Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
kepanikan fandi


__ADS_3

kini video aib itu sudah di hapus oleh suruhan ayah Andini. ayah Andini sangat kesal dengan perbuatan anaknya yang kini nama baiknya pun tercoreng, namun bukan memarahi anaknya ayah Andini malah kesal dengan ezio yang tidak membela Andini.


ayah Andini akan menemui mama ezio untuk membicarakan masalah ini, awalnya mama ezio menolak namun ayah Andini memaksa. Mama ezio pun akhirnya menyetujuinya.


"apa yang mau kamu sampaikan?" ucap mama ezio dingin


"kau sudah tau kan apa yang terjadi, seharusnya kamu dan ezio harus bertindak untuk menutupi kasus ini!!" ucap ayah Andini


"hah? menutupi? anak mu yang berbuat anak saya yang tanggung? hello ayam saja ingin tertawa melihat mu!!" ucap mama ezio kurang suka dengan sikap ayah Andini


"bagaimana pun Andini adalah tunangan ezio!!" ucap ayah Andini tak tahu malu


"tunangan? mohon maaf untuk saat ini dan kedepannya saya tidak akan menerima anak mu sebagai menantu!!" ucap mama ezio benar benar merasa jijik dengan Andini


"tidak bisa seperti itu, aku sudah sepakat dengan suami mu tentang perjodohan anak kita!!" ucap ayah Andini berusaha tenang


"No....... aku tak Sudi ezio menikah dengan Andini. dan mulai saat ini jangan harap lagi ezio akan mau bersama anak mu itu!!" ucap mama ezio yang langsung pergi dari sana. ia benar benar membuang waktu untuk bertemu ayah Andini


ayah Andini sangat kesal dengan keluarga ezio, ia sekarang merasa malu kemana pun ia pergi karena ia terkenal sebagai seorang pengusaha dan terkenal calon mertua dari ezio.


_________________


pagi ini ezio menghabiskan masa liburnya dengan Alaska dan juga ceoli, sebentar lagi akhirnya tahun akan tiba, ezio berencana mengajak Alaska dan ceoli liburan.


"bagaimana kalau kita liburan!!" ajak ezio


"wah......om ceoli mau!!" ucap ceoli bersemangat


"bagaimana dengan mu?" tanya ezio kepada Alaska


"saya ngikut tuan!!" ucap Alaska


"baiklah, kita akan liburan!!" ucap ezio, ceoli pun berteriak senang, sudah lama sekali mereka tak liburan.

__ADS_1


"tapi untuk besok om harus ke kantor dulu ya, ngurusin semua pekerjaan om!!" ucap ezio. Alaska dan ceoli pun mengangguk tanda mengerti.


________________


malam itu ezio menerima pesan dari salah satu anak buahnya, sontak membuat ezio terkejut dan panik. namun ia tak mau bertindak gegabah, ia memutuskan untuk tidur cepat malam itu.


malam hari yang di hiasi bulan dan bintang kini di gantikan oleh matahari yang akan menemani setiap aktivitas manusia di bumi ini. matahari mulai menampakkan dirinya embun tipis yang mulai hilang dari pandangan mata.


polusi yang sangat banyak di ibu kota saat kemacetan, padahal anak sekolah sudah banyak yang libur, namun hal itu tetap saja membuat ibu kota macet pagi ini, ezio sangat kesal jika sudah berada di tengah kemacetan, suara klakson dari belakang membuat bising seketika. Beberapa menit berlalu akhirnya mereka bisa keluar dari kemacetan tersebut.


mereka masuk ke kantor, ezio pun langsung masuk ke dalam ruangannya.


"tuan ada sesuatu yang harus saya selesaikan!!" ucap Fandi pamit kepada ezio


"cepat selesaikan, oh ya aku akan liburan pastikan semua pekerjaan ku sudah beres sebelum berangkat!!" ucap ezio. Fandi pun mengangguk tanda mengerti.


hari ini Fandi menyelesaikan semua pekerjaan yang ada ia juga tak mau menganggu ezio saat liburan nanti, siang ini Fandi makan di sebuah cafe, ia hanya makan sendiri karena ada pekerjaan di luar kantor, tiba tiba ponsel Fandi berbunyi.


tit.....tit....tit....


"maaf tuan di mana sekarang?" tanya seseorang dengan suara nafas yang terengah engah


"lagi makan, ada apa?" tanya Fandi yang sebenarnya tak tau dengan siapa berbicara


"tuan tolong cepat balik ke kantor, kantor kita kebakaran!!" ucap Orang itu mengabarkan


"what? baik saya pulang!!" ucap Fandi benar benar terkejut dan panik.


Fandi pun langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, ia berpikir tentang ezio yang ada di ruangan, dan semua berkas berkas kantor berada di ruangan ezio dan juga ruangannya.


Fandi benar benar ugal ugalan di jalan raya, ia tak peduli seberapa banyak sudah orang mengklakson dirinya akibat ugal ugalan. tak butuh waktu lama kini Fandi sudah sampai di kantor, ia benar benar terkejut saat melihat semua karyawan sedang melihat kebakaran tersebut.


Fandi langsung keluar dari mobil, ia terkejut melihat kantor yang sudah beberapa lantai terbakar hangus, bahkan ruangannya dan ruangan ezio sudah pasti ludes.

__ADS_1


"oh tuhan!!" ucap Fandi benar benar lemas melihat itu semua. namun kini polisi sudah banyak di area kantor, juga sudah datang beberapa pemadam kebakaran untuk memadamkan api Tersebut.


di tengah tengah khawatiran Fandi, Tiba tiba seseorang menepuk pelan pundak Fandi sehingga Fandi langsung menoleh kebelakang.


"tuan!!" ucap Fandi saat melihat ezio ada di belakangnya


"sudah siap pekerjaan mu tadi?" tanya ezio santai


"pekerjaan apa tuan? aku sangat panik, lihat kantor sudah hangus tuan. semua berkas ada di ruangan tuan dan ruangan saya!!" ucap Fandi masih mengkhawatirkan semuanya.


ezio tau apa yang di pikirkan Fandi, ia pun membawa Fandi dari sana agar Fandi sedikit lebih tenang.


"ini minum dulu, aku yakin pasti kamu ugal ugalan!!" tebak ezio. Fandi pun langsung meminum minuman yang di berikan ezio. Fandi pun menarik panjang nafasnya agar lebih tenang.


"kenapa tuan tidak panik?" tanya Fandi heran dengan ezio yang tidak panik sama sekali


"apa yang harus saya panik kan?" tanya ezio kepada Fandi


"panik tuan, semua berkas ada di sana, sudah pasti semua berkas terbakar!!" ucap Fandi menyatakan kekhawatirannya


ezio pun langsung memberikan kunci mobil, mobil milik ezio yang di bawa oleh beberapa anak buahnya.


"apa ini?" tanya Fandi bingung


"buka mobil ini!" ucap ezio memberikan kunci mobilnya. fandi pun langsung berjalan menuju mobil yang di maksud oleh ezio, ia membuka mobil itu dan betapa terkejutnya Fandi saat melihat isi mobil tersebut. di sana banyak sekali berkas yang tersusun rapi bahkan berkas yang awalnya di ruangan Fandi kini berkas tersebut sudah berada di dalam mobil itu, mobil itu benar benar penuh dengan berkas.


Fandi pun langsung menutup mobil tersebut, ia sangat lega saat melihat semua berkas di sana berhasil di selamatkan, ia pun kembali ke tempat ezio yang masih duduk di sana. ia pun memberikan kunci mobil yang di berikan ezio tadi.


"masih panik?" tanya ezio dengan mengangkat salah satu alisnya


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


_happy reading_


__ADS_2