
"da........kak!!" ucap ceoli sebelum masuk ke dalam kelas
"da..........!!" ucap Alaska sambil melambaikan tangannya. setelah itu Alaska kembali ke rumah untuk mencuci baju.
pesan WhatsApp
tuan ezio: apa kamu sibuk?
Ting, pesan masuk ke ponsel Alaska, Alaska yang baru siap mencuci langsung membuka ponselnya. ia yakin pasti yang menghubungi nya adalah ezio, karena di ponsel itu hanya ada nomor ezio saja.
alaska : tidak tuan
tuan ezio : tolong masak, dan antar ke kantor ku bersama sopir
Alaska: baik tuan.
"kantor?" ucap Alaska tak paham
"apa tuan jarjit itu bekerja di kantor?" ucap alaska bertanya tanya
"penasaran banget, lebih baik gue cepat masak ia tau kantornya!!" ucap Alaska langsung berjalan ke dapur
Alaska di bantu masak oleh bik Rumi, namun Alaska tak bertanya kepada bik Rumi apa pekerjaan ezio, ia akan mengetahuinya sebentar lagi.
setelah siap memasak Alaska di antar oleh sopir menuju kantor ezio.
"sudah sampai non!!" ucap pak sopir kepada Alaska
Alaska sangat terkejut saat melihat gedung yang tinggi dan mewah itu, seketika Alaska hanya diam menatap gedung tersebut.
"non kita sudah sampai!!" ucap pak sopir sekali lagi karena Alaska tadinya tak merespon
"eh.... iya pak, tapi saya tidak tau bagaimana cara masuk ke dalam!!" ucap Alaska jujur
"tenang saja non, di sana sudah ada tuan Fandi yang akan mengantarkan non ke dalam!!" ucap pak sopir
"oh.... baiklah, terima kasih pak!!" ucap Alaska
"baik non!!' ucapnya.
Alaska pun langsung turun dari mobil dan benar saja Fandi langsung menghampiri Alaska yang tengah berjalan ke pintu utama kantor.
"mari saya antar ke ruangan tuan ezio!!" ucap Fandi. Alaska hanya mengangguk dan mengikuti langkah Fandi. kini mereka sudah berada di dalam lift, jujur sebenarnya Alaska takut saat di dalam lift karena ini baru pertama ia menaiki lift.
__ADS_1
Ting......
mereka pun sampai di depan pintu ruangan ezio.
"masuk saja, tuan sudah menanti di dalam!!" ucap Fandi
"baik terima kasih!!" ucap Alaska sambil membungkukkan badannya, Fandi hanya tersenyum ke arah Alaska.
tok .....tok...tok...
"masuk saja!!" ucap ezio. Alaska langsung masuk ke dalam ruangan ezio, kali ini Alaska takjub lagi dengan ruangan ezio yang super super mewah.
"duduk di sofa saja!!" ucap ezio yang masih fokus meneliti beberapa berkas di tangannya.
"ruangan ini sangat mewah!!" ucap alaska sambil duduk di sofa
"kenapa? kamu suka?" tanya ezio tanpa melihat ke arah Alaska
"kantor ini sangat besar, ruangan ini sangat mewah, apa jangan jangan tuan orang terkenal?" ucap Alaska tiba tiba
seketika ezio tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan dari Alaska namun ia tetap fokus pada berkasnya.
"itulah gunanya saya membelikan ponsel untuk mu, agar kamu tau siapa saya!!" ucap ezio tak mengalihkan pandangannya
seketika Alaska langsung membuka ponselnya dan membuka google saat itu, ia baru kepikiran sekarang untuk mencari tau siapakah ezio. Alaska pun langsung mengetik nama ezio di google.
Alaska yakin berita itu benar adanya, karena jelas sekali wajah ezio yang ada di google tersebut. ezio hanya terkekeh dalam hati, ia pun mendekati Alaska yang sedang di duduk di sofa.
"sekarang sudah tau siapa aku?" tanya ezio duduk di samping alaska. Alaska langsung menatap mata ezio, ia benar benar tak percaya hidup serumah dengan orang yang terkenal
"tuan sangat terkenal?" tanya Alaska sekali lagi. ezio pun mengangguk sambil tersenyum
"wah....... ini adalah kesempatan emas!!" ucap Alaska kembali mengambil ponselnya dan membuka kemera
"kita harus Poto bersama tuan, ternyata tuan adalah orang hebat!!" ucap Alaska langsung Selfi.
tanpa aba aba Alaska Langsung menekan tombol kamera padahal ezio belum memasang pose yang bagus. ezio langsung merebut ponsel Alaska.
"tuan kok di ambil sih, kita harus banyak Poto bersama!!" ucap Alaska kesal karena belum siap berfoto
"asal kamu tau, di mana mana Poto saya sangat gagah dan keren, kamu ingin Poto bersama ku namun aku belum memasang gaya yang pas, bahkan kamu tidak bagus mengambil Poto!!" ucap ezio menghapus kembali Poto Poto barusan
"jadi?" ucap Alaska
__ADS_1
"sini mendekat!!" ucap ezio. Alaska pun langsung mendekat
"siap 1....2...3!!" ucap ezio memberi aba aba
"nihh lihat kan tampan dan cantik!!" ucap ezio menunjukkan potona. seketika pipi Alaska merah merona akibat baper.
"aku sangat lapar!!" ucap ezio. Alaska langsung menaruh ponselnya dan mengambil makanan yang ia bawa tadi
"ini tuan!!" ucap Alaska memberikan makanan yang telah ia siapkan
"suapin!!" ucap ezio
"hah!!" Alaska terkejut
"kenapa kamu budek ya?" ucap ezio tak ingin mengulang ulang pembicaraan.
dengan perasaan yang deg deg gan, Alaska langsung mengambil sendok dan ingin menyuapi ezio.
satu suapan mendarat masuk ke mulut ezio, namun ezio melihat Alaska benar benar gugup dan takut bahkan kini Alaska tak berani lagi menatap mata ezio.
"kalau suapin orang itu, harus lihat orang nya dong!!" tegur ezio
"tidak ada begitu konsepnya tuan!!" ucap Alaska
"bukan masalah konsep, tapi kalau kamu suapin ceoli kamu selalu menatap wajahnya tapi sekarang kenapa kamu gak natap wajah saya?" ucap ezio yang masih setia memperhatikan Alaska. kali ini Alaska benar benar malu dan gugup tapi ia berusaha untuk menatap wajah ezio.
suapan berikutnya meluncur masuk ke dalam mulut ezio tak lupa Alaska wajah ezio, ezio tersenyum tipis saat melihat wajah Alaska yang merah merona akibat malu.
beberapa menit kemudian makanan pun habis, Alaska benar benar tak berbicara sepatah kata pun karena masih malu.
ezio memperbaiki rambut Alaska yang turun, dan merapikannya
"coba lihat aku!!" bisik ezio ke telinga Alaska, perlahan Alaska pun menoleh untuk melihat ezio. entah kenapa jantung mereka berdua berdetak tak karuan, ezio baru merasakannya saat ini.
ezio menatap lekat mata Alaska, di sini Alaska benar benar baper dan grogi sekali. tanpa ba bi Bu ezio langsung meluncurkan kecupan hangatnya di kening Alaska.
terkejut? jelas sekali Alaska benar benar terkejut, namun ia menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"terima kasih makanannya!!" ucap ezio yang langsung bangkit dan kembali ke kursinya untuk memeriksa berkas yang belum ia periksa
"tuan saya permisi pulang!!" ucap Alaska cepat cepat membereskan Tupperware yang ia bawa. ezio hanya mengangguk bertanda ia berkata iya.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
_happy reading_