Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
7. half devil


__ADS_3

Ras iblis memang tinggal di tempat yang berbeda dengan manusia, kedua ras tersebut memang sudah memiliki perjanjian untuk tidak mengusik satu sama lain.


Tak jarang ada bangsa iblis yang berada di kerumunan manusia begitu pun sebalik nya namun semua nya berubah semenjak peristiwa Beratus-ratus tahun itu terjadi.


Peperangan antara dua ras yang saling memperebutkan posisi penguasa, diawali dengan manusia yang iri akan kekuatan yang di miliki bangsa iblis juga ketakutan bahwa suatu hari bangsa iblis akan menyingkirkan kedudukan mereka.


Bangsa iblis yang terusik pun mulai memikirkan hal yang sama dengan manusia, bagaimana jika nantinya bangsa mereka di singkirkan oleh ketamakan manusia?


Peperangan pun terjadi dengan sengit antara kedua belah pihak, tak ada yang mau mengalah hingga kesepakatan pun kembali di buat.


Kesepakatan itu di tulis menggunakan ikrar darah manusia dan bangsa iblis yang saling menyatu.


Dalam kesepakatan tersebut di sebutkan bahwa kedua ras kedepan nya tidak akan saling mengenal, mengusik, dan dalam dunia masing-masing semua hal yang terjadi antara bangsa iblis dan manusia hanyalah sebuah legenda yang tidak nyata.


Namun dalam sebuah peraturan pastilah ada satu dua orang yang melanggarnya, memang benar ikrar darah itu akan mengikat orang-orang yang melanggarnya Maka tak jarang bangsa yang datang dari ras lain akan memiliki umur yang pendek bila terus-menerus berada di dunia yang bukan dunianya.


Tapi dari dua ras tersebut ada pengecualian nya, mereka yang mempunyai dua gen mahluk berbeda di dalam tubuhnya di sebut half devil, benar setengah iblis prestasi kelahiran mereka sangatlah kecil oleh karna itu tak banyak half devil yang terlahir ke dunia.


Tapi jika berhasil lahir maka kekuatan half devil akan melebihi kekuatan iblis biasa.


.....


*Sringgg...tak....sringg


Suara pedang beradu dengan indahnya, Surai perak yang terkena terpaan sinar matahari itu nampak berkilau bagai berlian, mata ber iris keunguan yang terpancar keseriusan tampak indah sekaligus mengerikan jika di pandang.

__ADS_1


"Lebih kuat Thea!!" Ucap Duke Amaryllis dengan nada tegasnya.


*Sringgg...


Althea mengayunkan pedangnya dengan lebih kuat sesuai dengan titah sang ayah, terlihat Duke Amaryllis sedikit bergeser dari tempatnya berdiri namun meski kekuatan Althea lebih besar dari Duke tapi teknik dan pengalaman tidak bisa membohongi.


"Jaga ketenangan mu Thea, jangan biarkan musuh tahu kelemahan mu!" Tegas Duke saat melihat Althea yang memperlihatkan wajah terpojok. Althea hanya mengangguk seraya kembali memainkan arah tebasan pedang nya.


Perlahan tangan Althea mengeluarkan sebuah aura berwarna biru yang merambat membentuk bunga mawar di sekitar pedang nya. Duke yang melihat hal tersebut seketika terdiam mengingat mendiang istri nya yang mempunyai aura yang sangat mirip dengan sang putri.


"Ayah?" Panggil Althea bingung, perlahan rambatan bunga mawar itu menghilang latihan pun berhenti sejenak.


"Ah maaf kita istirahat sejenak," ucap Duke berusaha tersenyum di depan putri tunggal nya. Kedua nya duduk di bawah pohon menatap nanar langit yang warnanya semakin hangat.


"Aura mu itu benar-benar mirip dengan ibu mu, ayah jadi ingat saat pertama kali tahu ibu mu bagian dari bangsa iblis, tapi aura cantik itu lah yang membuat ayah jatuh cinta pada ibumu." Althea tersenyum kecil dan bersandar di bahu sang ayah.


"Apa ayah pernah bertemu half devil lain?" Tanya Althea serius seraya menatap mata sang ayah. Duke tersenyum mendengar perkataan putri nya. "Tentu saja pernah meski tidak banyak, yang ayah tau kebanyakan half devil menikah dengan iblis, karna Manusia mahluk yang menganggap hal berbeda sebagai sesuatu yang buruk." Althea tertawa kecil benar juga kata sang ayah manusia memang mahluk seperti itu.


"Jadi lupakan lah si breng*ek itu dan mulailah fokus, sekarang kamu adalah pewaris Duke Amaryllis dan ayah yakin ibu mu akan senang bila kekuatan besar dalam diri mu kamu gunakan untuk hal-hal baik." Duke mengelus puncak kepala Althea seraya tersenyum, Althea pun ikut tersenyum mendengar ucapan sang ayah.


....


Pagi hingga malam Althea sibuk mempersiapkan banyak hal mulai dari persiapan untuk menjadi penerus dan belajar untuk ujian kesatria yang akan datang dan tentu saja mengajari calon putri mahkota di sela-sela waktu nya.


"Bagian barat Astrantia adalah tempat terjadi nya perang di masa lalu yang menewaskan banyak nyawa, jadi tidak banyak rakyat yang tinggal di sana karna itu anak-anak yang berada di barat cenderung kurang pengetahuan tentang dunia oleh karena itu-" Althea yang tengah menjelaskan permasalahan di dalam kerajaan terganggu dengan sikap Irene yang cenderung tidak peduli.

__ADS_1


"Apa anda mendengarkan yang mulia?" Tanya Althea mulai kesal. Irene hanya mengangguk "ah kira-kira kapan Varo akan selesai?" Tanya Irene pada Althea. Althea berusaha menetralkan kekesalan nya bisa-bisa matanya berubah warna di tempat ini.


Setelah kelas selesai Althea berniat untuk pulang secepatnya ke kediaman Duke mengingat satu hari yang sangat melelahkan ini kembali terulang, di lorong Althea tidak sengaja berpapasan dengan Alvaro yang tiba-tiba mengarah kan pedang nya kearah Althea dan membuat orang yang berada di sekitar mereka terkejut bukan main.


Pipi kanan Althea tergores dan mengeluarkan darah mengotori rambut bersurai perak nya, Althea tersenyum sementara Alvaro berusaha menahan amarahnya.


"Aku tidak tau apa rencana mu yang pasti aku tidak akan membiarkan gadis kejam seperti mu masuk kedalam keluarga kerajaan." Alvaro melewati Althea dengan begitu dingin.


Di tengah gelap nya malam yang penuh bintang Althea berdiri di tengah hijau nya rerumputan ia menggenggam pedang nya, aura berwarna biru mulai muncul bagai cahaya rambatan bunga mawar pun mulai terbentuk, tanaman yang berada di sekitar Althea Perlahan berubah warna menjadi putih.


Iris keungguan Althea mulai bercahaya merah, di sekeliling tubuhnya kabut hitam mulai bermunculan, dengan pedang nya Althea mengiris pergelangan tangan nya Hingga banyak darah yang mengalir dan jatuh ke tanah dan membentuk snowflake yang bercahaya dari sana muncul kupu-kupu bercahaya biru keunguan yang berterbangan diatas gelap nya langit malam.


Althea terbayang akan ucapan Alvaro tadi siang, hati nya sakit bahkan rasa sakit di tangan nya tak ada apa-apanya di banding sakit hati yang ia rasakan.


Althea mengayunkan pedangnya kearah kupu-kupu panggilan tersebut, benar kupu-kupu yang ia panggil berasal dari dunia iblis biasanya di gunakan untuk mengirim pesan, teleportasi, bisa juga di gunakan sebagai teman untuk berlatih dan karna di buat dari darah iblis yang beracun biasa nya orang yang sembarangan menyentuhnya akan terkena racun mematikan milik iblis pemanggil tersebut.


"Aku memang half Devil apa salahnya? Memang siapa yang ingin di lahirkan seperti ini, ibu maaf aku terlalu banyak mengeluh terima kasih telah melahirkan ku." Ucap Althea seraya memandang ribuan bintang yang ada di langit.


Dari jauh seorang bermata merah menyala memandangi Althea dengan tatapan yang tidak a dapat di artikan, kupu-kupu milik Althea hinggap di tangan orang itu lalu terbang kembali, orang itu tersenyum hangat.


"Sebentar lagi aku akan menjemputmu Thea."


...


halo semua maaf sudah lama tidak update, yuk dukung author dengan vote coment and like biar author semangat nulis part selanjutnya.

__ADS_1


see you next time


-Ran.nace


__ADS_2