Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
16. met you


__ADS_3

Sinar matahari terik yang menyilaukan mata, mengaburkan pandangan Felix yang kian lama semakin melemah.


"Hei!! Bangun, kamu masih hidup?" Teriak seseorang membuat Felix cukup terganggu dengan kebisingan itu.


"Hei!! Ayo bangun, Jangan mati." Perlahan Felix membuka matanya. "Aku tidak mati," ucap nya pelan membuat gadis kecil itu tersentak. Kepala Felix yang semula berada di paha gadis kecil itu berhasil menghantam tanah.


"Ughh.." erang Felix mulai merasakan sakit di bagian lengan nya, Felix meraba lengan nya yang sudah di ikat kencang dengan kain yang seperti nya adalah sobekan dari renda yang di pasang pada gaun.


Felix mengalihkan pandangannya pada gadis kecil yang kini sedang bersembunyi di balik pohon. Entah mengapa Felix merasakan aura yang familiar pada gadis itu.


"Half devil." Gumam Felix, dengan arahan tangan Felix meminta gadis itu mendekati nya meski takut-takut namun perlahan gadis itu mendekati Felix.


"K-kamu siapa?" Tanya gadis itu hati-hati. Felix tertawa kecil. "Sepertinya aku beberapa tahun lebih tua dari mu." Ucap Felix seraya menyentil dahi gadis kecil itu. "Siapa nama mu?" Tanya Felix. "Aku Thea, Altheana lunal amalilys," jawab nya membuat Felix tertawa mendengar gadis itu mengucapkan nama nya dengan cadel. "jangan teltawa!" Kesal Althea.


"Maaf-maaf, nama ku Felix." Entah mengapa Felix merasa nyaman berada di dekat gadis kecil ini padahal ini pertama kali nya ia bertemu dengan gadis itu.


Selama beberapa menit mereka berbicara panjang lebar tentang hal-hal kecil, tapi entah kenapa itu menyenangkan.


"Kau tidak takut, padaku?" Tanya Felix, "kenapa halus takut?" Tanya gadis itu balik. "Aku ini monster loh, aku sama dengan penjahat yang ada di buku itu, aku jahat pada adik ku." Kata Felix seraya menunjuk buku yang di pegang Althea. Althea memasang ekspresi bingung melihat itu Felix menjentikkan jari nya dan muncul lah api dari jari-jari kecil nya itu.


Namun bukan nya takut Althea malah penasaran dengan itu dan meminta Felix melakukan nya lagi. "Hmm...kakak bukan monster mau di lihai bagaimana pun kakak itu manusia, hanya sedikit berbeda tapi kata ayah berbeda itu bagus loh!" Felix tertegun dengan perkataan Althea. "Tapi aku jahat, aku tidak memperlakukan seseorang dengan baik." Felix memasang ekspresi sedih mengingat perkataan sang ayah tadi.


Althea menyentuh pipi Felix dan mengusap nya pelan, ia berusaha menenangkan Felix dengan cara yang sama seperti yang ayah nya lakukan.


"Ceritakan padaku kalau kakak tidak keberatan." Althea tersenyum manis.


"Jadi begitu, aku anak tunggal jadi tidak tahu bagaimana lasa nya punya saudara," ucap Althea kecil setelah mendengar cerita Felix. "Aku yakin kau tidak akan suka punya saudara." Felix tersenyum masam. " Benal kah? Ku pikir tidak begitu, mungkin aku akan senang kalau punya kakak seperti kakak Felix," kata Althea dengan polos nya membuat Felix terkekeh.

__ADS_1


"Kamu mau aku jadi kakak mu?" Tanya Felix, "tidak!" Jawab Althea tegas. "Kenapa?" Tanya Felix seraya mengerutkan dahi. "Kakak kan sudah punya adik, jadi Thea mau jadi teman kakak saja, teman yang spesial mungkin hehe.." Felix tertegun dengan ucapan Althea namun ia berusaha menetralkan raut wajah nya.


Benar mungkin jika ia sedikit membuka hati nya Alex tidak lah seburuk itu, sama seperti gadis kecil ini Alex hanyalah seorang anak kecil polos uang yang tidak tahu apa-apa jadi tidak seharusnya Felix membenci Alex.


"Kalau begitu lain kali aku akan kenal kan adik ku pada mu," ucap Felix membuat mata Althea berbinar. "Benal ya! Janji," kata Althea seraya mengulurkan kelingking nya dengan senang hati Felix pun menyambut nya.


Sejak saat itu terkadang Felix datang ke kediaman Amaryllis untuk bermain dengan Althea. Ia pun mulai memperbaiki hubungan nya dengan sang adik.


"Kakak," panggil Alex. "Kenapa? Kau menginginkan sesuatu?" Tanya Felix lembut, Alex menggelengkan kepala nya. "Kapan aku bisa bertemu dengan gadis itu?" Tanya Alex dengan polos nya Felix pun tersenyum dan mengacak-acak rambut Alex.


"Secepatnya."


....


Waktu pun terus berlalu kata "secepatnya." Ternyata tak benar-benar secepat itu umur Felix yang sudah mulai mendekati kedewasaan membuat nya jadi makin sibuk setiap hari nya, tugas-tugas penting pun mulai di kerjakan nya sebagai putra mahkota kekaisaran.


Tak di sadari Alex pun kini tumbuh dengan baik, ia pandai dalam berbagai macam bidang meski sifat nya cukup berbeda dengan sang kakak yang memiliki sifat dominan yang keras sementara Alex lebih terbuka dan bebas.


Di tengah malam di mana Felix masih sibuk dengan pekerjaan nya Alex tiba-tiba muncul di sebuah pohon yang ada di samping ruang kerja Felix.


"Kak, kau terlalu serius! Aku bahkan hampir melupakan janji mu itu wah benar-benar kata nya kau sangat merindukan gadis itu tapi sama sekali tidak pernah mengunjunginya." Felix tak menjawab nya dengan kata-kata melain kan dengan sebuah bola api kecil yang mengarah pada Alex.


"Hei! Kakak macam apa yang membahayakan adik nya seperti itu!" Protes Alex, "adik macam apa yang menggangu ketenangan kakak nya yang sudah lelah!" Ucap Felix tak mau kalah. "Karna itu aku ingin mengajak mu jalan-jalan." Kata Alex menekankan kata jalan-jalan.


Akhirnya malam itu mereka berdua terbang dalam bentuk burung menuju kediaman keluarga Amaryllis, ekspresi Felix yang tadinya bahagia seketika berubah.


"Alex menjauh lah," kata Felix setelah menyadari apa yang tengah terjadi di sini. Kabut hitam yang mengelilingi sosok seorang yang Felix rindukan, mata merah menyala yang sama seperti milik nya dan Alex namun kondisi ini berbeda. "Kak dia," Alex menggantung kalimat nya. "Dia sama seperti kita half devil." Alex tertegun.

__ADS_1


Awakening nya dan Althea berbeda ia baru pertama kali melihat awakening yang sangat berbahaya seperti ini, kekuatan half devil umum nya jauh lebih mudah di kendalikan mengingat masih ada rasa kemanusiaan dari diri mereka tapi yang satu ini benar-benar berbeda, Althea benar-benar jauh dari jangkauan.


Felix baru saja melangkah namun dengan cepat Alex mencegah Felix dengan tanaman merambat milik nya, "kau akan mati saat menyentuh kabut itu kak," ucap Alex membuat Felix tersadar. Mata kedua nya ikut memerah menyala bagai permata.


Felix bingung apa yang harus ia lakukan bagaimana cara nya melindungi Althea, awakening Althea benar-benar sangat menakutkan tapi bagaimana pun ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Dari kejauhan suara Duke Amaryllis yang memanggil nama putri nya terdengar, perlahan kabut yang ada di sekitar Althea mulai sedikit memudar dan tidak seberbahaya tadi, Felix menghela nafas nya.


Selama beberapa hari Felix dan Alex menghilang dari istana kekaisaran, selama itu Felix dan Alex mengawasi Althea berjaga-jaga apabila kekuatan Althea tidak terkendali.


Namun selama beberapa hari ini yang mereka temukan hanyalah bagaimana Althea menganggap kekuatan nya sebuah kutukan, sebuah kutukan yang membuat nya tidak dapat tersenyum lagi.


*Flash back end*


Felix duduk di samping Althea seraya menggenggam tangan nya, ia memejamkan mata nya dan mengecup tangan Althea.


"tolong ingat aku."


....


author note :


awakening half devil itu jauh lebih cepat dari iblis biasa, biasanya terjadi di antara usia 10-12 tahun dan biasanya kekuatan yang di keluarkan saat awakening itu bisa langsung di kendalikan.


haloooo~


maaf baru update setelah sekian lama semoga masih ada yang nunggu cerita ini ya hope you like it!

__ADS_1


kalau mau aku update lebih cepat boleh komen nya :)


__ADS_2