Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
Alaska di usir


__ADS_3

saat ingin masuk kamar, ezio berpapasan dengan Andini. namun ezio hany bersikap dingin dan langsung masuk ke dalam kamarnya, Andini Langsung mengikuti ezio dari belakang.


"kapan kamu akan menikahi ku? kenapa sikap mu tak Berubah sama sekali?" ucap Andini kini ia berada di dalam kamar ezio


"apa kamu tidak suka dengan sikap ku?" tanya ezio balik


"siapa pun tidak akan betah kita sikap mu seperti ini!!" ucap Andini sudah benar benar kesal


"jadi apa mau mu sekarang?" tanya ezio


"aku ingin kamu menikahi ku segera!!" ucap Andini serius


"aku menikahi mu, sikap ku ke kamu akan sama seperti saat ini, bahkan aku tak mau menyentuh mu, apa kamu mau dengan ku?" tanya ezio


"tidak masalah!!" ucap Andini memang hanya mengejar harta ezio saja


"itu tandanya kamu tak mencintai ku!!" ucap ezio


"aku mencintaimu, aku akan lakukan apa pun agar kamu bahagia!!" ucap Andini, ezio hanya tersenyum dalam hati, maksudnya di sini senyuman mengejek.


"baiklah, aku mengerti perasaan mu saat ini, mungkin kamu butuh hiburan. untuk malam ini aku berikan kamu waktu untuk bermain keluar rumah ku!!" ucap ezio memberikan izin kepada Andini


Andini sangat bahagia, bagaikan sudah dalam penjara bertahun tahun, akhirnya malam ini ia di bebaskan oleh ezio.


"terima kasih banyak sayang, aku sangat bahagia malam ini!!" ucap Andini tersenyum dan langsung keluar dari kamar ezio


"permainan pun di mulai nona!!" gumam ezio tersenyum licik.


apa yang sebenarnya ezio lakukan sebulan ini, penasaran? yuk simak lagi ceritanya


___________________


Andini benar benar Langsung keluar saat itu, ezio melihat Andini yang keluar dengan mobil ezio, ezio mengizinkan Andini untuk membawa mobilnya malam ini.


ezio merebahkan tubuhnya di atas kasur, lelah sekali yang ia rasakan saat ini, namun di tengah tengah kenyamanannya tiba tiba ponselnya berbunyi menandakan adanya notif pesan.


Ting........Ting....


ezio pun langsung mengambil ponselnya, ia mendapatkan pesan dari anak buahnya, ezio pun langsung membaca pesan itu dengan teliti.


ezio Langsung bangun dari ranjang, ia sangat terkejut dengan pesan yang di kirimkan oleh anak buahnya.


rasa lelah di campur rasa emosi membuat ezio ingin marah besar malam itu, ia langsung keluar dari kamar menuju ke kamar Alaska.

__ADS_1


tok.......tok.....tok...


ezio mengetuk kamar Alaska, Alaska pun langsung membuka. ezio langsung masuk tanpa berbicara sepatah kata pun.


"ada apa tuan?" tanya Alaska ketika ezio langsung masuk ke dalam kamarnya.


Alaska sangat terkejut saat melihat ekspresi ezio yang sangat menyeramkan, Alaska benar benar takut, ia menebak ezio pasti akan marah padanya namun ia tak tau apa penyebabnya.


"apa yang kamu lakukan selama ini?" tanya ezio dingin


"hanya seperti biasanya tuan!!" ucap Alaska apa adanya


"apakah kamu pernah menemui laki laki selama ini?" tanya ezio lagi. Alaska sedikit berpikir, ia menang sering menemui satu lelaki, yaitu lelaki yang ia temui seminggu dua kali.


"ada tuan!!" ucap Alaska jujur saja


"siapa dia?" tanya ezio dingin. Alaska tak mungkin memberitahu siapa laki laki itu karena Andini berpesan bahwa ezio tak boleh tau siapa laki laki itu.


"dia pacar saya tuan!!" ucap Alaska asal asalan, karena ia tak mau jika dia di suruh oleh Andini.


"pacar?" ucap ezio yang emosinya sudah di puncak


"ia tuan, dia pacar saya!!" ucap Alaska. ezio pun mengambil ponselnya menunjukkan Poto yang di maksud oleh Alaska.


Alaska sudah hafal dengan wajah pria itu karena sudah beberapa kali berjumpa lelaki itu tak memakai topi lagi seperti hari pertama mereka berjumpa.


"iya tuan!!" Alaska hanya mengangguk ragu


brak.........


ezio membanting ponselnya ke atas kasur dengan kasar, Alaska pun terkejut dan ketakutan.


"kenapa kamu bisa berhubungan dengan dia?" tanya ezio dengan nada yang tinggi. Alaska tak menjawab ia hanya menunduk ketakutan


"asal kau tau, dia itu buronan polisi!!" ucap ezio lagi. seketika mata Alaska langsung membulat, ia benar benar tak tau asal usul lelaki itu.


"tatap aku!!" ucap ezio dingin. Alaska pun menatap ezio secara perlahan.


"ternyata selama ini saya menyembunyikan orang yang di cari polisi!!" ucap ezio masih menahan emosinya


"saya tidak tau tuan kalau dia buronan polisi!!" ucap Alaska ketakutan


"aku yakin kau juga bersekongkol dengan pria itukan!!" ucap ezio lagi

__ADS_1


"tidak tuan, aku benar benar tak tau!!" ucap Alaska menggelengkan kepalanya


"kau tau, aku adalah CEO terkenal, jika kamu tertangkap dengan pria itu otomatis nama saya akan jelek di media sosial!!" ucap ezio benar benar kesal dengan Alaska


"tidak tuan, saya tidak tau apa apa!!" ucap Alaska yang mulai menangis


"ku mohon bantu saya tuan!!" ucap Alaska langsung menunduk memegangi kaki ezio untuk minta pertolongan


"aku tidak bisa membantu mu!!" ucap ezio dingin


"ku mohon tuan!!" ucap Alaska menangis


"aku tidak mau nama baik ku kotor hanya karena ulah mu, jadi malam ini pergi dari rumah ku!!" ucap ezio penuh penekanan


"ku mohon tuan saya butuh pertolongan tuan, dan ku mohon jangan usir saya, saya gak tau harus kemana. saya gak punya siapa siapa tuan!!" ucap Alaska yang benar benar pasrah kali ini


"aku tak peduli, dari pada nama baik ku yang jelek, lebih baik kau pergi dari sini!!" ucap ezio tak ingin lagi mendengar penjelasan dari Alaska


"ku mohon tuan!!" ucap Alaska. ezio pun langsung membawa Alaska keluar dari rumah itu, kali ini ezio sedang di kuasai oleh amarahnya.


"ku mohon tuan!!" ucap Alaska saat sudah berada di luar rumah


"pergi aku tak ingin melihat mu lagi!!" ucap a


ezio mengusir Alaska.


ia mengantarkan Alaska sampai ke depan gerbang rumahnya


"kunci gerbangnya pak!!" ucap ezio kepada satpam. satpam itu hanya mengangguk saja.


Alaska menangis sesenggukan di luar, bahkan sekarang ia tak memakai Alaska kaki, ia pergi dari rumah ezio dengan perasaan yang sedih.


sesekali Alaska melihat kebelakang berharap ezio akan mengejarnya kembali.


"apa salah ku?" ucap Alaska sambil menangis


"aku hanya ingin membantu calon istri mu!!" ucap Alaska lagi. ia pun berjalan layaknya gembel di pinggir jalan sambil menangis.


ezio masih menatap Alaska dari kejauhan, ia melihat Alaska yang beberapa kali menengok ke belakang, ezio sedang menurunkan emosinya dulu.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


Jangan lupa like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


"happy reading_


__ADS_2