliling bunga mawar yang indah.
"Selamat atas debutante anda, yang mulia Ratu."
...
Author note :
*debutante : pesta yang di gelar untuk meresmikan usia dewasa seorang Lady dan meresmikan Lady tersebut masuk dalam pergaulan sosial.
*kenapa bentuk sihir Althea mawar? padahal keluarga nya Amaryllis.
sebenarnya gak ada alasan khusus tapi mawar itu melambangkan cinta, kesucian dan keberanian tergantung warna nya dan mawar itu berduri jadi aku pikir cocok dengan karakter Althea yang punya banyak permasalahan hidup.
*kenapa Irene belum debutante sudah bisa jadi Ratu?
karna posisi nya kerajaan sedang masa kritis, tapi Irene juga gak di berikan wewenang penuh bisa di bilang sebelum debutante itu hanya pajangan dan tugas Ratu di kerjakan Alvaro.
*kenapa Althea boleh ikut dalam urusan negara bahkan sebelum debutante tapi Irene belum boleh?
karna Althea belajar langsung dalam bimbingan Ratu terdahulu jadi di anggap sudah mengerti dan paham dengan urusan negara.
nah sampai situ dulu ya!
see you next chapter!
__ADS_1
-Ran. nace