
Pagi yang cerah untuk memulai hari, kicauan burung terdengar merdu hiruk pikuk para kesatria yang tengah berlatih di bawah hangat nya mentari pagi.
Suara pedang saling beradu membuat irama, gadis berambut perak dengan seorang pemuda dengan gelar kesatria yang berada dalam namanya.
Althea nampak tenang meski pertarungan pagi ini sangat sengit, ia terlihat menikmati setiap kali pedang nya berbenturan dengan pedang lawan nya. Sampai sang lawan yang adalah salah satu kesatria berbakat nampak terdesak dan tidak dapat melawan.
Althea mengulurkan tangannya untuk membantu lawan nya berdiri. " Saya akan merasa terhormat bila bisa menjadi salah satu bawahan nona," ucap kesatria tersebut seraya mengecup pelan tangan sang nona.
"Kamu semakin hebat Thea." Duke Amaryllis yang sedari tadi hanya memperhatikan dari jauh mendekati sang putri, dengan lembut ia mengelus Surai perak yang serupa dengan milik nya.
Althea tersenyum lembut, membuat para kesatria di sekitar nya terpukau dengan kecantikan sang nona, sebelum nya jangan kan melihat Althea tersenyum mereka bahkan jarang melihat Althea berbicara.
Dari arah mansion Duke dengan tegak berwibawa seekor kucing besar berwarna putih diiringi beberapa pelayan datang ke arena pelatihan niat nya ingin membuat para kesatria terpukau dengan kehebatan dirinya namun melihat seorang manusia yang sangat familiar bagi nya canace langsung saja berlari dan menjatuhkan pelukan pada sang majikan.
*Gggrrr.. Althea mengelus canace dengan penuh kasih sayang.
"Kau masih saja manja, saat aku pergi kau harus menuruti perkataan ayah ya." Seketika raut canace dan semua orang yang ada di sana berubah.
"Thea memang benar ayah ingin kamu memilih jalan mu sendiri, tapi kamu pasti sudah tau setelah mendapat gelar kesatria dan menjadi Duke selanjutnya kamu harus mengucapkan sumpah setia pada kerajaan ayah-" ucapan Duke terhenti ia benar-benar khawatir dengan putri tunggal nya.
"Ayah aku bersumpah setia pada rakyat, bukan keluarga kerajaan," ucap Althea penuh penekanan, benar ia tidak akan pernah mau menjadi anjing keluarga kerajaan tugas nya adalah melindungi rakyat bukan penguasa.
...
Tiba lah hari di mana Althea pergi untuk mendapatkan gelar kesatria, ibu kota kekaisaran wisteria yaitu kota nucifera.
Kekaisaran wisteria di dirikan oleh kaisar pertama bernama Lucifer helianthus de wisteria. Seorang berdarah dingin yang di juluki iblis Medan perang. Kekaisaran wisteria sendiri terdiri dari beberapa kerajaan, salah satu nya Astrantia tempat Althea kelahiran Althea.
Di tengah hiruk pikuk nya kota Althea berjalan menuju tempat pelatihan sekaligus tempat di mana ia akan mendapat gelar kesatrianya benar istana kekaisaran wisteria.
*Tukk
__ADS_1
Tanpa sengaja Althea menumbruk bahu seorang pria tinggi berjubah hitam, sekilas Althea melihat wajah nya seorang laki-laki berambut hitam legam dan bermata biru bagai samudra yang membentang. Althea yang sempat kehilangan fokus nya langsung saja meminta maaf pada orang itu.
Pria berjubah hitam itu berjalan menjauhi Althea kemudian tersenyum. "Akhirnya aku bisa melihat mu dari dekat."
Kini Althea sudah sampai di istana bersama dengan beberapa orang lain nya, ada yang berasal dari kalangan bangsawan seperti nya ada juga yang berasal dari golongan bawah.
"Salam untuk cahaya kekaisaran," ucap seluruh peserta ketika seorang pria masuk ke dalam ruangan, ia adalah Alexiel Noah de wisteria pangeran kedua kekaisaran wisteria. Berbeda dengan sang kakak yang terkenal dingin dan pendiam pangeran Alex cenderung lebih mudah di dekati namun tetap saja saat menggenggam sesuatu di hadapan musuh pena pun dapat menjadi pedang.
"Selamat datang di istana kekaisaran wisteria, Karna kakak ku putra mahkota tidak dapat hadir maka kali ini akulah yang akan menyaksikan dan menilai kemampuan kalian jadi lakukanlah yang terbaik," ucap Alex memberikan kata sambutan.
"Baik!!" Jawab para peserta dengan penuh semangat yang membara.
Pangeran Alex duduk di kursi yang sudah di sediakan, ia nampak tertarik dengan gadis berambut perak yang berada di paling belakang barisan para peserta. "Jadi ini gadis yang selama ini kamu jaga, tidak buruk," ucap Alex dalam hatinya.
Satu demi satu proses telah di lewati para peserta demi mendapatkan gelar kesatria yang mereka impikan dan ini adalah tahapan terakhir sebelum kegiatan hari ini berakhir.
"Altheana lunar de Amaryllis!" Nama Althea pun di sebut kini ia akan bertarung dengan seorang bangsawan dari negara lain.
"Bukan kah dia putri Duke Amaryllis dari Astrantia?"
"Mantan Putri mahkota?"
"Ku dengar ia hanya ingin kekuasaan makanya putra mahkota memutuskan hubungan dengan nya."
Suara-suara seperti itu mulai muncul, Althea memang sudah menduga hal ini akan terjadi namun ia akan membuktikan bukan sebagai bekas putri mahkota namun sebagai penerus Duke Amaryllis yang terhormat.
"Kita lihat apa yang bisa lady ini lakukan," gumam Alex yang melihat semua nya dari atas.
Tanpa aba-aba lawan Althea berlari dengan sangat cepat dan menyerang Althea tanpa ampun, Alex tersentak melihat pertarungan yang sedang berlangsung di depan matanya.
Bagaimana bisa Althea sama sekali tidak terlihat terdesak, dalam pertarungan Althea terlihat tenang ia hanya terlihat menghindar dan sesekali menepis tanpa menyerang duluan.
__ADS_1
"Kau!!" Teriak lawan Althea yang terlihat sudah sangat kesal. "Berisik," gumam Althea merasa terganggu. Di atas sana Alex berusaha menahan tawa nya ia benar-benar terhibur dengan pertarungan ini pantas saja sang kakak sampai tergila-gila dengan gadis ini, ternyata memang menarik.
Di tengah pertarungan sengit itu Althea tersenyum kecil, bukan senyum yang menyenangkan tentu saja tetapi senyum yang sangat menakutkan. sang lawan berlari kearah nya dan terlihat hendak ingin menusuk nya Alex yang melihat itu dengan cepat berniat menghentikan nya namun terlambat emosi dapat mengendalikan seseorang.
Lawan Althea sudah berada di hadapan nya dan dengan cepat Althea memutar balikkan keadaan, ia memelintir tangan laki-laki di hadapan nya kemudian mengarahkan pedang nya tepat di depan leher laki-laki tersebut.
Semua orang yang menonton tampak terdiam, begitu juga dengan Alex namun dengan cepat ia mengumpulkan kesadaran nya.
"Pemenang nya adalah lady Altheana lunar de Amaryllis!!" Teriak sang kesatria yang bertugas. Seluruh orang di dalam sana di buat terkagum-kagum oleh kemampuan berpedang Althea.
Althea menggenggam erat pedang nya kemudian menyimpan kembali pedang nya di dalam sarung pedang berlambang kan Amaryllis.
Ia berhasil, ia berhasil menjadi seorang ksatria yang sebenarnya ini hanyalah awalan nya saja masih banyak lagi hal yang menunggu di depan sana.
...
Alex berjalan di koridor istana, ia berpapasan dengan seorang pria berjubah hitam kedua nya berhenti sejenak Alex menepuk pundak pria itu. "Enak ya menyerahkan tugas mu padaku dan dengan tenang nya melihat pujaan hati mu." Pria itu menatap Alex tajam.
"Berisik."
...
Author note
semua nama keluarga di novel ini di ambil dari nama bunga.
halo-halo udah lama ya gak update hehe maaf ya yuk dukung aku biar semangat update nya dengan cara click like, vote, coment, share kasih hadiah juga boleh hehe.
have a nice day
-ran.nace
__ADS_1