
dengan hati yang kesal akhirnya Alaska memindahkan barang tersebut ke dalam kamarnya, setelah itu ia pun menutup pintu kamar dari dalam.
"ni isi nya apa an ya!!" ucap Alaska penasaran, akhirnya ia pun mulai membuka satu persatu paper bag tersebut.
"loh ini kan baju cewek!!" ucap Alaska saat melihat baju tidur berwarna Dongker. ia membuka lagi paper bag yang lain. dan sepertinya semua isinya milik perempuan.
"apa ini untuk istrinya? tapi kok malah di suruh bawa ke sini?" ucap Alaska heran.
"aduh...... gak jelas juga tu tuan jarjit!!" ucap Alaska akhirnya membuka semua paper bag. semakin lama Alaska semakin heran karena semakin banyak baju yang cantik bahkan ada yang berisikan tas dan sepatu.
dan paper bag Yang terakhir berisikan ponsel, spontan Alaska terkejut dan menaruh kembali ke dalam paper bag.
"loh dia beli ponsel baru? kok di taruh di sini?" ucap Alaska takut.
akhirnya Alaska pun keluar dan kembali mengetuk pintu kamar ezio
tok......tok......tok.......
ezio pun langsung membuka pintu, ia sudah bisa menebak siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
"ada apa?" tanya ezio dingin
"tuan ini ada ponsel, kenapa tuan menaruhnya sembarangan, kalau hilang bagaimana coba?" ucap Alaska ingin mengembalikan ponsel tersebut
"trus? kalau pun ponsel itu hilang, aku masih bisa membeli 10 kali lipat dari itu!!" ucap ezio menyombongkan diri
dasar tuan jarjit sombong and songong, batin alaska
"itu ponsel untuk mu, dan semua barang yang kamu masukkan ke dalam tadi, semua itu untuk mu!!" ucap ezio langsung menutup pintu tak ingin melihat ekspresi Alaska lagi.
Alaska terdiam sebentar, ia sedang mengingat apa yang di katakan ezio Barusan.
"semua untuk ku?" ucap alaska masih tak percaya
"iya itu semua untuk mu!!" tiba tiba suara itu berasal dari dalam kamar ezio
"terima kasih banyak tuan!!" ucap Alaska sambil membungkukkan badan namun sudah pasti tidak di lihat oleh ezio. Alaska pun langsung kembali ke kamar dengan perasaan yang sangat gembira. tampa di sadari terlukis senyuman tipis di bibir ezio.
Alaska kembali mengunci pintu dari dalam, ia benar benar tak menyangka bisa mendapatkan hadiah dari ezio.
"hah ini semua untuk ku!!" ucap Alaska masih tak percaya. Alaska langsung membuka paper bag yang berisi ponsel tadi
"wah........ ada logo apelnya!!" ucap Alaska semakin tak menyangka
"buset ini pasti mahal amat, punya 3 kamera lagi, aaaaaaaa!!" ucap Alaska sambil loncat loncat. ia benar benar bahagia malam ini.
setelah siap membereskan barang barang baru, Alaska pun membaringkan tubuhnya sambil memandangi langit langit kamar tersebut, kini Alaska melukiskan senyuman hangat di bibirnya.
"ngeselin tapi baik juga!!" ucapnya memuji ezio
__ADS_1
"terima kasih tuan jarjit!!" ucap Alaska mulai menutup matanya ingin cepat cepat mendatangi dunia mimpi.
_____________________
pagi ini Alaska bangun cepat dan membantu ceoli untuk bersiap siap berangkat ke sekolah.
"selamat pagi tuan!!" ucap Alaska sambil membungkukkan tubuhnya menyambut ezio.
"tumben?" ucap ezio sambil berjalan ke meja makan
"pagi yang sangat cerah tuan, semoga hari ini hari yang baik untuk mu tuan!!" ucap Alaska sambil tersenyum, namun senyumannya pagi ini sangat tulus. ezio pun menyadari senyuman Alaska pagi ini sangat berbeda dari sebelumnya.
manis, batin ezio
"kak Alaska pagi ini cantik banget!!" ucap ceoli memuji
"masak sih!!" ucap Alaska malu malu
"beneran kak!!" ucap ceoli
"ya udah ceoli tampan makan dulu ya!!" ucap Alaska langsung menyuapi ceoli makan.
__________________
"tuan ini yang harus di tanda tangani!!" ucap Fandi memberikan beberapa berkas
"kemungkinan besok kita akan menghadiri acara peresmian hotel baru di kota A tuan!!" ucap Fandi memberi informasi
"untuk keselamatan keluarga tuan biar saya yang jaga tuan, kalau tuan setuju!!" ucap Fandi menyakinkan ezio
"berapa hari saya harus di sana?" tanya ezio
"acaranya besok malam tuan, jadi lusa sudah bisa pulang!!" ucap Fandi
"tapi kamu harus pergi, mana mungkin aku tak punya pendamping!!" ucap ezio
"baik tuan!!" ucap Fandi
"sebelum kita berangkat pastikan rumah mama dan rumahku punya penjaga yang ketat!!" ucap ezio
"baik tuan!!" ucapnya.
_________________
"hai!!" sapa Erli ketika melihat wanita yang belum pernah ia temui sebelumnya
"hei, saya Andini!!" ucap Andini mengulurkan tangannya
"Erli!!" ucap Erli menyambut tangan Andini
__ADS_1
"silahkan duduk!!" ucap Erli tersenyum, Andini pun Langsung duduk.
kali ini Erli akan turun tangan untuk mengetahui siapakah pacar ezio.
"ada apa ya tuan ingin bertemu saya?" tanya Andini langsung ke intinya
"bagaimana kalau kita memesan minuman dulu?" ucapnya ingin basa basi yang panjang
"oh.....baiklah!!" ucap Andini setuju. mereka pun langsung memesan minuman kesukaan masing masing
"sebelumnya apakah saya menganggu waktu mu?" tanya Erli
"tentu saja tidak!!!" ucap Andini
"jadi begini apakah benar nona ini pacar tuan ezio, ezio Abraham?" tanya Erli memastikan
"tepat sekali!!" ucap Andini dengan senyuman hangat nya
"jadi begini nona, kami ini adalah wartawan, kami ingin sekali hubungan nona dan tuan ezio kami beritakan lagi!!" ucap Erli
"jadi saya harus apa?" tanya Andini
"ya nona bisa menyebarkan kalau minsal tuan ezio dan nona akan menikah dalam waktu yang dekat, karena kami hanya ingin kepastian kalian!!" ucap Erli
"tenang saja, kami memang akan menikah dalam waktu dekat, aku akan menghubungimu kalau semua sudah kami atur!!" ucap Andini dengan gaya yang anggun
"baik nona, kami sangat senang!!" ucap Erli. Tak lama kemudian pesanan mereka telah tiba
"silahkan di minum nona!!" ucap Erli sambil tersenyum
"baik!!" ucapnya langsung meminum minuman tersebut. Erli hanya tersenyum menatap Andini.
"kok saya merasa pusing ya?" ucap Andini setelah meneguk tiga kali minuman itu
"benarkah nona? apa yang perlu saya bantu?" ucap Erli pura pura panik.
"saya merasa pusing!!" ucap Andini memegangi kepalanya. dengan sigap Erli langsung membantu Andini berdiri
"ayo kita ke rumah sakit!!" ucap Erli perlahan memapah Andini. tak lama kemudian Andini pun langsung pingsan di pelukan Erli
"heh....... akhirnya aku dapat!!" ucap Erli dengan senyuman yang menyeramkan
"cepat kalian bawa wanita ini!!" ucap Erli memerintahkan anka buahnya, dengan sigap mereka langsung melaksanakan perintah Tuannya.
Erli sengaja mengajak Andini berjumpa di sana, karena ia memang sudah menyusun rencana jahat dari awal, ia memasukkan obat di dalam minuman Andini.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
__ADS_1
_happy reading_