Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
Kisah ceoli


__ADS_3

"om......besok kita pelgi mainkan?" tanya ceoli ingin bermain ke taman


"maafkan om sayang, besok tidak bisa karena om mau keluar kota!!" ucap ezio tak bisa menemani ceoli bermain


"ya udah deh!!" ucap ceoli


"tolong kamu jaga ceoli, besok saya ada kerjaan ke luar kota!!" ucap ezio kepada Alaska


"baik tuan!!" ucap Alaska sambil tersenyum


"malam ni bobo sama om ya!!" ucap ezio menggendong ceoli


"iya om tapi kak Alaska ikut juga ya!!" ucap ceoli. spontan tatapan ezio dan Alaska langsung bertemu sama sama tak menyangka ceoli akan berkata seperti itu.


"eits...... mana boleh, bukan muhrim!!" ucap ezio masih dengan perasaan sok


"ya udah di muhlim min dulu om!!" ucap ceoli asal bicara. Alaska jadi salah tingkah akhirnya ia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


"ceoli gak boleh asal ngomong gitu dong!!" ucap ezio mengajari ceoli


"emang kenapa om? ceoli salah apa?" tanya ceoli tak tau kesalahannya di mana


"haduh susah juga ngajarin bocil. ya udah lah kita bobo aja yuk!!" ajak ezio langsung masuk ke dalam kamar.


saat di kamar Alaska langsung mengelus dadanya, entah kenapa kali ini ia salting sendiri.


"kok bisa bisanya sih ceoli ngomong gitu!!" ucap Alaska yang sebenarnya sangat menyukai itu.


Alaska merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia masih mengingat kejadian tadi, Alaska selalu memperhatikan bagaimana ezio memperlakukan ceoli dengan baik.


"sepertinya tuan ezio belum menikah, jadi ceoli anak siapa?" ucap Alaska bertanya tanya


"jadi pengen tau tentang keluarga ini!!" ucap Alaska yang seharusnya tau bagaimana kejelasan keluarga ini jangan jangan dugaannya selama ini benar bahwa ezio punya ladang ganja yang luas.


______________________

__ADS_1


pagi ini Alaska cepat bangun pagi dan membantu bik Rumi menyiapkan sarapan pagi. setelah menyiapkan sarapan pagi Alaska langsung membantu ceoli bersiap siap untuk berangkat ke sekolah.


"om....nanti kapan pulang?" tanya ceoli


"om di sana cuma semalam, besok om sudah di sini lagi!!" ucap ezio saat mereka tengah sarapan bersama


"hati hati di jalan tuan!!" ucap bik Rumi


"iya bik pasti, saya titip ceoli dan Alaska ya bik!!" ucap ezio kepada bik Rumi


"baik tuan!!" ucap bik Rumi senyum senyum. spontan Alaska membulatkan matanya tak menyangka ezio akan peduli padanya. kali ini Alaska salah tingkah lagi, ia benar benar tak nyaman di posisi ini.


setelah sarapan ezio langsung pamit berangkat pergi, begitu juga dengan Alaska yang langsung mengantarkan ceoli ke sekolah.


_________________


setelah mengantar ceoli, Alaska kembali ke rumah untuk membantu bik Rumi membersihkan taman pagi itu.


"bik boleh tanya sesuatu?" tanya Alaska saat mereka membersihkan taman


"maaf kalau lancang bik, orang tua ceoli di mana bik?" tanya Alaska, ini adalah pertanyaan yang selama ini di pendam oleh Alaska, dan pada akhirnya kini ia bisa mempertanyakan hal itu kepada bik Rumi.


"mau tau apa mau tau banget!!" ucap bik Rumi sambil tersenyum


"mau tau banget bik!!" ucap Alaska sudah tak sabar menunggu bin Rumi bercerita.


"jadi, saya bik Rumi sudah bekerja dengan keluarga Abraham dari semenjak gadis, dulu saya bekerja disini saat tuan ezio masih berumur 6 tahun sama seperti ceoli saat ini, bahkan suka dan duka saya selalu keluarga Abraham yang mendampingi!!" bik Rumi berhenti bercerita, namun Alaska tetap menunggu kelanjutannya.


"keluarga Abraham adalah keluarga yang sangat kaya raya, beliau adalah seorang CEO yang sangat kaya dan terkenal, namun dengan kejayaan tuan Abraham banyak yang tak menyukai keluarga ini. tuan Abraham memiliki dua orang anak, yang pertama anak perempuan dan yang kedua anak laki laki yaitu tuan ezio!!" ucap bik Rumi memberikan sedikit jeda, semakin lama Alaska semakin penasaran


"tuan ezio memiliki kakak, dan ceoli adalah anak dari kakaknya. ada satu kejadian yang membuat keluarga Abraham hancur termasuk saya!!" ucap bik Rumi yang mulai meneteskan air mata


"ada apa bik?" tanya Alaska penasaran


"maaf kalau bibi ceritanya sambil nangis!!" ucap bik Rumi

__ADS_1


"gak masalah bik!!" ucap Alaska mengusap punggung bik Rumi dengan hangat. kini mereka sedang duduk di bangku taman rumah milik ezio.


"pada suatu hari keluarga Abraham liburan keluar negeri, namun pada saat itu tiket pesawat tinggal beberapa saja, pada akhirnya saya, tuan ezio, ceoli dan nyonya Ririn terpaksa berbeda pesawat. dan di pesawat lain ada tuan Abraham, ibu ceoli, ayah ceoli dan suami saya, kami berpisah karena pada saat itu tuan Abraham juga harus menyelesaikan beberapa tugasnya di dalam pesawat maka dari itu ia tidak bisa di pisahkan dengan menantunya dan juga suami saya. sebenarnya saat itu ceoli ingin ikut ibunya, namun di larang oleh ibunya karena takut akan menganggu pekerjaan mereka, pada akhirnya tuan ceoli bersama kami!!" ucap bik Rumi memberikan jeda, kini air mata bik Rumi sudah membasahi pipinya.


"pada saat itu terjadi lah musibah yang tak pernah kami duga, pesawat mereka terjatuh di sebuah hutan, dan kejadian itu tak ada satu pun orang yang selamat!!" ucap bik Rumi menangis. spontan Alaska langsung memeluk bik Rumi, ia tak menyangka seorang ceoli yang masih kecil sudah di berikan musibah yang sangat besar yaitu menjadi anak yatim piatu.


"semenjak itu kami benar benar sangat merasa kehilangan, dan saya akan tetap mengabdi di keluarga ini sampai akhir hayat saya!!" ucap buk Rumi mulai menghapus air matanya


"bibi sangat senang melihat ceoli yang selalu bersemangat bermain dengan Alaska!!" ucap bik Rumi sambil tersenyum. Alaska tak bisa berkata kata ia hanya bisa tersenyum sambil memeluk bik Rumi.


_____________________


malam itu acara peresmian hotel berjalan dengan lancar, ezio kembali ke apartemennya untuk beristirahat.


"bagaimana kalau kita pulang malam ni?" tanya ezio saat mereka sedang berada dalam mobil


"tidak mungkin tuan, lagian saya mengantuk tuan!!" ucap Fandi tak ingin pulang malam ini


"baiklah, besok Tolong belikan mainan untuk ceoli!!" ucap ezio


"untuk Alaska tuan?" tanya Fandi


"terserah kamu mau belikan apa!!" ucap ezio pura pura cuek


"kalau saya yang pilihkan, berarti itu hadiah dari saya kan tuan. jadi bolehkah saya bertemu dengan Alaska tuan? sekalian kenalan!!" ucap Fandi ingin menggoda ezio. sejenak ezio hanya diam saja, entah kenapa ia tak suka jika Fandi ingin berkenalan dengan Alaska. ezio benar benar diam hingga mereka sampai di depan apartemen


"besok kamu beli mainan ceoli saja, kalau Alaska biar jadi urusan saya!!" ucap ezio dingin, kemudian ia la langsung turun tanpa mendengar jawaban dari Fandi.


"tu kan, sepertinya ada yang jatuh cinta ni wkwkwk!!" ucap Fandi saat ezio sudah masuk ke dalam apartemen.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


_happy reading_

__ADS_1


__ADS_2