
Di pagi hari yang cerah felix dan Althea memulai hari dengan berlatih pedang, kedua nya bertarung tanpa menggunakan sihir. Suara pedang mereka terdengar sangat nyaring hingga membangunkan seseorang.
"Hei! Tidak baik membangunkan orang di tengah tidur nyenyak nya," Ucap Pria bermata hijau itu dari jendela kamar yang di gunakan nya.
"Turun dan berlatih lah pangeran pemalas!"
*flashback*
Seorang anak laki-laki tengah bersandar di bahu sang ayah, menatap lurus kearah taman di depan nya dengan mata berkaca-kaca.
"Ayah, apa kakak membenci ku?" Tanya anak laki-laki itu. Sang ayah mengelus puncak kepala putra nya dengan lembut. "Kakak hanya terlalu mencintai ibu dan ibu juga sangat-sangat mencintai mu."
Alexiel Noah de Wisteria, putra kedua dari Kaisar Wisteria pewaria tahta kedua setelah sang kakak Felix Ludwig de Wisteria. Masa kecil Alex tidak bisa di bilang menyenangkan namun bukan lah sebuah kisah sedih juga.
Kedua pangeran itu telah kehilangan ibu mereka sejak Alex di lahirkan, Rasa sedih yang membuat Felix kecil enggan menerima kehadiran sang adik. Bagi Felix sang ibu adalah segalanya, ia mencintai ibu nya bahkan lebih dari yang ia perlihatkan.
Sang ibu meninggal akibat energi iblis yang terlalu kuat, jadi begini kaisar adalah seorang iblis murni dan Mendiang permaisuri adalah manusia.
Seisi Istana iba melihat Alex yang selalu di tolak oleh Felix, karna itu seisi Istana selalu bersikap baik dan lembut pada Alex.
"Kakak!" Panggil Alex kecil setiap ia melihat Felix. Namun sekeras apapun Alex memanggil sang kakak, Felix tidak pernah melihat pada nya.
Malam purnama merah ketika Alex berusia tujuh tahun. Alex terbaring lemas di ranjang nya dengan mata merah menyala dan aura yang menyebar ke mana-mana. Sang ayah selalu menemani di samping nya. Alex berbeda dengan Felix yang kuat.
Alex cenderung lebih lemah dan Lembut, karna itu kaisar khawatir akan Awakening Alex. Saat seorang Iblis Awakening mereka menukar sesuatu dengan kekuatan yang mereka dapat.
Misal Felix memiliki emosi yang cukup tinggi saat Awakening, ia marah sedih juga kacau saat kehilangan sang ibu. Tanpa di sadari Awakening Felix Mengikuti perasaan itu Api adalah kekuatan yang ia dapat kan dari kemarahan dan rasa ingin menghancurkan.
"A-ayah sakit," Erang Alex serasa menggenggam tangan sang Ayah. Pandangan mata Alex mulai bubar, jantung nya berhenti berdetak, nafas nya tidak lagi Berhembus.
"Lex.. Alex!!" Panggil kaisar saat menyadari putra nya sudah tidak sadar kan diri. Kaisar menitikan air mata melihat putra terakhir nya sudah tidak bernyawa.
Dini hari itu suasana menyesakkan dirasakan seisi istana, begitu juga dengan Felix yang masih terjaga hingga saat ini. Felix melangkahkan kaki nya menuju lilin yang berada di samping ranjang nya. Seketika Felix menghilang kedalam api itu, ia berteleportasi menuju kamar Alex.
Melalui lilin yang ada di sana Felix keluar dengan mata merah menyala. Felix mendekati Alex tanpa ekspresi apapun baik sedih, senang atau apa pun itu. Ia hanya melihat sang adik yang sudah tidak bernyawa.
Saat Felix hendak kembali ke kamar nya, ia kembali mendengar detak jantung Alex, aura Alex kembali tersebar kemana-mana Aura berwarna hijau yang menyegarkan bagai embun di pagi hari.
Dari arah jendela sinar berwarna hijau muncul, dahan pohon menerobos masuk lewat jendela dengan daun-daun yang menyala. Dahan itu mendekati Alex seketika cahaya hijau itu bersinar semakin terang.
...
Keesokan pagi nya...
Mata Alex perlahan membuka, rasa sakit yang luar biasa menyerang kepala Alex.
__ADS_1
*hachii.. Bersin Alex saat sesuatu seperti bulu berada di depan hidung nya. Samar-samar Alex melihat bayangan Felix namun setelah penglihatan nya semakin jelas ternyata sosok itu bukan lah manusia. Melainkan seekor burung merak cantik yang ekor nya sedang mekar.
Alex terlihat kebingungan dengan semua ini, burung merak itu mendekat dan duduk di pangkuan Alex. "H-hai" Ucap Alex kaku.
Alex mencoba mengelus bulu-bulu burung merak itu, "Chloe," Celetuk Alex masih mengelus bulu demi bulu yang ada pada buruk merak yang sekarang bernama Chloe itu. Chloe yang senang menyenderkan kepala nya pada Alex.
Sinar berwarna hijau itu kembali lagi, dengan mata Alex yang ikut merah menyala. Alex membulatkan mata nya saat tiba-tiba banyak sekali tanaman yang memenuhi seisi ranjang nya.
*ceklek...
Pintu kamar Alex terbuka menampakkan kaisar yang sangat terkejut melihat putra nya hidup kembali dengan Kekuatan baru yang ia punya.
...
Dua tahun kemudian..
Kondisi Alex sudah kembali normal, sang ayah juga mengajarkan bagaimana cara mengendalikan sihir milik nya.
Namun hubungan nya dengan Felix masih sama, tidak ada perubahan. Felix masih bersikap dingin pada Alex namun Alex sama sekali tidak menyerah atas Felix ia ingin sang kakak juga menyayangi nya.
Alex duduk di atas dahan pohon bersama dengan Chloe seraya memakan 1 buah apel. "Chloe, menurut mu kenapa kakak sangat membenci ku? Aku bertanya apa seluruh orang di istana tapi tidak ada yang menjawab nya," Ucap Alex sedih seraya memajukan bibir mungil nya.
Belum sempat Chloe menjawab pandangan mata Alex teralihkan oleh seekor burung Phoenix berselimut api yang terbang dengan sangat cepat.
Malam pun datang saat Alex masih saja menunggu Felix kembali, namun sang kakak belum terlihat sejak tadi Aura nya pun tidak berada dalam istana.
Alex memutuskan untuk masuk dan kembali ke kamar nya, ia hanya ingin di akui oleh Felix tidak lebih.
...
Keesokan pagi nya Alex sudah berada di meja makan, tak seperti biasanya kini Felix duduk di sebelah Alex. Ia menepuk puncak kepala sang adik membuat Alex kebingungan namun sangat senang.
Sang ayah tersenyum, meski entah ada angin apa tiba-tiba Felix berinisiatif mendekati Alex namun ia sangat senang melihat kedua putra nya duduk bersama seraya tersenyum di pagi yang cerah ini.
Kaisar melirik kursi kosong yang ada disebelah nya, ia menepuk pelan kursi milik mendiang permaisuri itu. "Lihat sayang, Felix akhirnya bisa menerima kehadiran Alex."
"Ayah," Panggil Felix tiba-tiba. "Ada apa nak?" Tanya kaisar. "Apakah Duke Amarylis memiliki putri?" Pertanyaan Felix hampir membuat kaisar tersedak. Mengapa putra nya tiba-tiba bertanya hal yang biasa nya tidak menarik bagi seorang Felix.
"Tentu, Duke punya satu anak perempuan kalau tidak salah namanya Altheana." Felix mengganguk. "Dia juga half devil," Ucap Felix tiba-tiba membuat kaisar tersentak, bagaimana Felix tau?
"Ayah tidak akan memaksa ku menikah dengan siapapun kan?" Tanya Felix memastikan. "Tentu, kau bebas menikahi wanita yah kau cintai ingat! Hanya satu," Jawab kaisar tegas. "Kalau begitu Altheana milik ku."
*backnow*
Bukan nya turun Alex malah menonton sparring sang kakak dan Althea bersama dengan chloe yang bertengger di jendela kamar Alex. Rasa nya seperti bernostalgia pada masa di mana Felix menerima kehadiran nya.
__ADS_1
Kalau bukan karna Althea yang menceramahi Felix mungkin saat ini Alex dan Felix masih berjauhan dan mungkin semakin jauh.
"Alex!" Panggil Felix sekali lagi.
"Iya aku datang!" Alex melompati jendela dari lantai tiga itu. Namun tentu saja ia tidak terluka. Dahan pohon menangkap nya dan membawa nya turun dengan selamat.
Begitu lah Alexiel Noah de Wisteria, pangeran kedua dari Kekaisaran Wisteria sekaligus Half devil yang berbakat meski agak jahil tapi sebenarnya ia pria yang cukup baik dan memiliki banyak penggemar di seluruh benua.
....
Funfact tentang Alex
Pernah dapat kelas penerus.
Di episode sebelum nya kita tahu Alex sering menggantikan Felix menjalankan
Tugas nya, tugas di sini biasa nya tugas luar ya di mana Felix harus berinteraksi dengan orang luar, menjadi juri atau meresmikan sesuatu, untuk tugas inti selalu di kerjakan Felix sendiri.
Dokter tersembunyi
Sihir Alex sendiri berkaitan dengan alam, karna itu Alex tertarik mempelajari berbagai macam tumbuhan yang sebagian besar diantara nya obat dan herbal.
Cara kerja Chloe
Kalau kalian melihat di pertarungan Canace sering bantu Althea atau candle yang pernah mengantar surat untuk Althea. Chloe sendiri biasa nya di gunakan Alex untuk menjahili orang (jangan di tiru ya) tapi di saat-saat tertentu Chloe juga bisa jadi tim medis dan kesatria yang handal.
Sekian funfact tentang Alex hehe~
Terima kasih buat kamu yang setia baca Menjadi duchess iblis yukk bantu aku dengan coment, like, vote dan share share ke teman-teman kamu~
See you next chapter~
-Ran.nace
__ADS_1