
Matahari mulai terbangun dari peraduannya, memancarkan sinarnya yang menghapus titik-titik embun di dedaunan, menghangatkan tubuh dari udara dingin, Udara di pagi hari memang paling enak digunakan untuk tidur. Tapi, pagi hari terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Nikmati udara pagi, sinar mata hari pagi, dan suasana pagi yang penuh ketenangan.
begitulah ezio yang tak ingin melewatkan pagi yang cerah ini, yang sedang berjemur di balkon kamarnya sambil menikmati secangkir kopi dan kue. hari ini adalah hari libur, ezio ingin menikmati akhir pekannya di rumah saja.
"om..........!!" panggil ceoli langsung masuk ke dalam kamar ezio
"sungguh menganggu!!" ucap ezio pelan tak di dengar oleh ceoli
"om....ayo kita main!!" ajak ceoli
"om lagi ingin istirahat, main sama bik Rumi saja ya!!" ucap ezio sedang malas bermain dengan ceoli
"om........maunya main sama om!!" ucap ceoli tak hanya ingin bermain dengan ezio
"eh iya, ada kak Alaska di sini!!" ucap ezio baru ingat ada Alaska di rumah
"benelan om?" tanya ceoli antusias
"bener dong!!" ucap ezio langsung menggendong tubuh mungil milik ceoli
"hole......ada kak Alaska!!" ucapnya senang
tok.......tok......tok.......
ezio mengetuk pintu kamar Alaska, tanpa tau siapa yang mengetok pintu Alaska langsung membukanya.
"kak Alaska!!" teriak ceoli sangat senang
"hei ceoli!!" ucap Alaska langsung merebut ceoli dari gendongan ezio
"kak Alaska Dali mana saja?" tanya ceoli dengan nada yang lembut
"maaf ya, kak Alaska ada urusan kemaren!!" ucap Alaska sambil tersenyum
"oke deh gak papa, yang penting Kaka Alaska udah di sini. kakak mau kan temanin ceoli main!!" ucap ceoli berharap
"tentu boleh dong!!" ucap Alaska langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar tanpa menghiraukan ezio yang masih berdiri di depan kamar Alaska
"buset dah ni cewek, gue di diemin, kan gue yang punya rumah!!" gumam ezio kesal
__ADS_1
tok......tok......tok.....
ezio mengetuk kembali pintu kamar Alaska
"ada apa tuan?" tanya Alaska saat membuka pintu
"apakah kamu sudah sembuh?" tanya ezio dengan suara dingin
"dih......kok tuan perhatian banget!!" ucap Alaska tersenyum lebar
"dih.....siapa yang perhatian? kalau minsal Lo dah sembuh, Lo harus kerja di tempat gue tanpa gaji!!" ucap ezio tak mengizinkan Alaska tinggal di rumahnya secara cuma cuma
"yaelah tuan, kan saya masih sakit nih!!" ucap Alaska sebenarnya sudah mendingan
"tapi Lo girang banget ketemu ceoli!" ucap ezio
"mana ada tuan, saya pura pura sehat saja, sebenarnya masih sakit!!" ucap Alaska melemaskan tubuhnya
"ya sudah, untuk hari ini kamu libur, tapi untuk besok kamu harus kerja!!" ucap ezio dingin
"baik tuan, pasti saya lakukan!!" ucap Alaska sambil menunduk. ezio pun Langsung pergi meninggalkan Alaska
"dasar tuan jarjit!!" gerutu Alaska kesal.
ezio benar benar tak keluar rumah hari ini, ia hanya menghabiskan waktunya untuk membaca di dalam kamar. ezio hendak turun untuk makan, namun ia ingin menemui ceoli terlebih dahulu.
hampir ezio mengetuk pintu kamar Alaska, ezio mendengar suara aneh yang sangat jarang ia dengar. ezio menempelkan telinganya ke pintu karena ingin mendengar jelas dari mana asal suara tersebut.
"bukannya itu suara orang ngorok?" tebak ezio saat masih mengamati suara tersebut.
"tapi siapa yang ngorok siang siang gini?" ucap ezio heran sendiri. tak mau di Landa rasa penasaran akhirnya ezio langsung membuka kamar Alaska dengan pelan.
ia masuk dengan pelan, bagaikan orang sedang mencuri. ezio melihat ceoli yang tertidur pulas begitu juga dengan Alaska.
ezio semakin mendekati asal suara tersebut, dan suara itu berasal dari Alaska yang tertidur nyenyak.
"gila ni cewek, siang siang gini bisa ngorok!!" ucap ezio geleng geleng kepala
"hei bangun!!" ucap ezio ingin membangunkan Alaska, namun Alaska tak bangun sama sekali
__ADS_1
"tapi kasian juga sih kalo di bangunin, mana ceoli tidur nyenyak lagi!!" ucap ezio akhirnya tak ingin membangunkan Alaska karena takut tidur ceoli terganggu. ezio pun memilih untuk keluar dari kamar dan lanjut makan siang di meja makan.
_________________
"bagaimana dengan mata mata kita?" tanya Erli kepada anak buahnya
"untuk saat ini pengamanan di rumah ibu ezio dan di rumahnya sangat ketat tuan!!" ucap anak buahnya
"bagaimana dengan wanitanya?" tanya Erli
"seperti yang tersebar di media sosial, ezio sedang berhubungan dengan wanita yang bernama Andini!!" ucapnya
"awasi wanita itu!!" ucap Erli ingin segera meruntuhkan perusahaan Abraham
Erli adalah CEO di perusahaan LA grup, perusahaan yang di jalankan ayahnya kini sudah di ambang ke bangkrutan. ia merasa tersaingi oleh ezio yang kini perusahaannya berkembang pesat. Erli sebenarnya tak pantas menjadi seorang CEO karena hidupnya yang sering berfoya foya.
Erli ingin menghancurkan ezio agar sama seperti dirinya, karena pada awalnya mereka adalah sahabat kerja, namun Erli yang iri dengki membuat hubungan mereka menjadi buruk. Erli ingin selalu membahayakan atau bahkan melenyapkan orang orang terdekat dengan ezio, namun sampai saat ini ia belum berhasil melakukannya. ia akan selalu memantau orang orang Yang ada di sekelilingnya.
bagi ezio itu bukanlah hal yang sulit, karena ia mempunyai anak buah yang sangat banyak, ia tidak akan membiarkan siapa pun yang menyakiti orang terdekatnya.
saat ini sasaran Erli adalah Andini, ia tidak tau pasti bagaimana hubungan ezio dengan Andini, namun sebelum bertindak ia harus tau dulu apakah ezio benar benar menyayangi Andini. karena setau Erli ezio sangat sudah untuk jatuh cinta. jika pun ezio jatuh cinta Erli sangat mengapresiasi wanita yang di suka ezio. pasalnya dari dulu tidak ada wanita yang bisa menarik perhatian ezio.
"aku ingin kau segera hancur ezio.......!!" ucap Erli mengepal Poto dulu dirinya bersama dengan ezio
"mungkin dulu kau sahabatku namun kini kau adalah musuh ku!!" ucapnya dengan penuh penekanan.
______________
"tuan tumben gak keluar rumah?" tanya bik Rumi heran
"sedang menikmati akhir pekan di rumah saja bik!!" ucap ezio
"wah......wah.....tumben banget, atau gara gara ada non Alaska ya mangkanya tuan gak mau keluar!!" ucap bik Rumi merayu ezio
"apa apa an sih bik, dan ingat bik dia juga akan menjadi pembantu di sini jadi jangan sebut dia dengan panggilan non ya!!" ucap ezio tak ingin bik Rumi meratukan Alaska. ezio langsung pergi karena malas pasti bik Rumi akan selalu merayunya.
"hadeuh hadeuh tuan ada ada aja!!" ucap bik Rumi sambil menatap punggung ezio yang masuk ke dalam kamarnya.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
_happy reading_