
Alaska pun langsung masuk ke dalam vila, ezio pun langsung menghentikan langkah Alaska.
"kamu marah?" tanya ezio
"tidak!!" ucap Alaska singkat
"kamu bohong!!" ucap ezio
"tidak, aku tidak bohong!!" ucap Alaska tak ingin menatap ezio
"beneran?" tanya ezio lagi. Alaska kini memberanikan diri untuk menatap ezio
"tuan membuat ku khawatir, sampai malam tuan belum pulang, di hubungi juga gak di angkat siapa yang gak khawatir!!" ucap Alaska mengeluarkan kekesalannya
"aku minta maaf!!" ucap ezio sambil menatap Alaska, Alaska tak menjawabnya ia langsung ingin pergi lagi
"kita makan dulu!!" ucap ezio menahan tangan Alaska lagi. akhirnya dengan terpaksa Alaska menemani ezio makan di teras vila.
"kamu gak mau makan?" tanya ezio
"sudah kenyang!!" ucap Alaska
"tapi aku bawa banyak, mana mungkin aku habisin sendiri!!" ucap ezio tak ingin makanan itu mubajir
tanpa basa basi, ezio pun langsung ingin menyuapi Alaska makan, awalnya Alaska menolaknya namun ezio masih tetap memaksa sehingga Alaska mau membuka mulutnya.
"makan yang banyak biar cepet gede!!" ucap ezio
"kan aku sudah gede tuan!!" ucap Alaska
"belum, buktinya umur mu saja masih 19 tahun, badan mu juga masih mungil!!" ucap ezio yang masih fokus menyuapi Alaska
"tapi tetap saja aku sudah dewasa tuan!!" ucap Alaska tak ingin di kucilkan
"hahah ya sudah!!" ucap ezio terkekeh
"tuan vila ini milik tuan?" tanya Alaska
"iya, vila ini baru di bangun beberapa Minggu kebelakang!!" ucap ezio
"trus paman yang tadi siapa?" tanya Alaska penasaran
__ADS_1
"dia saudara jauh ayah saya, aku juga kurang tau detail tentang keluarga ku dan keluarganya, namun kami menjadi dekat setelah ayah meninggal, ia selalu menyemangati aku dan mama!!" ucap ezio menjelaskan
"eh tapi kan kamu mana tau ya tentang kehidupan ku!!" ucap ezio belum pernah menjelaskan di mana ayah ezio saat ini
"aku sudah tau tuan, aku juga tau tentang ceoli. aku tau semua tentang musibah itu!!" ucap Alaska sudah Luan mengetahui tentang hal itu. ezio sedikit bingung karena ia belum pernah menceritakan apa pun kepada Alaska, ezio heran kenapa Alaska tau tentang keluarganya
"apa kamu cari di google tentang keluarga ku?" tanya ezio penasaran
"tidak tuan, semua sudah di ceritakan sama bik Rumi ketika aku baru tinggal di rumah tuan!!" ucap Alaska. seketika ezio langsung paham
" kalau sudah tau lebih bagus lah, tak perlu lagi saya jelaskan!!" ucap ezio
"kamu mau roti bakar?" tanya ezio
"tuan banyak sekali beli makanan!!" ucap Alaska sudah merasakan kenyang
"aku pikir ceoli belum tidur tadi, ayo lah makan sikut lagi ya!!" ucap ezio masih setia menyuapi Alaska.
"tuan sering bermain ke puncak seperti ini?" tanya Alaska lagi
"dulu masa SMA sering, bahkan aku suka kemah di puncak gunung, namun sekarang aku sudah bekerja dan tidak pernah lagi muncak, tapi hari ini aku sengaja membuat vila di sini untuk liburan!!" ucap ezio
"kamu belum pernah kepedesaan seperti ini?" tanya ezio
"sudah jangan di ingat lagi ya, aku tak ingin kamu bersedih malam ini, lihat lah bulan dan bintang menemani kita malam ini, jadi jangan bersedih!!" ucap ezio lembut
hal ini yang membuat Alaska sangat nyaman terhadap ezio, ezio yang lembut mampu meluluhkan hati Alaska, wanita mana yang tak terpikat padanya, sudah kaya, lembut ganteng pula tu.
"iya tuan!!" ucap Alaska tersenyum ke arah ezio
"apa kamu tidak ingin melanjutkan kuliah?" tanya ezio kepada Alaska
"kenapa tuan selalu bertanya seperti itu?" tanya Alaska balik
"aku tidak ingin kamu di rendahkan oleh siapa pun hanya perihal ekonomi atau pun pendidikan. lagian pula kamu hanya beres beres di rumah dan itu adalah tugas bik Rumi bukan tugas mu, aku berharap kamu mau untuk melanjutkan pendidikan mu, soal biaya biar saya yang tanggung!!" ucap ezio ingin Alaska melanjutkan pendidikannya
Alaska terdiam sejenak sambil memandangi lampu lampu malam dari pedesaan, sebenarnya ini adalah kesempatan emas untuknya karena bisa melanjutkan pendidikan lagi, namun di sisi lain Alaska merasa merepotkan ezio
"kenapa diam?" tanya ezio
"aku tinggal bersama tuan saja aku sudah merasa beruntung, tidak mungkin aku melanjutkan kuliah karena itu akan merepotkan tuan!!" ucap Alaska benar benar tak mau merepotkan ezio
__ADS_1
"aku tak merasa di repotkan, malah aku sangat jika kamu mau menerima tawaran ku, apalagi ini saatnya universitas membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru!!" ucap ezio
"kuliah itu bukan untuk mencari pekerjaan yang layak atau pekerjaan yang memiliki gaji yang banyak, namun kuliah itu untuk kita menambah wawasan tentang banyak hal, bahkan kita bisa melatih diri sendiri tentang publik speaking yang bagus, kita akan menemukan jati diri kita. yang jelas kita akan banyak mendapatkan pengalaman yang luar biasa!!" ezio menjelaskan
"tuan dulu kuliah?" tanya Alaska tiba tiba
"kalau aku tak kuliah mana mungkin aku bisa menjadi CEO yang terkenal, aku juga dulu kuliah dan aku kuliah di luar negeri!!" ucap ezio
"kalau minsal saya mau menerima tawaran tuan bagaimana?" tanya Alaska ragu ragu
"kalau kamu mau, aku sangat bahagia!!" ucap ezio tersenyum ke arah Alaska
"baiklah tuan saya menerima tawaran tuan, terima kasih banyak atas semuanya!!' ucap Alaska senang. ezio pun tersenyum ke arah Alaska
"ya sudah Ayo kita tidur, ini sudah malam, cuacanya mulai dingin!!" ajak ezio. Alaska pun langsung mengangguk
"kamu tidur dengan ku!!" ucap ezio saat berada di dalam vila
"loh tuan tapi kan ceoli sendiri!!" ucap Alaska. tanpa basa basi ezio langsung menarik tangan Alaska untuk masuk ke dalam kamarnya.
deg.........
Alaska menelan salivanya saat berada di dalam kamar ezio, ia sangat takut dan gugup
"tidur lah, ngapain kamu berdiri di situ!!" tegur ezio. dengan detak jantung yang tak karuan Alaska pun langsung berbaring di atas ranjang.
tak lama kemudian Alaska merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya, ia semakin gugup sekali.
"coba balik badan, menghadap kepada ku!!" ucap ezio, Alaska pun langsung menuruti kata ezio
kini ezio tepat berada di hadapan Alaska, bahkan nafas ezio masih bisa di rasakan oleh Alaska.
"tidurlah yang nyenyak!!" ucap ezio sambil tersenyum
"iya tuan, semoga tuan mimpi indah!!" ucap Alaska sedikit gugup. ezio pun langsung mengecup kening Alaska
"tidur lah!!" ucap ezio tak banyak basa basi. Alaska pun langsung menutup matanya saat itu.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
__ADS_1
_happy reading_