Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
22. kerajaan Astrantia


__ADS_3

-Astrantia kingdom


Semenjak kejadian malam itu Alvaro benar-benar di sibukkan dengan berbagai macam pekerjaan tak peduli seberapa lelah nya ia tidak bisa beristirahat walau sejenak.


"Yang mulia, utusan dari kerajaan Anemone dan craspea sudah menunggu anda." Alvaro bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ruang rapat dengan Lucas dan Jake sekertaris pribadi nya.


"Maaf telah membuat Anda sekalian menunggu," Ucap Alvaro ramah. "Saya tidak mengira yang mulia langsung yang akan menemui kami, karna seperti yang Anda tahu ini adalah tugas Ratu," Ucap seorang Lady utusan dari Kerajaan Anemone.


"Terima kasih atas perhatian nya Lady, namun saya merasa terhormat bisa bertemu Anda semua secara langsung, saya harap kerjasama antar kerajaan bisa terus berjalan harmonis," Ucap Alvaro berusaha ramah, bagaimana pun juga kedua kerajaan ini adalah kerajaan yang sangat sulit menjalin kerjasama namun berkat Althea keajaiban bisa terjadi.


"Anda sangat rendah hati yang mulia, namun saya kurang yakin atas keharmonisan kerjasama antar kerajaan, Anemone merasa kinerja Astrantia belakangan ini sangat merugikan. Karna itu saya datang kemarin sebagai utusan yang menyampaikan kekecewaan yang mulia Ratu pada Astrantia." Alvaro tidak bisa berkata apapun ini sudah kesekian kali nya utusan dari negara lain datang dan menyampaikan hal yang sama.


"Yang mulia Ratu crespea juga menyampaikan hal yang sama yang mulia, apabila satu bulan kedepan pihak kami masih di rugikan makan yang mulia Ratu akan menghentikan kegiatan kerjasama antar kerajaan." Alvaro tersentak tangan nya mengepal, bagaimana bisa hanya satu orang yang pergi saja kerajaan ini begitu kacau.


"Yang mulia meski Lady Amaryllis saat ini merupakan buronan, kami mengakui kinerja beliau dalam hal pekerjaan, mohon maaf apabila lancang namun kami berharap lebih pada Ratu Irene." Percayalah kedua utusan Ini adalah salah seorang dari banyak nya tamu yang hadir saat itu.


Meski saat itu Althea memang sangat menakutkan namun mereka masih menghormati Althea sebagai seorang yang kompeten dalam mengurus negara. Penyihir saat ini memang lah sudah sangat jarang namun di beberapa negara masih tersisa beberapa penyihir yang membantu jalan nya kerajaan.


...


"Yang mulia ini sudah kesekian kali nya ada kerajaan yang ingin memutus kerja sama. Keuangan istana pun jumlah nya semakin menurun hal ini juga berdampak pada rakyat, " Ucap Jake yang tengah membacakan laporan pada Alvaro.


Alvaro memegang pelepis nya, Astrantia benar-benar sangat kacau saat ini. Alvaro tahu bahwa Irene sedang mempelajari hal-hal yang akan menjadi pekerjaan nya namun waktu yang di butuhkan pun tidak sesingkat yang Alvaro harapkan dan sebelum Irene siap Alvaro lah yang harus mengambil alih pekerjaan nya.


Malam pun telah tiba, waktu nya orang-orang untuk beristirahat dari lelah nya aktifitas di hari ini.


"Yang mulia setidaknya tidur lah di kamar anda, tidur di sofa setiap hari juga bukanlah hal yang baik," Kata Lucas sebelum pergi meninggalkan ruangan.


Selesai mengerjakan dokumen-dokumen hari ini Alvaro merenggangkan tubuh nya ia benar-benar lelah mungkin ada benar nya apa yang di katakan Lucas. "Aku berasa bersalah pada Rene, setelah masa kritis ini berakhir aku membawanya ke Tempat-tempat indah.

__ADS_1


*krieeettt...


Saat membuka pintu Alvaro dapat melihat Irene yang tengah terlelap dalam tidur nya. Alvaro mendekati Irene seraya berusaha melangkah tanpa suara. "Maaf ya aku tidak pernah bermaksud untuk bertengkar dengan mu, aku mencintaimu Rene, " Ucap Alvaro lembut seraya mengecup dahi Irene.


Pagi pun datang dan Alvaro sudah siap untuk kembali bekerja, sementara Irene yang tadi nya masih terlelap perlahan membuka matanya. "Tidur lah sebentar lagi," Ucap Alvaro seraya mengecup pipi Irene. "Aku bahkan bari melihat mu, kamu sudah mau pergi?" Tanya Irene dengan raut wajah sedih.


Alvaro mengelus pelan pipi Irene, "setelah semua ini selesai aku janji akan meluangkan waktu untuk mu." Alvaro pun meninggalkan kamar mereka dan berangkat menuju ruang kerjanya.


Bagaimana pun ia harus bekerja keras dan kini Alvaro menyadari betapa besar kontribusi Althea dalam kedamaian Astrantia, meski saat itu Althea mengacaukan nya namun Althea hanya menghancurkan pekerjaan yang dengan susah payah gadis itu perjuangkan.


...


Astrantia sejak masa raja pertama adalah kerajaan kecil yang damai, kerajaan dengan sejuta pesona yang di miliki nya namun entah sejak kapan tanah yang indah itu di salah gunakan.


Raja terdahulu yaitu ayah dari Alvaro berhasil memperbaiki dan mengembangkan Astrantia di bantu oleh Duke Amaryllis sebagai perisai dan beberapa keluarga bangsawan sebagai penopang nya.


Tiba-tiba seorang berpakaian hitam datang dan menghamburkan pikiran Alvaro, orang itu adalah salah satu shadow yang di utus Alvaro untuk menyelidiki lebih lanjut terkait kematian sang ayah yang masih mengganjal.


"Yang mulia informan yang kita utus berhasil menemukan sesuatu yang berkaitan dengan kematian raja terdahulu." Memang benar raja terdahulu meninggal akibat melindungi Alvaro namun jika di katakan seharus nya luka itu sembuh dalam beberapa hari dan di awal pengobatan kondisi raja terdahulu pun sangat bagus.


"Katakanlah." Shadow itu mengangguk. "Beberapa orang menyatakan bahwa sebenarnya kondisi raja terdahulu sudah memburuk sejak awal, beliau mengkonsumsi racun bunga wolfbane dengan dosis yang semakin meningkat, " Jelas shadow tersebut, Alvaro membulatkan matanya. "Racun kata mu? Jadi benar perkataan tabib waktu itu!"


"Yang mulia mohon maaf tapi tubuh yang mulia raja terdahulu menunjukkan kondisi yang aneh, luka yang di dapat yang mulia tidak lah mengandung racun apapun namun gejala yang terlihat dari tubuh yang mulia raja terdahulu sangat lah membingungkan."


"Kalau begitu saat ini pelaku bisa saja masih berkeliaran di istana dengan bebas, racun wolfbane sangat sulit di dapat karna itu bukan lah yang tidak mungkin mengetahui siapa dalang di balik semua ini. Cari tahu lebih lanjut!" Titah Alvaro. "Baik yang mulia," Ucap shadow tersebut sebelum meninggalkan Alvaro.


....


-perbatasan Astrantia-celosia

__ADS_1


Althea tengah menulis surat untuk seseorang, dengan canace yang tengah tertidur juga Felix yang menemani Althea.


"Althea, kamu benar-benar ingin kembali ke Astrantia?" Tanya Felix dengan nada serius. "Bukankah kita sudah membahas ini? bagaimana pun Astrantia adalah tanah kelahiranku, aku juga tumbuh di sana jadi Astrantia adalah rumah yang harus aku lindungi," Jawab Althea dengan percaya diri.


"Sayang sekali anda punya urusan di Kekaisaran mungkin akan menyenangkan melihat ekspresi kaget raja dan ratu yang baru, " Ucap Althea seraya tertawa kecil. Melihat itu tanpa sadar Felix ikut mengangkat ujung bibir nya.


"Jangan khawatir aku akan menyusulmu," Kata Felix seraya mengelus pelan puncak kepala Althea.


Kepada Anne..


Pertama-tama maaf membuat kalian khawatir, aku baik-baik saja dan sebentar lagi akan kembali ke Amaryllis karna itu tolong persiapkan semua yang di perlukan aku akan kembali..


-Altheana Lunar De Amaryllis


"Canace tolong sampaikan ini pada anne ya," Ucap Althea seraya menyerahkan surat itu pada harimau putih kesayangan nya.


"Astrantia tunggulah aku akan kembali meski menjadi seorang penjahat sekalipun aku tidak akan membiarkan kalian hancur. Alvaro, Irene maaf karna aku memutuskan untuk kembali dan membuat kalian menderita perlahan-lahan meski berteriak sakit pun aku tidak akan berhenti."


...


hallo semuaaa ada yang penasaran sama chapter selanjutnya? atau ada yang mulai simpati sama Alvaro dan Irene tulis di kolom komentar yaa aku berharap bisa komunikasi sama kalian-kalian readers tersayang.


hope you Like it! jangan lupa like, coment, vote and share ke teman-teman kamu yang suka juga dengan cerita tema kerajaan. oh iya kalau kamu mau kepoin aku bisa ke ig @ran.nace ya di sana aku bakal upload fakta-fakta dan hal-hal menarik tentang menulis juga pastinya ada part khusus menjadi duchess iblis dong!


oke segitu dulu thank you for supporting me~


see you tommorow


-Ran.nace

__ADS_1


__ADS_2