Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
salah menaruh rasa


__ADS_3

kini mereka sudah di bolehkan untuk pulang, Alaska dan ceoli hanya sesak akibat asap yang tebal.


"tuan saya pulang duluan!!" ucap Fandi pamit


"baiklah, terima kasih!!" ucap ezio, Fandi pun hanya tersenyum dan langsung pulang


ezio juga langsung membawa pulang Alaska dan juga ceoli.


"om ceoli lapal!!" ucap ceoli saat mereka berada di dalam mobil


"ceoli mau makan apa?" tanya ezio sambil fokus menyetir mobil


"mau sate!!" ucap ceoli. akhirnya ezio pun membeli sate untuk makan di rumah.


tak lama kemudian mereka sampai di rumah, mereka pun langsung makan di meja makan, rumah sudah sepi sepertinya bik rumi sudah tidur.


"kak, ceoli bisa makan sendili!!" ucap ceoli saat Alaska ingin menyuapinya


"ya sudah!!" ucap Alaska pun langsung makan, di saat makan mereka tak berbicara sepatah kata pun, mereka hanya fokus dengan makanan yang ada di depan mereka.


"nice dream!!" ucap ezio saat ingin memasuki kamarnya


"iya tuan, selamat malam!!" ucap Alaska, ezio hanya mengangguk dan masuk ke dalam kamar, sedangkan ceoli tidur bersama Alaska.


______________


seperti pagi biasanya Alaska mengantar ceoli untuk ke sekolah, setelah itu ia ingin ke supermarket untuk membeli beberapa barang yang di suruh oleh bik Rumi.


Alaska kini sedang berada di supermarket, ia hanya sendiri sedangkan sopir menunggu di luar.


"hei nona!!" tiba tiba seorang pria menyapanya


"iya, ada apa?" tanya Alaska tak mengenal. pria tersebut


"apa masih ingat dengan saya?" tanya pria tersebut


"siapa kamu?" tanya Alaska heran


"aku yang kau tabrak di depan perusahaan Abraham, oh mungkin kamu lupa nona, kenalkan nama saya Anton!!" ucap Anton mengulurkan tangannya. Alaska tak menyambutnya, ia sedang mengingat kejadian itu dan kini Alaska sudah ingat siapa pria yang di hadapannya ini.


Anton kembali menyimpan tangannya karena tak di sambut oleh Alaska, namun itu tak masalah baginya.


"siapa nama mu nona?" tanya Anton


"Alaska!!" ucap Alaska


"nama yang bagus!!" ucap Anton memuji


"terima kasih!!" ucap Alaska kembali memilih barang yang harus ia beli

__ADS_1


"apa kamu perlu bantuan?" tanya Anton tetap mengikuti Alaska


"tak perlu!!" ucap Alaska cuek


"tapi sepertinya kamu butuh bantuan!!" ucap Anton tak putus semangat


"tidak perlu tuan!!" ucap Alaska penuh penekanan


"oh kalau gitu aku bisa meminta alamat mu?" ucap Anton


"aku tinggal di rumah majikan ku, jadi tak mungkin aku memberikannya!!" ucap Alaska menjelaskan


jadi dia seorang pembantu, batin anton


"bagaimana kalau nomor ponsel mu?" ucap Anton. Alaska benar benar risih dengan pria itu akhirnya ia pun memberikan nomor ponselnya secara cuma cuma.


"terima kasih!!" ucap Anton sangat senang, setelah itu ia tak mengikuti Alaska lagi. saat ini Alaska pun pulang karena semua pesanan bik Rumi sudah ia beli.


________________


"menurut mu siapa wanita ini?" tanya Andini pada anak buahnya


"saya kurang tau bos, tapi yang jelas tuan ezio bersama wanita ini dan ceoli!!" ucap anak buah Andini


"berani beraninya dia mendekati ezio!!" ucap Andini kesal. kemarin anak buah Andini melihat ezio di pasar malam bersama seorang wanita dan ceoli maka dari itu ia mengabarkan kepada Andini tentang berita itu bahkan ia mengambil Poto wanita itu.


"baik bos!!" ucapnya.


_______________


sore tadi sangat mendung Andini yakin malam nanti akan hujan, kini ia berencana untuk datang ke rumah ezio untuk memastikan siapa wanita yang bersamanya kemarin malam, ia ingin menanyakan hal itu kepada ezio malam ini.


kini Andini sudah berada tepat di rumah ezio, ia pun langsung masuk dan di perbolehkan oleh satpam di sana.


Andini membunyikan bel rumah ezio, ia menunggu siapa yang akan membuka pintu.


Alaska yang mendengar bel berbunyi ia pun segera membuka pintu, awalnya ia heran siapa yang datang malam malam, tapi Alaska menebak itu pasti mama ezio. Alaska pun membuka pintu ia melihat seorang wanita yang tak pernah ia lihat sebelumnya, ternyata tebakan alaska tadi salah.


"cari siapa ya?" tanya Alaska sopan


"siapa kamu?" tanya wanita itu dengan nada tinggi


"oh saya pembantu di rumah ini!!" ucap Alaska ramah


pembantu?, kenapa pembantu ezio SE muda ini? dan ini kan wanita yang ada di Poto itu, batin Andini mulai kesal


"saya ingin bertemu calon suami saya!!" ucap Andini sedikit menyombongkan diri


"calon suami?" Alaska bingung

__ADS_1


"iya calon suami saya ezio Abraham!!" ucap Andini


deg......


entah kenapa hati Alaska terasa sakit saat mengetahui jika ezio sudah memiliki tunangan


"oh masuk nyonya, saya akan panggil kan tuan ezio!!" ucap Alaska mempersilahkan Andini masuk.


"kamu mau kemana?" tanya Andini saat ia sudah duduk di sofa


"mau panggilkan tuan ezio nyonya!!" ucap Alaska ingin memanggil ezio


"tak perlu, biar saya saja ke sana!!" ucap Andini langsung menuju kamar ezio.


sakit? jelas sekali, Alaska benar benar tak menyangka ezio memiliki tunangan, Alaska yang salah menaruh rasa kepada orang yang sangat mustahil ia miliki.


tanpa mengetuk pintu Andini langsung masuk ke dala. kamar ezio, Alaska hanya bisa melihat dari bawah.


ezio yang sedang keluar dari kamar mandi pun sangat terkejut dengan kedatangan Andini.


"aaaa sayang di pakek dong bajunya!!" Andini sengaja berteriak agar Alaska mendengarnya dan benar saja Alaska mendengar suara Andini. Alaska malah merasa jijik dengan suara Andini, tapi di lubuk hati paling dalam Alaska merasa sakit.


"apa apa an kamu?" teriak ezio murka, ezio pun langsung mengambil bajunya dan memakainya


"kenapa kamu ada di sini?" teriak ezio benar benar marah kali ini


suara itu membuat Alaska terkejut, bagaimana bisa ezio marah bukankah seharusnya ezio senang.


"loh sayang, aku kan tunangan mu, jadi tidak masalah jika aku di sini!!!" ucap Andini kePDan


"kurang ajar kau!!" teriak ezio Langsung menarik paksa Andini keluar dari kamarnya


ia pun menghempaskan tubuh Andini di depan kamarnya, kali ini ezio benar benar marah karena Andini tak ada sopan santunnya, bisa bisanya ia masuk tanpa seizin ezio.


suara teriakan ezio membuat bik Rumi langsung ke ruang tamu melihat apa yang terjadi.


"pergi kau dari sini!!" teriak ezio marah


"kamu tidak boleh mengusir ku, aku ini tunangan mu!!" ucap Andini tak mau keluar dari rumah itu


"jangan bermimpi kamu, pergi!!" teriak ezio lagi


bik Rumi dan Alaska hanya bisa diam melihat kejadian itu, Alaska tak berani berbicara karena melihat wajah ezio yang benar benar sangat marah.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


_happy reading_

__ADS_1


__ADS_2