
-Astrantia kingdom.
Sinar mentari yang hangat menerangi ibu kota Astrantia, suasana riuh nya pasar orang-orang berlalu lalang tanpa adanya rasa gelisah sedikit pun.
Kejadian di malam pernikahan Raja dan Ratu mereka bagai hembusan angin yang ada namun tak pernah di sadari jangankan masuk sebagai kenangan pahit atau peristiwa menyeramkan mereka mengungkit nya saja tidak.
Tak pernah ada perbincangan apapun setelah kejadian itu, bahkan bangsawan pun tak berani menjadikan nya sebagai topik obrolan.
Di antara ramai nya suasana terlihat dia orang dengan jubah hitam yang berjalan menuju mansion duke yang berada tak jauh dari perbatasan ibu kota. "Padahal kakak menawarkan anda kereta kuda yang mewah lady," Ucap pria berjubah hitam dengan seorang kucing putih yang berada dalam pelukan nya.
"Aku yakin setelah kejadian itu tidak ada satu bangsawan pun bangsawan yang mau berkunjung," Ucap seorang gadis yang berada di samping pria itu. "Anda tidak punya teman ya?" Tanya pria yang tak lain adalah pangeran Alex itu.
"Tidak, hanya rekan bisnis saja," Jawab Althea dengan percaya diri membuat Alex sedikit merasa kasihan. Kedua nya terus berjalan menuju mansion, jangan bilang kalian berpikir bahwa mereka akan menggunakan jalan tersembunyi atau apa pun itu.
"Anda yakin masuk lewat pintu depan?" Tanya Alex sedikit ragu. "Ini rumah ku, tentu saja harus lewat pintu depan!" Alex benar-benar salut dengan pola pikir Althea mungkin ia juga bisa menggunakan cara ini ketika di usir dari wisteria.
Tunggu dulu? Selain Felix tidak ada yang bisa mengusir Alex, jadi seperti nya ia tidak akan menjadi gelandangan.
"Meong.." Entah sejak kapan Alex mulai dekat dengan canace, mungkin karna Alex memang tipe orang yang menyukai hewan.
Althea dan Alex berjalan dengan santai menuju pintu gerbang utama, di sana banyak sekali kesatria dan pengawal dari istana, Althea menyebarkan aura iblis nya yang sangat pekat meski tidak terlihat oleh mata namun aura itu benar-benar membuat sesak.
"Siapa kalian?! Perintah dari yang mulia Raja tidak ada yang boleh masuk kediaman Duke tanpa seizin beliau." Althea tersenyum sinis, seizin Raja? Lucu sekali.
"Yang seperti ini tidak perlu pakai tenaga kan?" Ucap Alex merendahkan. Kesatria dan pengawal itu nampak geram dan mengeluarkan senjata mereka, Althea mengenal beberapa dari mereka bagaimana pun mereka hanya menjalankan perintah si breng**k itu.
"Meong.." Canace yang sepertinya mengerti situasi lompat dari gendongan Alex dan menatap Althea dengan mata berbinar. "Jangan sampai ada yang mati ya, kita butuh masih butuh mereka," Ucap Althea mengingatkan.
Canace yang tadi nya masih berwujud kucing berbulu putih perlahan berubah mengikuti langkah kaki, loreng canace bersinar, di ikuti para kesatria yang terkejut bukan main, hewan Sihir? Tapi bagaimana bisa!
Tak punya waktu untuk menjawab rasa penasaran mereka canace mengaum dengan sangat keras, Orang-orang di dalam mansion pun terkejut namun setelah nya mereka tersenyum.
__ADS_1
"Sepertinya si kecil itu bersenang-senang," Ucap Anne diangguki pelayan lain. Benar mereka sudah tau Althea akan datang hari ini dan merebut kembali hak nya sebagai pewaris tunggal Duke Amaryllis.
*flashback*
Kediaman Duke Amaryllis yang tadinya begitu damai berubah menjadi sangat kacau, setelah kejadian malam itu pewaris tunggal Duke Amaryllis yaitu Lady Altheana menghilang tanpa jejak bukan hanya itu saja bahkan ia menjadi seorang burunan!
Hari-hari berlalu begitu saja bahkan tempat latihan bagi para kesatria yang di latih di bawah naungan keluarga Amaryllis yang setiap hari nya selalu ramai kini benar-benar sepi.
Para pelayan pun mulai tidak nyaman terus tinggal di masion yang tidak mempunyai tuan rumah, terlebih adanya pengawal dan kesatria yang diutus yang mulia raja yang memperburuk keadaan.
"Anne maaf kami tidak bisa terus bekerja di sini," Ucap dua orang pelayan yang kini sudah bersama dengan barang-barang mereka yang sudah di susun rapih.
Ini juga bukanlah kali pertama ada pelayan yang mengundurkan diri di tengah situasi kacau ini, namun Anne yakin Althea tidak akan kabur begitu saja, Anne mengenal Althea sudah sangat sangat lama, ia tahu bahwa Althea bahkan tidak punya waktu untuk itu.
Anne tengah beasa di kamar nya dengan jendela terbuka dan menatap langit malam penuh bintang, di tengah lamunan nya tiba-tiba cahaya berwarna biru muncul.
Cahaya yang perlahan membentuk snowflake, dari sana seekor Harimau putih besar yang ia kenal menghampiri nya dengan Seceratik surat.
Anne membuka surat itu lalu membaca nya, ia tersenyum seraya mengelus bulu-bulu Canace. Anne buru-buru menulis balasan surat itu.
Saya sangat bersyukur nona baik-baik saja, setelah nona pergi pengawal dan kesatria dari Istana mengawasi Mansion, yang mulia Raja juga terkadang datang kemari. Saya harap nona segera kembali dan mengambil alih posisi kosong ini.
-Anne
Anne menggulung surat tersebut dan menyerahkan nya pada Canace. "Tong sampai kan dengan baik ya!" Ucap Anne seraya menepuk pelan kepala Canace.
....
*flashback off*
Althea berjalan masuk ke Mansion Duke diikuti Alex yang masih kagum dengan pesona Canace, memang *familiar itu tak jauh dari sifat pemilik nya.
__ADS_1
*hewan yang tercipta dari sihir pemiliknya.
"Lady Amaryllis!!" Teriak salah seorang kesatria, Althea menghentikan langkah nya. "Benarkah, Anda Lady Amaryllis?" Tanya nya lagi. Bukan nya menjawab Althea mengeluarkan sepotong mawar es milik nya
*sringggg, jlebb!! Althea melemparkan mawar itu kearah Ksatria tadi, mawar yang Althea lemparkan itu perlahan berubah bentuk menjadi senjata yang sangat tajam, beruntung Althea tidak benar-benar menargetkan kesatria itu.
Setelah menancap ke barang pohon, senjata itu kembali lagi kedalam bentuk asli nya yaitu mawar. Mata Althea bersinar merah menandakan sisi iblis nya telah aktif.
"Keluarlah," Ucap Althea dingin, bersamaan dengan itu Althea menghentakkan kaki nya membuat tanah yang di belakang nya membeku dengan cepat dan sangat licin pasti nya.
Membuat para kesatria dengan mudah keluar dari pintu gerbang dan baru saja mereka berpikir untuk masuk Althea menutup pintu gerbang dengan sekali hentakan.
"Wahh, padahal cara mengusirnya tidak perlu sekejam itu loh," Ucap Alex yang sedari tadi hanya memperhatikan.
"Tapi dengan cara itu rumor tentang mu akan lebih cepat tersebar, pilihan yang bagus." Althea mengedipkan matanya beberapa kali untuk menyembunyikan mata merah nya.
"Selamat datang Nona Altheana." Di depan sana sudah berjejer beberapa pelayanan yang masih setia pada keluarga Amaryllis, mereka menyambut Althea dan Alex dengan sangat mengharukan.
...
"Mawar kristal?" Tanya seorang wanita ditengah perbincangan nya dengan salah satu kesatria. "Iya yang mulia Ratu, kedua orang itu mengenakan jubah hitam jadi kamu tidak tahu identitas mereka, namun jika dilihat dari postur mereka adalah seorang wanita dan seorang pria dewasa." Orang yang tak lain adalah Irene itu mulai berpikir.
"Dan mereka juga bersama seekor Harimau putih," Ucap kesatria itu lagi. "Harimau putih?" Tanya Irene. "Benar yang mulia, Harimau putih dewasa yang tampak sangat jinak dengan kedua orang itu." Altheana? Mungkin kah dia? Tapi siapa orang yang bersama nya dah harimau putih benar-benar tidak masuk akal!
"Cari tahu tentang si mawar itu dan jangan sampai yang mulia tahu."
...
hallo semua aku mau minta maaf, padahal aku bilang mau update setiap hari selama seminggu tapi malah stuck di 2 chapter , sebagai ganti nya aku crazy up untuk 3 chapter selamat menikmati.
aku gak akan beralasan sibuk atau apapun, tapi jujur kemarin aku mempersiapkan novel ini untuk seleksi kontrak tolong di doakan ya semoga novel ini bisa menjalin kontrak agar aku bisa update teratur dan menghibur kalian semua pasti nya.
__ADS_1
pardon me and thank you for Reading
-Ran.nace