Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
"sakit setelah mendengar hal ini"


__ADS_3

Andini masih tak mau bangun, ia ingin tetap berada di sana, dan saat itu juga akhirnya hujan turun, ini yang di tunggu tunggu agar ezio tak mengusirnya. namun Andini salah jika ezio sudah marah ia benar benar tak ingin melihat wajah Andini.


"apa kau tuli, aku menyuruh mu untuk keluar dari sini!!" ucap ezio penuh penekanan


"kau lihat di luar sana hujan!!" ucap Andini


"kau kira aku peduli, pergi atau akan ku seret kau keluar!!" ucap ezio penuh penekanan. Andini benar benar membuat ezio marah malam ini, ia tak bergeser sedikit pun. dengan hati yang sangat marah ezio pun mengusir paksa Andini dari sana.


"aku mau di sini, aku tak mau pulang!!" ucap Andini yang memukuli ezio, namun ezio tak mendengarkan perkataan Andini. ezio memasukkan Andini ke dalam mobilnya


"pak tolong bawa dia pulang ke rumahnya!!" ucap ezio memberikan kunci mobil


"baik tuan!!" ucap anak buah ezio


"bawa yang lain juga, pastikan dia tidak mencelakai kalian!!" ucap ezio lagi


"baik tuan!!" ucapnya. Andini sangat kesal lagi lagi ia gagal untuk trus dekat dengan ezio bahkan kini ia malu dengan pembantu ezio yang tadi.


"maaf bik mungkin menganggu tidur bibi!!" ucap ezio kepada bik Rumi


"tidak kok, bibi balik kamar dulu!!" ucap bik Rumi, untungnya ceoli tak bangun sama sekali, sepertinya ceoli tidur nyenyak malam ini di kamarnya.


"ke kamar ku sebentar!!" bisik ezio kepada Alaska. ezio pun langsung ke kamar, Alaska hanya mengikuti langkah ezio. dan kini Alaska sudah berada di kamar ezio.


"apa yang dikatakan wanita itu kepada mu?" tanya ezio sambil menurunkan amarah yang tadi melonjak


"dia tunangan tuan kan, kenapa tuan sangat kasar padanya, itu tidak ba........"


"dia bukan tunangan ku!!" ucap ezio langsung memotong pembicaraan Alaska


"lalu?" tanya Alaska


"memang benar almarhum ayah ku menjodohkan ku dengannya tapi aku tak setuju karena aku tak mencintainya dan aku tau dia hanya ingin mengejar harta ku saja!!" ucap ezio menjelaskan


"tapi itu permintaan ayah tuan jangan di bantah!!" ucap Alaska


"kenapa begitu?'" tanya ezio memastikan


"pilihan kedua orang tua kita pasti terbaik tuan!!" ucap Alaska menyarankan


"jadi saya harus mau menikahi dia?" tanya ezio. Alaska pun mengangguk


"bagaimana dengan mu?" tanya ezio lagi


deg........

__ADS_1


sakit setelah mendengar hal ini, batin Alaska


"aku tidak apa apa!!" ucap Alaska


"jadi kamu tak memiliki perasaan padaku?" tanya ezio memastikan. Alaska pun menggeleng dengan mantap


"oh begitu ya, jadi menurut mu aku harus menerima perjodohan almarhum ayah ku?" tanya ezio memastikan lagi


"iya tuan!!" ucap Alaska sebenarnya dadanya terasa sesak


"baiklah kalau itu yang kau inginkan, lagian kamu juga tak memiliki perasaan pada ku, pulang lah ke kamar mu, selamat malam!!" ucap ezio dengan wajah yang sangat sedih. Alaska tak bisa berucap apa pun ia pun hanya tersenyum dan kembali ke kamarnya.


_____________.


"hiks......hiks.....hiks......" air mata Alaska kini tak dapat tertahan lagi, ia menangis sejadi jadinya di dalam kamar. ia harus merelakan ezio namun ia belum siap akan hal itu


ia sebenarnya sangat mencintai ezio namun tak mungkin seorang pembantu sepertinya menyatakan hal itu


ezio hanya menatap ke arah hujan yang semakin lama semakin deras, tatapannya kini kosong, ia kira Alaska memiliki perasaan padanya namun ternyata itu hanya hali bagi ezio.


"apakah aku harus menikahi Andini?" ucap ezio yang benar benar sangat bingung


"tapi aku tak mencintainya!!" ucap ezio lagi. ezio merasa putus asa malam ini


________________


ezio berangkat ke kantor pagi ini ia hanya berpamitan dengan ceoli, ia tak melirik ke arah Alaska sedikit pun, sakit? jelas Alaska merasa di abaikan oleh ezio, namun itulah pilihan Alaska mencintai ezio namun hanya dalam diam, ia tak ingin mengutarakan cintanya takut ezio tak mau menikahi orang yang di pilihkan ayah nya.


Alaska pun mengantar ceoli pagi ini, ceoli merasa Alaska berbeda pagi ini, Alaska hanya diam dan melamun selama di mobil


"kak Alaska kenapa?" tanya ceoli merasa Alaska ada masalah


"tidak ada!!" ucap Alaska sambil tersenyum


"atau kak Alaska sakit?" tanya ceoli lagi


"tidak ceoli!!" ucap Alaska masih menunjukkan senyumannya. ceoli pun memastikan Alaska baik baik saja, ia memegang kening Alaska


"kakak gak sakit ceoli!!" ucap Alaska jujur


"tapi kak Alaska asik melamun!!" ucap ceoli


"engga sayang!!" ucap Alaska mulai menghibur ceoli hingga mereka tertawa bareng di dalam mobil.


____________

__ADS_1


ezio hari ini benar benar tak fokus, ia masih memikirkan kejadian semalam, ia masih memikirkan Alaska


"tuan kenapa? apa tuan sakit?" tanya Fandi saat mereka sudah keluar dari ruang meeting


"tidak!!" ucap ezio singkat


"tapi tuang tadi tak fokus, bahkan hanya banyak melamun tak seperti biasanya tuan!!" ucap Fandi memastikan keadaan ezio baik baik saja


"aku tidak apa apa Fandi!!" ucap ezio penuh penekanan. akhirnya Fandi memilih untuk diam saja.


tapi Fandi benar benar merasa ezio ada masalah, namun untuk kali ini ia biarkan ezio sendiri dulu nanti akan ia tanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


_________


sore ini ezio di antar oleh Fandi, selama di perjalanan ezio hanya melamun melihat ke arah jalanan. hal ini yang membuat Fandi curiga bahwa ezio sedang memiliki masalah.


tak lama kemudian ezio sampai di rumah, Fandi pun pamit untuk pulang.


"om........!!" teriak ceoli, ezio pun langsung menggendong ceoli dan masuk ke dalam kamar tanpa memedulikan Alaska yang ada di sana.


"ceoli sudah mandi?" tanya ezio saat mereka sudah berada di kamar ezio


"sudah om!!" ucap ceoli


"bagus!!" ucap ezio yang langsung ganti baju, ia pun membuka laptopnya sebentar


"om lagi kerja ya?" tanya ceoli


"tidak sayang, hanya sedang mengecek sesuatu!!" ucap ezio sedang mengecek data perusahaan yang di kirim oleh Fandi


"om tau gak?" ucap ceoli ingin bercerita


"tidak, ada apa ya!!" ucap ezio pura pura penasaran


"om mau tau apa mau tau banget!!" ucap ceoli


"mau tau banget dong!!!" ucap ezio


"om kenapa ya, dari tadi Kak Alaska asik melamun aja, sampe sampe ceoli main sendiri, sepertinya kak Alaska sakit om!!" ucap ceoli merasa ada yang aneh dengan Alaska. ezio pun langsung melihat ke arah ceoli, awalnya tadi ia tak menghiraukan cerita ceoli namun pada saat ceoli bercerita tentang Alaska kini ezio pun langsung menghampiri ceoli.


"kak Alaska kenapa?" tanya ezio kepada ceoli.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


_happy reading_


__ADS_2