
Sudah seminggu semenjak Althea menjalankan hukuman kurungan yang di berikan Alvaro sepanjang hari Althea hanya menatap jendela, berjalan di taman kediaman Duke tanpa berbicara dan menyapa siapapun mungkin orang lain yang melihat akan merasa Althea telah kalut.
Padahal sebenarnya Althea sedang memutar otak nya agar bisa mencari tau siapa dalang dari semua ini, ia mengirimkan kupu-kupu es milik nya untuk memberikan informasi tentang orang-orang yang ia curigai.
Namun hasil nya nihil, hari-hari berlalu begitu saja ada satu kupu-kupu yang tidak kembali pada Althea dan ia yakin orang itu adalah salah satu kandidat terkuat yang menjadi dalang dari semua ini.
Dari beberapa nama Althea sudah mengetahui gerak gerik siapa yang paling mencurigakan, namun ia tidak punya bukti dan siapa pun tahu kerajaan tidak akan menerima gugatan tanpa bukti. Terlebih sekarang Althea adalah tersangka utama nya.
Althea menghela nafas nya lagi-lagi ia dihadapkan dengan situasi di mana ia tidak bisa melakukan apa-apa, Althea mengepalkan kedua tangannya membuat tangan nya tergores oleh es milik nya sendiri.
Canace menghampiri Althea dan duduk di belakang Althea seraya meminta Althea untuk bersandar padanya.
"Terima kasih." Althea benar-benar tidak tahu harus bersandar pada siapa, belum lama ini Duke di tugas kan untuk menjadi panglima perang antara Astrantia dengan negara tetangga. Ia berharap semua nya akan baik-baik saja Althea berdoa agar tidak ada lagi orang yang pergi jauh dari nya.
....
"Bagaimana bisa sampai sekarang belum ada petunjuk apapun!!" Kesal Alvaro setelah mendengar laporan mengenai para tersangka.
"varo," panggil Irene yang baru saja memasuki ruangan. entah kenapa belakangan ini Irene cukup mengganggu bagi Alvaro.
"aku yakin pelakunya adalah putri amaryllis." Alvaro mengerutkan kening nya ia tahu Althea adalah tersangka utama namun masih ada sedikit keraguan pada diri Alvaro setelah melihat air mata Althea waktu itu perasaan nya seperti tercampur aduk.
"Aku tidak mau menyimpulkan secepat itu, lagi pula belum ada bukti yang menyatakan Altheana bersalah," ucap Alvaro masih sibuk dengan dokumen Yang ada di depan nya. "Kau kenapa varo!! Belakangan Ini selalu saja membela wanita itu!! Ada apa dengan mu!!" Bentak Irene pada Alvaro.
"Kau yang kenapa!! Aku bahkan tidak pernah membandingkan mu dengan dia tapi kenapa kau selalu membawa-bawa Altheana di setiap hal!! Berfikir lah dengan otak mu bukan dengan mu!" Mata Irene berkaca-kaca setelah mendengar perkataan Alvaro, rasa nya benar-benar sakit bukan kah wajar jika ia khawatir Alvaro akan lebih memilih Althea?
Althea memiliki segala nya, kecerdasan, kecantikan wibawa sementara ia hanya seorang gadis yang entah bagaimana bisa tersesat di dunia yang bahkan ia tidak tahu ada di mana. Irene hanya sendiri sementara Althea punya banyak orang di samping nya.
jarum jam terus berputar, hari ke hari telah berlalu sudah tepat tiga minggu sejak Althea menjalani hukuman kurung nya dan berita duka tentang sang raja telah tersebar di mana-mana.
Air hujan membasahi seluruh Astrantia, menambah gelap nya warna dalam suasana duka, Althea tidak bisa menangis sekali lagi ia hanya bisa diam tanpa suara.
__ADS_1
Mungkin penyelidikan akan di tutup dan Althea sudah pasti akan menjadi pelaku, ia tidak tahu harus berbuat apa mungkin ini memang saat yang tepat untuk mengakhiri semua nya mungkin dengan ia meninggalkan dunia ini semua nya akan jauh lebih indah.
Althea berjalan keluar mansion ia berdiri di depan mansion dan membiarkan diri nya tergulur hujan yang yang sangat lebat. Beberapa penjaga yang berasal dari istana mencengah Althea keluar dari area mansion Duke namun Althea menghiraukan nya ia menghentakkan kakinya pelan seketika air hujan yang jatuh bersinar dan tiba-tiba muncul lah canace dari tetesan hujan itu.
Mata canace bersinar biru loreng di tubuh nya pun ikut bersinar, canace mengaum sekencang-kencangnya membuat tidak ada seorang pun yang berani mendekati mereka.
Althea menengadah kan kepala nya ia memejamkan kedua matanya membiarkan kedua mata itu berganti warna, saat Althea membuka kedua matanya air hujan yang sedang mengguyur seluruh Astrantia berubah menjadi butiran salju yang sangat halus. Salju itu turun dengan perlahan tak seperti hujan yang sangat deras.
Perlahan-lahan Astrantia di penuhi salju, pemakaman yang sempat terhambat karna hujan pun kini dapat di lanjutkan lagi, tapi ada yang aneh kenapa tiba-tiba datang salju sebanyak ini memang sudah memasuki musim dingin tapi bahkan udara nya belum sedingin itu.
Alvaro menginjakan kaki nya di tumpukan salju yang tidak begitu tebal. Ia berniat untuk menghampiri makam sang ayah namun sebelum sampai ia tiba-tiba datang sebuah angin yang sangat kencang, dari angin tersebut terdapat salju yang perlahan membentuk sebuah sosok.
Sosok berjubah putih dengan gaun panjang nya Alvaro tidak bisa melihat jelas karena angin itu menghalangi pandangan nya. Ia hanya melihat wanita dan seekor makhluk besar berwarna putih di samping nya.
Wanita itu meletakkan bunga yang entah datang nya dari mana seraya mengelus pelan batu nisan yang berada di depan nya.
"Yang mulia!" Panggil sekertaris Alvaro, Alvaro mengedipkan matanya beberapa kali memastikan apa yang ia lihat itu bukan sekedar imajinasi.
Para bangsawan yang ada di sana pun terkejut bukan main, siapa wanita itu apa hubungannya dengan mendiang raja.
...
*Flash back*
Seorang pelayan membawa botol kecil berisi cairan berwarna merah muda, ia membawa nya kesebuah gudang kecil yang berada di ujung istana. "Ini yang anda minta." Ucap pelayan tersebut kepada seorang wanita berambut hitam legam.
"Kalau begitu kemari lah," ucap nya pada pelayan dengan senang hati pelayan itu mendekat ia berpikir majikan nya itu akan memberi nya imbalan sesuai yang di janjikan namun *sreettt darah mulai mengalir dan membasahi lantai. Wanita itu tersenyum sinis "apapun akan ku lakukan untuk bertahan hidup."
Dari belakang seorang laki-laki bertubuh tinggi menghampiri wanita itu sekilas ia melihat botol yang di pegang wanita itu lalu tersenyum "pilihan yang bagus nona, ah bukan yang mulia putri mahkota."
....
__ADS_1
Setelah kembali Althea menutup rapat-rapat pintu kamar nya sampai tiba-tiba perapian di dekat nya menyala dengan sendirinya, Althea terkejut bukan main ketika api itu menyambar keluar dan membentuk sebuah surat.
Althea segera mengambil surat itu meskipun ia tidak tahu siapa yang mengirim nya setelah ia memegang surat tersebut entah kenapa tiba-tiba warna mata nya berubah tanpa bisa ia kendalikan.
Kau pasti bertanya-tanya siapa aku, tapi maaf aku belum bisa memberitahukan nya pada mu yang jelas kita sama belajar lah untuk menerima perbedaan pada diri mu, kuat kan lah hati mu karna dunia tidak sebaik itu...
Kita akan bertemu sebentar lagi maka dari itu jadilah kuat saat kita bertemu...
Di sebuah ruangan pria bermata biru melihat kearah perapian di dekat nya, tak lama api itu berubah menjadi sebuah burung Phoenix yang sangat indah. "Bagaimana, apa dia menerima surat nya?" Tanya pria itu pada burung yang kini berada di lengan nya.
*Cuittt... Pria itu tersenyum kecil, sampai sebelum seorang yang sangat mirip dengan nya masuk dengan burung merak yang mengikuti nya.
"Hei kak! Lagi-lagi kau menyuruh candle mengawasi nona Amaryllis?" Tanya sang adik. "Mengantar surat," jawab pria beriris biru itu.
"Ayolah kenapa tidak langsung dekati saja! Aku lelah menggantikan mu menjalankan tugas hah..yang benar saja aku juga ingin jatuh cinta ya walau tidak Segila kau." Tiba-tiba suasana begitu hening seperti tau apa yang akan di lakukan manusia di depan nya burung merak bernama chloe itu menjauh dari sang majikan.
Benar saja seketika pria beriris biru itu melemparkan bola api pada sang adik. "Huaaaa...aku janji tidak akan meledek kakak lagi."
Pria berambut hitam itu menatap langit di balik jendela mata nya yang semula biru berganti menjadi merah "ku harap kita segera bertemu Thea."
....
halo semuanya~
maaf ya baru update sekarang gimana nih episode kali ini? yuk coment di bawah! kira-kira siapa ya pelaku nya ada sudah menerka-nerka? atau siapa ya dua kakak beradik di scene akhir?
kalau penasaran ikutin terus 'menjadi duchess iblis' ya jangan lupa click like vote coment dan share sebanyak-banyak, semakin banyak dukungan dari kamu semakin semangat aku lanjutin novel ini..
oke segitu dulu see you next time~
Ran.nace
__ADS_1