Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
kebakaran


__ADS_3

ezio pun melajukan mobilnya ke kantor, walaupun dengan perasaan kesal tapi ia tetap datang menemui Fandi.


"kak ceoli pingin pipis!!" ucap ceoli ingin ke kamar mandi


"ya udah yuk, kakak antar!!" ucap Alaska mengantar ceoli ke kamar mandi, saat di kamar mandi Alaska hanya menunggu di luar


"cepat lari.........!!" teriak seseorang


Alaska kaget saat mendengar suara itu, namun ia tak terlalu peduli dengan teriakan itu.


"cepat lari apinya semakin membesar!!" teriak orang itu lagi. Alaska terkejut namun ia masih tetap tenang, ia pun mengintip dari kamar mandi apa yang sebenarnya terjadi luar.


saat mengintip keluar Alaska terkejut karena ada api yang semakin membesar di sana.


"ceoli!!" panggil Alaska kembali ke kamar mandi


"ada apa kak!!" ucap ceoli yang baru saja buang air kecil


"cepat keluar ada kebakaran!!" ucap Alaska sedikit panik, ceoli pun terkejut dan panik ia pun segera membuka pintu toilet tersebut.


tanpa ba bi Bu Alaska Langsung menggendong ceoli dan berlari keluar, namun saat di luar kamar mandi api semakin besar dan tidak ada lagi orang di sana.


"kak banyak asap uhuk uhuk.......!!" ucap ceoli merasa sesak


"bentar ya!!" ucap Alaska menutup wajah ceoli dengan bajunya, ia pun mencari jalan untuk keluar saat itu, untungnya ada jalan keluar di sana walau pun asapnya begitu tebal Alaska tetap menerobos untuk keluar.


______________


"ada yang perlu di tanda tangan lagi?" tanya ezio kepada Fandi


"tidak tuan!!" ucap Fandi


Di kabarkan saat ini sedang terjadi kebakaran di cafe ******* , sudah beberapa menit berjalan ambulance belum. datang juga, api kini sudah semakin membesar


ezio melihat ke arah tv yang memberitakan tentang kebakaran tersebut


"cafe apa tadi?" tanya ezio merasa tak salah dengar


"cafe ****** tuan, gak terlalu jauh dari kantor kita!!!" ucap Fandi tau cafe tersebut


"Alaska, ceoli!!" teriak ezio panik, ia pun segera berlari menuju mobil, karena teriakan itu Fandi juga ikut panik ia pun segera mengejar ezio yang kini sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


ezio sangat panik, ia ugal ugalan mengendarai mobil saat itu, tak peduli dengan klakson mobil orang yang kesal akibat ezio yang ugal ugalan. Fandi pun Langsung mengikuti mobil ezio dari belakang.


tak lama kemudian ezio sampai di cafe tersebut, benar saja api sudah semakin membesar, ezio Langsung berlari ke kerumunan orang di sana untuk mencari Alaska dan ceoli namun nihil ia tak menemukan mereka.


"apa mereka masih di dalam!!" ucap ezio panik, tanpa berpikir panjang ezio langsung ingin menerobos masuk ke dalam tapi ia di tahan oleh Fandi yang kini sudah berada di belakang ezio


"jangan tuan ini berbahaya!!" ucap Fandi tak mengizinkan ezio untuk masuk


"tapi Alaska dan ceoli ada di dalam!!" ucap ezio panik


"kita cari dulu mereka di sini tuan!!" ucap Fandi yakin jika Alaska dan ceoli berada di kerumunan orang banyak, namun ezio yang keras kepala tetap bersikukuh untuk masuk ke dalam, untungnya polisi langsung menarik lengan ezio lagi.


"jangan masuk ke dalam pak!!" ucap polisi itu menahan ezio


"ada pacar dan keponakan saya di sana pak!!" ucap ezio kesal di tahan oleh polisi itu


"tenang pak, semua pengunjung di cafe ini sudah keluar sejak tadi, sudah di pastikan tidak ada lagi orang di dalam sana!!" ucap polisi itu memberitahu berita baik


akhirnya ezio pun bisa bernafas lega, begitu juga dengan Fandi yang merasa filingnya benar.


ezio dan Fandi pun Langsung mencari keberadaan Alaska dan ceoli namun tetap saja mereka tak menemukan nya sama sekali.


"kan mereka benar benar tidak ada, jangan. jangan mereka terjebak di dalam dan polisi itu tidak tau!!" ucap ezio kembali panik


"lihat dari tadi kita cari dan teriak tak ada yang. menyahut!!" ucap ezio benar benar sangat panik


"maaf tuan kalian mencari siapa?" tanya seorang polisi menghampiri ezio dan Fandi


"sedang mencari seorang gadis yang berusia 19 tahun sedang membawa anak kecil yang berusia 6 tahun!!" ucap ezio kepada polisi


"anak kecil itu berjenis kelamin lelaki?" tanya polisi itu memastikan


"iya pak!!" ucap ezio dan Fandi secara serempak


" oh mereka korban yang terakhir keluar dari cafe karena mereka dari kamar mandi, dan tadi sepertinya mereka terkena luka ringan, namun tenang saja pak, pihak polisi sudah membawa mereka ke rumah sakit!!" ucap polisi itu


"baiklah terima kasih pak??" ucap ezio yang langsung ke rumah sakit begitu pun Fandi yang masih setia mengikuti ezio ke rumah sakit.


saat menyetir mobil ezio masih ugal ugalan sebelum bertemu dengan Alaska dan ceoli hatinya benar-benar khawatir.


"aduh.....ni tuan sepertinya ia benar-benar jatuh cinta, bahkan ia sampai sepanik ini tak menemukan Alaska!!" ucap Fandi geleng geleng kepala

__ADS_1


tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, ia berlari lari kecil untuk mencari keberadaan Alaska dan ezio.


"sus apa ada pasien yang baru masuk karena kebakaran cafe?" tanya ezio kepada salah satu suster di sana


"seorang gadis dan anak kecil?" tanya suster tersebut


"iya sus, mereka sekarang di mana?" tanya ezio


"sini pak saya antar kan!!" ucap suster itu mengantarkan ezio dan Fandi.


"ini pak ruangannya!!" ucap suster itu


"terima kasih!!" ucap ezio dan Fandi. ezio Langsung membuka pintu tersebut, dan ia menemukan sosok yang ia cari sedari tadi.


"Alaska!!" ucap ezio yang tiba tiba langsung memeluk Alaska yang tengah duduk di samping ranjang rumah sakit.


"aduh........" ucap Fandi yang memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, karena kali ini jiwa jomblo nya meronta ronta


"kamu baik baik saja? kenapa kamu membuat ku khawatir!!" ucap ezio yang masih memeluk Alaska


"aku baik baik saja tuan, tapi tadi ceoli agak sesak karena banyak asap!!" ucap Alaska menjelaskan.


"kamu baik baik saja kan!!" ucap ezio melepaskan pelukannya. Alaska pun mengangguk sambil tersenyum.


"om jahat gak khawatir sama ceoli!!" ucap ceoli kesal


"bukan gitu sayang!!" ucap ezio kini mendekati ceoli yang sedang beristirahat


"om jahat!!" ucap ceoli rak ingin menatap ezio


"om sangat khawatir dengan ceoli dan juga kak Alaska, pada saat om masuk cuma kak Alaska yang enak di peluk karena posisinya sedang duduk, nah sedangkan ceoli kan sedang berbaring jadi susah dong di peluknya!!" ucap ezio yang sedang mencari alasan


"benelan om khawatir sama ceoli?" tanya ceoli


"beneran dong!!" ucap ezio yang langsung menggendong ceoli


"ceoli takut!!" ucap ceoli memeluk ezio


"tenang ya, ceoli sekarang sudah sama om!!" ucap ezio mengelus lembut punggung ceoli.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗

__ADS_1


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


_happy reading_


__ADS_2