Menjadi Duchess Iblis

Menjadi Duchess Iblis
29. Ayo akhiri


__ADS_3

Rapat di mulai dengan suasana tegang antara raja dengan bangsawan tertinggi. Keluarga Amarylis di wakili oleh calon Duchess mereka, benar! Altheana Lunar de Amarylis.


bangsawan  terbagi menjadi dua kubu satu yang Mendukung Althea dan yang satu lagi menentang dengan harapan dapat mengisi kekosongan keluarga Duke.


Rapat berjalan dengan semesti nya, satu persatu bangsawan yang memegang wilayah melaporkan keadaan wilayah nya masing-masing.


"Tampak nya wilayah Amarylis mengalami krisis, bukan begitu lady Amarylis?" Celetuk count marigold. Membuat pandangan semua orang tertuju pada nya.


"Tentu saja krisis tersebut sudah kami atasi Count," Jawab Althea seraya tersenyum meremehkan. "Bagus sekali Lady, saya yakin Lady akan menjadi pemimpin yang hebat untuk duchy Amarylis, bukan begitu yang mulia?" Seru salah satu bangsawan tingkat atas.


Bagi mereka menentang Althea hanya akan membuat masalah baru untuk mereka, Altheana sangat dominan dan tidak ada celah untuk menjatuhkan nya.


Alvaro berusaha untuk tetap profesional dengan menahan emosi nya yang sudah di ujung tanduk. Alvaro merasakan Aura dominan milik Althea karna itu lah ia merasa terancam.


"Terima kasih atas sanjungan anda Marquess saya merasa sangat terhormat." Tutur kata yang di bungkus dengan sangat elegan namun memiliki banyak arti, sungguh sangat menakutkan.


"Count marigold jika tidak keberatan sebagai permintaan maaf, izinkan saya mengundang anda dalam jamuan lain kali," Ramah Althea. Count marigold merasa sangat tertantang dengan calon duchess ini. Jika berasal dari garis keturunan langsung setelah Alvaro lengser Althea bisa saja menjadi Ratu yang memimpin.


Hanya waktu yang bisa menjawab apa yang akan gadis itu lakukan.


Waktu pun berlalu dan tak terasa rapat sudah berakhir sampai di sini, Alvaro berdiri dan meninggalkan tempat terlebih dahulu. semua bangsawan yang ada di sana saling memberi hormat dan mulai meninggalkan ruangan.


"Lady," Panggil Lucas, Althea mengangguk mengerti dan mengikuti Lucas. Benar!  Menuju ruang kerja Alvaro.


*tok.. Tok..


"Masuklah," Seru Alvaro dari dalam. Althea membuka pintu ruangan tersebut, ruangan yang sudah lama tidak ia datangi ruangan yang dahulu sering sekali ia datangi.


Alvaro melirik Lucas, Lucas yang mengerti maksud Alvaro pun langsung saja keluar dari ruangan.


"Saya percaya yang mulia memanggil saya bukan hanya untuk buang-buang waktu," Ucap Althea datar tanpa penghormatan apa pun.


"Thea," Panggil Alvaro lembut. "Lady Amarylis!" Tegas Althea.


Alvaro memijat pelepis nya "Hah.. Kenapa kau melakukan ini?" Tanya Alvaro dengan nada rendah.


"Melakukan apa? Saya hanya memperjuangkan hak yang saya miliki, apa anda lupa bahwa Tahta yang Anda duduki sekarang tidak akan ada tanpa Amarylis." Alvaro menatap Althea intens, ia mendekati Althea dan memegang pundak Althea.


"Bukan itu maksud ku Thea, aku tau kau yang paling tersakiti belakangan ini tapi itu tidak bisa menjadi alasan mu untuk memberontak. Tolong akhiri semua ini," Ucap Alvaro mencoba untuk tidak memakai amarah nya. Althea menepis tangan Alvaro yang ada di pundak nya. Ia menatap Alvaro tajam dengan aura benci yang sangat kuat.


"Yang ingin ku singkirkan itu kamu dan ratu mu. Bukan Astrantia," Kata Althea dengan nada yang sangat tajam.

__ADS_1


"Altheana!" Teriak Alvaro dengan tangan yang hampir saja menyentuh pipi Althea. Althea mencengram tangan Alvaro dan tanpa ia sadari mode iblis nya telah bangkit, aura Althea sangat pekat dan tajam.


"Kau membunuh ayah ku," Ucap Althea dengan nada yang sangat rendah.


"Cukup Altheana!" Teriak Alvaro tidak Terima.


"Kau menghancurkan Astrantia, dengan tangan mu sendiri." Althea menepuk bahu Alvaro.


"Altheana Amarylis!!" Kemarahan Alvaro sudah tidak terbendung lagi, entah mengapa ucapan Althea begitu menusuk untuk nya. Rasa bersalah, amarah, sedih bercampur aduk dalam hati nya.


"Seharusnya sedari awal, aku tidak mementingkan kebahagiaan mu. Aku lelah, ku mohon akhiri saja semua ini." Alvaro sudah kehabisan kata-kata ia hanya bisa menatap nanar Althea yang perlahan meninggalkan ruangan kerja nya.


...


"Lucas, bagaimana persiapan nya?" Tanya Althea seraya menelusuri lorong Istana. "Satu persatu bukti sudah di kumpulkan Lady dan sesuai dugaan di awal yang mulia Duke di bunuh oleh orang yang terlibat dengan ratu." Althea menarik nafas dalam berusaha menahan air mata nya yang akan jatuh.


"Lady," Panggil Lucas dengan nada khawatir. "Aku baik-baik saja Lucas akan ku pastikan Wanita menderita sampai ia tidak sanggup lagi hidup."


....


Di tengah malam yang dingin Althea duduk di kursi taman dengan keheningan yang setia menemani.


Malam bulan purnama yang dahulu selalu menakutkan namun kini menjadi sangat menghangatkan. Althea menatap rembulan dengan tatapan kosong semua memori kelam tiba-tiba teringat dalam benak nya.


Althea terkekeh "aku tidak tertarik dengan kekuasaan, hanya saja Amarylis rumah yang harus aku jaga." Althea menatap bulan dengan penuh arti, Felix tidak bercanda ia bisa menjadikan Althea ratu bahkan permaisuri jika ia mau.


Felix duduk di sebelah Althea, membuat Althea menyenderkan Kepala nya di bahu Felix. "Jika aku percaya pada mu, apa pada akhirnya kamu juga akan menghianati ku?" Tanya Althea datar.


Felix terdiam sejenak "atau meninggalkan ku seperti Ayah," Ucap Althea lirih. Dalam keheningan Felix mengepal tangan nya.


"Maaf," Ucap nya tanpa suara.


"Percayalah padaku hanya jika kau ingin percaya, aku hanya bisa berjanji tidak akan menghianati atau meninggalkan mu sendiri," Ucap Felix lembut seraya mengelus rambut Althea pelan.


"Aku lelah, kumohon sudahi ini secepatnya.."


...


Di sisi lain istana kerajaan Astrantia, kamar Raja dan Ratu.


Alvaro yang baru selesai bekerja masuk kedalam ruangan di sana sudah ada Irene yang sedang duduk dan menatap bulan.

__ADS_1


"Varo," Panggil irene lembut saat menyadari kehadiran sang suami.


"Apa yang kau lakukan di belakang ku irene?" Tanya Alvaro menusuk. "A-apa yang kau maksud? Aku tidak melakukan apapun," Elak irene, Irene memeluk Alvaro erat. Aroma yang keluar dari tubuh irene membuat pikiran Alvaro teralihkan, rasa pusing luar biasa yang menyerang Alvaro membuat nya tidak bisa mengingat apa yang ingin ia katakan pada irene.


"Varo, kau pasti lelah karna wanita itu." Benar karna wanita itu! Karna Altheana!


"Kau tidak bisa membiarkan dia menjadi duchess Varo, dia akan menghancurkan mu. Menghancurkan kita semua. Semua penderitaan mu dialah penyebab nya." Bisik irene


Cahaya remang-remang di kamar keduanya menghantarkan Alvaro menuju alam mimpi nya. Apa yang sebenarnya terjadi mana yang kenyataan dan mana yang hanya ilusi..


Siapakah penjahat sebenarnya disini?


Hanya waktu yang tahu.


....


Di suatu tempat di dunia kegelapan, tempat berdiri nya sebuah kerajaan megah nan indah yang di huni iblis kalangan atas.


Tempat yang dulu nya indah di penuhi dengan kehidupan sekarang menjadi gersang dan penuh kegelapan.


"Yang mulia," Panggil seseorang menghadap pimpinan di sana.


"Harga yang harus kau bayar sangat mahal, darah campuran." Ucap sang raja di tengah kegelapan dan keheningan yang menyelimuti.


"Aku tau, namun sesuai dengan perjanjian anda tidak boleh menyentuh nya seujung rambut pun." Sang Raja pun tersenyum meremehkan. "Darah kotor seperti mu menentang ku? hahahaha, jangan mimpi bocah!" Tawa raja pecah ia tertawa meremehkan half devil di depan nya.


Half devil itu berdiri dan menatap sang Raja, "bawa Altheana ke hadapan ku hidup atau pun mati," Titah Raja pada half Devil itu.


"Sebanyak kau menjauh, sebanyak itu juga aku akan mendekati mu. Tidak akan ada akhir jika tidak ada yang memulai."


....


hola semuaaa~


aku mau ngucapin terima kasih buat readers sekalian, makasih udah mau baca cerita ku yang jarang update ini 😔


thanks buat 19k nyaa bahkan sampai masuk rekomendasi loohh makasih banyak~


maaf karna gak bisa janjiin update cepat dan rutin tapi yang pasti aku mau namatin novel ini karna alur cerita yang udah aku siapin sayang banget kalau gak di publish yuk dukung akuu 1 Dukungan dari kamu sangat-sangat berarti buat aku luv banget buat kamu yang baca sampai sini hehe.


see you next chapter~

__ADS_1


Ran.nace


__ADS_2