Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
Bab 44 : Anton ke rumah ezio


__ADS_3

Hari ini Alaska pulang sore karena banyak pelajaran yang ia ikuti hari ini, ezio sudah menunggunya di depan gerbang kampus. Tak lama kemudian Alaska pun datang.


Alaska langsung masuk ke dalam mobil tepat berada di samping Ezio. Kali ini ia di jemput oleh Ezio.


"Bagaimana hari ini?" tanya Ezio yang terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Kumayan lelah," ucap Alaska merasa kelelahan


"Setelah ini kamu langsung istirahat saja," ezio menyarankan


"Baik tuan," ucap Alaska nurut. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah, ceoli dengan setia menunggu om dan Alaska di depan rumah.


"Kak Alaska," teriak Ceoli, Alaska pun mendekati Ceoli


"Ye..... kak Alaska sudah pulang," ucap Ceoli senang


"Ceoli sudah mandi?" tanya Alaska


"Sudah kak," ucap Ceoli sambil tersenyum


"Ya sudah langsung masuk, kak Alaska mau mandi tuh," ucap Ezio yang baru turun dari mobil. Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah, Alaska siap siap untuk membersihkan diri.


Pukul 10.00 malam Alaska merebahkan diri di atas ranjang, ia menatap langit langit kamar sambil melamun. Ia tidak pernah menyangka akan bertemu Anton di kampus.


"Ternyata dia seorang dosen, tapi kenapa kemarin itu aku bertemu dia di depan kantor tuan ezio," Alaska heran


"Lah ngapain gue mikirin dia." Ucap Alaska memutuskan untuk tidur. Ia pun mulai menutup mata untuk menjelajahi dunia mimpi.


___________________


Dua minggu berlalu Alaska melakukan aktivitasnya seperti biasa. Namun, Bebe hari ini Anton menemui Alaska, Alaska sedikit risih tapi ia tidak mengatakannya kepada Anton.


"Hallo Alaska," sapa Anton. Alaska terkejut saat melihat Anton berada di hadapannya. Padahal Alaska sengaja ke perpustakaan agar hari ini tak bertemu dengan Anton.


"Tumben duduknya di sini, biasa di taman," ucap Anton duduk di hadapan Alaska. karena biasanya Anton akan menemui Alaska di taman kampus. Tapi kali ini Alaska sengaja masuk ke perpustakaan agar Anton tak bisa menemuinya, tapi kenyataannya Anton tetap saja bisa menemui Alaska.

__ADS_1


"Iya pak, lagi mau baca buku," ucap Alaska


"Baguslah kalau gitu, mulai lah untuk banyak membaca buku agar wawasan mu semakin berkembang," Anton memberikan nasehat


"Baik pak," ucap Alaska sopan. Anton juga membawa buku dan membacanya di depan Alaska. Ia menemani Alaska untuk membaca buku hari itu.


Hari yang sangat melelahkan, cuaca yang panas membuat semua orang terasa sangat lesu, begitu pun dengan Alaska yang merasa lelah hari ini. Ia pulang ke rumah di jemput oleh sopir.


Semakin lama tinggal bersama ezio Alaska merasa bukan seorang pembantu melainkan seorang adik bagi Ezio. Kehidupan yang mewah bahkan yang seharusnya menjadi tugas Alaska tidak di kerjakan, karena Ezio melarangnya.


Malam ini Alaska menemani Ceoli untuk belajar, sedangkan Ezio sedang menunggu seseorang di ruang tamu.


"Tuan sedang apa?" tanya Alaska heran saat melihat Ezio duduk sendirian di sofa


"Teman ku akan datang, jadi aku menunggunya di sini," ucap Ezio sambil memainkan ponselnya


"Kamu mau kemana?" tanya Ezio tanpa melihat ke arah Alaska


"Ambil minum di dapur tuan," ucap Alaska masih berjalan. Ezio hanya mengangguk saja.


"Sibuk bener ni dosen sampe gak bisa main kemari," ucap Ezio, mereka sambil jalan masuk ke rumah Ezio.


"Ya lumayan banyak jadwal saya mengajar, jadi tidak ada waktu untuk Hura Hura," ucap Anton pun sambil bercanda


"Kan kamu ke sini bukan untuk Hura Hura," ucap Ezio


"Memang tidak Hura Hura, tapi aku yakin jika kita bertemu pasti banyak cerita yang membuat banyak waktu terbuang," ucap Anton


"Benar juga kamu," ucap Ezio. kini mereka langsung duduk di sofa, bik Rumi yang tau teman Ezio datang ia pun langsung menghidangkan minuman untuk Ezio dan Anton


"Rumah mu Sangat mewah bro tapi salahnya kamu gak ada istri," ucap Anton sambil tertawa


"Buly trus!!" ucap ezio sambil tertawa juga.


Alaska yang mengambil minum pun ingin kembali ke kamar, namun ia terkejut saat melihat Ezio bersama Anton sedang bercanda tawa di ruang tamu.

__ADS_1


"Loh Alaska?" ucap Anton berhenti tertawa saat melihat Alaska


"Kamu kenal?" tanya Ezio yang sudah berhenti tertawa


"Dia mahasiswi ku," ucap Anton yang saja menatap ke arah Alaska


"Eh.... pak, " ucap Alaska gugup


"Oooooo bagus lah kalau kalian saling mengenal," ucap Ezio pun tidak memikirkan hal yang lain.


Alaska tersenyum sambil menunduk dan langsung masuk ke dalam kamar, jantung Alaska berdetak lebih kencang dari biasanya, karena ia takut Ezio akan tau jika Anton selalu menemuinya di kampus.


"Alaska siapa mu?" tanya Anton sambil meminum minuman yang di bawa bik Rumi tadi


"Hmmmm..... awalnya dia pembantu, tapi sekarang aku sudah menganggapnya sebagai adik, aku ingin ia menjadi orang yang hebat suatu hari nanti," ucap Ezio serius. Anton sudah merasa janggal saat melihat Alaska ada di rumah Ezio, Anton menebak bahwa Ezio bukan hanya menganggap Alaska sebagai adik pasti Ezio memiliki perasaan yang lebih dari itu.


"Oooo bagus lah," ucap Anton tak ingin memperpanjang lagi


"Bagaimana dengan wanita yang kamu suka itu, apa sudah bertemu?" tanya Ezio yang sontak membuat Anton tak tau ingin menjawab apa.


"sudah, dia juga mahasiswi di kampus," ucap Anton jujur


"Bagus lah kalau seperti itu, kau menjadi dosen di sini bisa membawa mu bertemu dengan nya, jangan lupa ajak kemari kalau bisa jangan lama lama," ucap Ezio sambil tersenyum. Anton hanya menanggapinya dengan senyuman, karena Ezio tidak tau bahwa wanita yang di maksud Anton adalah Alaska yang tinggal bersamanya.


Malam itu Anton dan Ezio bercanda tawa sampai tengah malam, Alaska mendengar canda tawa mereka, Alaska menebak bahwa mereka berteman dekat, karena sebelumnya Alaska tidak pernah melihat Ezio membawa teman ke rumah kecuali Fandi.


Alaska masih belum bisa tidur, ia masih takut jika Ezio mengetahui kedekatannya dengan Anton, hal itu pasti akan membuat Ezio sangat marah padanya.


pukul 1 malam akhirnya Anton pamit pulang, awalnya ezio menyuruh Anton untuk menginap di rumahnya, tapi Anton menolak karena pagi harus cepat ke kampus, Ezio pun memaklumi.


Ezio mengantar Anton sampai di depan gerbang rumahnya, Anton pun pamit pulang sambil mengendarai mobilnya. Setelah mengantar Anton Ezio pun langsung masuk untuk istirahat.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


_happy reading_


__ADS_2