Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
jam tangan


__ADS_3

Alaska membuka paper bag yang di berikan oleh ezio dan ternyata isinya sebuah jam tangan.


"wah....... cantik banget!!" ucap Alaska sangat menyukai jam tersebut. alaska tersenyum saat mengingat bagaimana ezio memberikan paper bag tadi kepadanya.


Alaska pun langsung memakai jam tersebut, baru kali ini ia memakai jam secantik itu.


matahari mulai tenggelam memberikan kesempatan untuk bulan dan bintang menghiasi langit yang indah. kini mereka tengah makan malam bersama, ezio tersenyum tipis saat melihat jam yang ia belikan Langsung di pakai oleh Alaska.


cocok, batin ezio saat melihat pergelangan Alaska yang cocok dengan jam tersebut


"Mama langsung pulang ya!!" ucap Ririn pamit pulang setelah mereka makan malam bersama


"biar ezio antar ya ma!!" ucap ezio


"tidak perlu, kan banyak tu bodyguard kamu selalu sama mama!!" ucap Ririn tak ingin merepotkan putranya


"ya udah deh ma, hati hati ya!!" ucap ezio


"iya, oh ya Alaska titip ceoli ya!!" ucap Ririn kepada Alaska


"iya buk, hati hati di jalan" ucap Alaska sambil tersenyum. Ririn pun Langsung pulang meninggalkan rumah ezio.


di depan pintu kini ada Alaska dan juga ezio, tak sengaja mata mereka bertatapan tatapan, Alaska benar benar grogi ia pun memilih untuk masuk ke dalam rumah.


"hmmm....... Alaska!" ucap ezio tiba tiba. Alaska pun langsung berbalik badan melihat ke arah ezio


"suka jamnya?" tanya ezio sedikit ragu


"suka tuan, terima kasih!!" ucap Alaska sambil menunduk lagi


"baguslah!!" ucap ezio menunjukkan senyum hangatnya


manis banget, tiba tiba batin Alaska bersuara


"saya permisi tuan!!" ucap Alaska gugup


"silahkan!!" ucap ezio. Alaska langsung berlari lari kecil menuju kamarnya.


sesampainya di kamar ia Langsung loncat loncat, hatinya benar benar berbunga saat ini.


"kak Alaska kenapa loncat loncat?" tanya ceoli heran. alaska Langsung berhenti loncat ia baru sadar di kamarnya ada ceoli


"eh...... hehehehe kakak lagi olahraga tadi!!" ucap Alaska ngomong asal


"kata buk gulu, gak boleh loncat malam malam kak, nanti pipis di celana!!" ucap ceoli

__ADS_1


"iya gak loncat lagi kok!!" ucap Alaska malu terhadap ceoli. malam ini ceoli tidur bersama ezio lagi.


____________


entah kenapa malam ini Alaska tak bisa tertidur, ia masih memikirkan kejadian tadi yang membuatnya senyum senyum sendiri, ini baru pertama kalinya ezio tersenyum kepadanya, bahkan Alaska bisa menebak senyuman itu adalah senyuman tulus.


tok .......tok......tok...


tiba tiba pintu kamar Alaska di ketuk, namun Alaska sedikit heran siapa yang mengetuk pintu kamarnya malam malam gini.


"ada apa tuan?" tanya Alaska setelah membuka pintu dan melihat ada ezio di sana. tanpa basa basi ezio Langsung masuk ke dalam kamar Alaska dan mengunci pintu dari dalam


"loh tuan mau ngapain?" tanya Alaska sedikit panik


"kamu sudah ngantuk?" tanya ezio dingin. spontan Alaska langsung menggeleng


"aku juga tak bisa tidur, di kamar ceoli sudah tidur aku tak ingin mengganggunya, jadi aku berkunjung ke sini!!" ucap ezio tak bisa tidur. Alaska hanya mengangguk saja.


ezio berjalan melihat kamar yang kini di tempati oleh Alaska, kemudian ezio Langsung duduk di balkon kamar Alaska


"mau kau temani aku di sini?" tanya ezio tanpa melihat Alaska


"boleh tuan!!" ucap Alaska langsung duduk di bangku lainnya yang berdampingan dengan ezio.


"berapa umur mu?" tanya ezio tanpa melihat Alaska, ia hanya memandangi langit yang indah malam ini


"masih anak kecil!!" ucap ezio


"berarti umur tuan berapa?" tanya Alaska penasaran


"kepo kamu!!" ucap ezio melihat ke arah Alaska


"kan cuma nanya!!" ucap Alaska sedikit kesal


"ada rencana ingin kuliah?" tanya ezio lagi


"tuan nanye? tuan bertanya tanya?" ucap Alaska mengeluarkan jurus kesalnya. ezio hanya terkekeh mendengar perkataan Alaska


"kamu lucu ya, kalau udah kesal jawabnya suka ngaur!!" ucap ezio sambil terkekeh


"affa Iyah?" ucap Alaska lagi


"jangan gitu lagi kali ini serius, atau aku bisa menghukum mu kapan saja!!" ucap ezio dengan nada yang tegas


"mohon maaf tuan, itu tadi hanya bercanda saja, sekarang saya akan berbicara serius. saya akan menjawab pertanyaan tuan tadi yang pertanyaan apakah kamu mempunyai rencana untuk melanjutkan kuliah, saya pun menjawab saya tidak mempunyai rencana kuliah lagi tuan, sekian dari saya tuan.!!" ucap Alaska dengan nada yang formal. entah kenapa ezio terkekeh lagi mendengar Alaska berbicara

__ADS_1


"serius ya serius, gak suka pakek kata yang formal juga!!" ucap ezio masih terkekeh


"baiklah tuan!!" ucap Alaska dengan senyuman yang sedikit mengejek


"tuan boleh saya bertanya sesuatu?" ucap Alaska memulai pembicaraan yang serius


"tanya saja!!" ucap ezio


"kalau tuan di kamar saya, apakah nanti istri tuan tidak marah?" tanya Alaska dengan nada serius. seketika ezio langsung batuk mendengar pertanyaan itu.


"selama ini apakah kamu melihat seorang perempuan selain mama dan bik Rumi di rumah ini?" ucap ezio sambil menatap tajam ke arah Alaska. seketika Alaska menelan ludah kasarnya sepertinya ia sudah salah cakap. tidak berani bersuara Alaska hanya menggeleng saja


"jadi apakah saya sudah beristri!" tanya ezio tanpa mengalihkan pandangannya dari Alaska. lagi lagi Alaska hanya menggeleng dan menunduk saja. ezio heran kenapa kini Alaska seperti orang ketakutan berbeda dengan tadi yang masih mau bercanda.


perlahan ezio mengangkat dagu Alaska dengan jari telunjuknya agar Alaska bisa menatap mata ezio.


"kenapa menunduk?" tanya ezio heran. lagi lagi Alaska hanya menggeleng saja


"apa wajah ku terlalu menakutkan?" tanya ezio lagi


"sedikit tuan!!" ucap Alaska jujur.


"sebelumnya apakah kamu pernah di marahi oleh alm ayah dan almh ibu mu?" tanya ezio lagi


"tidak tuan, mereka tidak pernah marah padaku!!" ucap Alaska benar benar jujur. kini ezio paham kenapa Alaska ketakutan seperti itu. ezio sudah tau latar belakang Alaska tanpa harus Alaska katakan, ezio menyuruh Fandi untuk mencari identitas Alaska beberapa hari yang lalu.


"maafkan saya!!" ucap ezio lembut


"tidak papa kok tuan!!" ucap Alaska kini mulai berani menatap mata ezio. tiba tiba ezio tersenyum saat Alaska menatapnya, lagi lagi Alaska langsung salting ia pun mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"baiklah ini sudah malam, tidur lah!!!" ucap ezio bangkit dari duduknya


"baik tuan!!" ucapnya, ezio langsung melangkah ingin keluar dari kamar tersebut namun ia mengehentikan langkahnya saat sudah berada di depan pintu


"oh ya, wanita yang ada di rumah in yang pernah kamu jumpai adalah bik Rumi dan mama ku, kamu lupa bahwa kamu juga wanita di rumah ini!!" ucap ezio langsung keluar tanpa mengalihkan pandangannya ke belakang.


Alaska yang tadinya sedang menatap langit kini langsung melihat ke arah ezio, namun ezio sudah keluar dari kamar.


"maksudnya?" ucap Alaska tak mengerti.


ada yang ngerti gaes apa yang di katakan ezio? kalau paham komen di bawah ya👇


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


_happy reading_


__ADS_2