
2 hari berlalu kini Alaska sudah mulai banyak berbincang dengan bik Rumi, keadaannya pun sudah mulai pulih walau belum 100% pulih. ezio belum mengizinkan ceoli untuk bertemu Alaska karena takut akan membuat Alaska repot.
kini ezio sedang berada tepat di hadapan Alaska di ruang kerjanya di rumah, sedari tadi Alaska hanya menunduk tak berani menatap ezio. berbeda dengan ezio yang sedari tadi memandangi wanita yang ada di depannya.
"bisakah kau berhenti menunduk?" ucap ezio setelah sekian lama hanya diam saja.
Alaska mencoba menoleh untuk menatap ezio, saat menatap laki laki itu malah Alaska merasa ngeri dengan tatapan ezio.
"siapa nama mu?" tanya ezio basa basi
"Alaska nadaria!!" ucapnya gugup
"kenapa tuan membawa ku ke sini?" tanya Alaska lagi
"menurut mu?" tanya ezio dingin.
"aku tak kenal dengan tuan, jadi yang pasti aku gak ada masalah apa apa dengan mu!!" ucap Alaska lagi
"jika sudah berada di hadapan ku itu tandanya kamu punya masalah dengan ku!!" ucapnya tegas
"tapi aku tak mengenal mu, bagaimana bisa aku punya masalah dengan mu!!" ucap Alaska. menit berikutnya ezio hanya diam saja, ia sedang memikirkan cara untuk wanita itu tetap tinggal bersamanya di sini untuk menjaga ceoli.
"apakah kamu butuh pekerjaan?" tanya ezio dengan tatapan serius. Alaska mengerutkan keningnya merasa heran dengan pertanyaan ezio
"maaf tuan, tadi tuan katakan aku punya masalah dengan mu, tapi kenapa kini kau bertanya apakah aku butuh pekerjaan? aneh bukan?" ucap Alaska bingung dengan pertanyaan ezio.
ezio berpikir lagi sepertinya ia salah cakap kepada wanita itu.
"ya sudah gini saja, apakah kau kenal dengan ceoli?" tanya ezio langsung ingin menceritakan intinya saja
deg.......... tiba tiba jantung Alaska berdegup dengan kencang, yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah ia yakin bahwa orang yang di hadapan nya ini adalah ayah dari ceoli, ia takut akan di penjarakan karena tidak menjaga ceoli dengan baik.
"kenapa diam? apakah kau kenal dengan ceoli?" tanya ezio lagi. dengan perasaan yang takut ia pun langsung memegang kaki ezio untuk meminta maaf, sontak ezio Sangat kaget dengan tingkah Alaska.
__ADS_1
"maaf tuan, maaf tuan, maafkan saya tidak bisa menjaga ceoli!!" ucap Alaska sambil memeluk kaki ezio merasa bersalah. malah kini Alaska sudah menangis karena takut dengan ezio.
seketika ezio tersenyum melihat tingkah gadis itu, ini adalah kesempatannya untuk mempertahankan Alaska berada di sisi ceoli.
"apa kau yang bersama ceoli saat itu?" tanya ezio
"iya, orang tuanya tidak ada di sana, aku yang menjaga nya tiba tiba ada beberapa orang menculik ceoli secara paksa. aku ingin menyelamatkannya tapi aku jatuh tersungkur dan tak bisa menyelamatkan ceoli!!" ucap Alaska sambil menangis
"lepaskan kaki ku!!" ucap ezio. Alaska tak mau melepaskan pelukannya karena masih merasa bersalah kepada ezio.
"kalau kamu tak melepaskan kaki ku, aku akan menuduh mu sebagai penculik!!" ucap ezio. spontan Alaska langsung melepaskan pelukannya
"duduk di kursi!!" ucap ezio menunjukkan ke arah kursi, Alaska pun hanya mengikuti arahan ezio.
"aku hanya ingin mengatakan terima kasih, karena ceoli selamat!!" ucap ezio sambil menatap Alaska
"dan aku minta maaf karena anak buah ku telah membuat mu terluka!!" ezio melanjutkan pembicaraannya
"jadi kali ini aku minta tolong, bisa kah kamu bekerja untuk ceoli?" tanya ezio dengan tatapan serius
"beberapa hari ini ceoli selalu menyebut nama mu, jadi mau kah kamu bekerja di rumah ku ini untuk menjaga ceoli?" ucap ezio, Alaska berpikir keras saat ini aneh baginya orang yang baru kenal langsung memberikannya pekerjaan, yang ia tau mencari pekerjaan sangat lah susah sebagimana yang di lakukan oleh kedua orang tuanya dulu.
"maaf tuan, aku tak bisa karena aku sudah mempunyai pekerjaan sendiri!!" ucap Alaska tak ingin langsung percaya dengan orang lain
"akan ku berikan kamu gaji sesuai permintaan mu!!" ucap ezio menawarkan
"tak perlu tuan, pekerjaan ku sekarang Halah juga kok!!" ucap Alaska tetap menolak
"jadi terima kasih atas bantuan pengobatan saya tuan, saya mau pamit untuk pulang!!" ucap Alaska ingin segera pergi dari rumah itu. saat Alaska ingin beranjak ezio langsung menahan tangannya.
"ku mohon tetap lah di sini, aku janji tidak akan membuat hidupmu menyesal!!" ucap ezio, perlahan Alaska menurunkan tangan ezio dari lengannya
"maaf tuan aku tidak bisa, jangan memaksa kehendak orang!!" ucap Alaska langsung meninggalkan ruangan kerja ezio.
__ADS_1
ezio masih mengikuti Alaska sampai tiba di kamar di mana yang di tempati oleh Alaska tadi.
"tuan kok ngikutin saya?" tanya Alaska heran, dengan cepat ezio langsung mendorong Alaska masuk ke dalam kamar itu dan menguncinya dari dalam.
"loh tuan kok pintunya di kunci?" ucap Alaska mulai panik, ezio mendekatkan dirinya ke Alaska sambil berkata.
"kau harus tetap bekerja di sini, atau tidak hidupmu akan hancur!!" ucap ezio penuh penekanan. seketika Alaska langsung merinding mendengarnya, ancaman itu membuat Alaska takut, namun ia akan tetap menolaknya.
"aku tidak takut tuan, lagian Tuan mana tau tentang kehidupan ku!!" ucap Alaska tetap ingin keluar dari rumah itu.
"aku pastikan hidup mu akan hancur!!" ucap ezio kembali mengancam Alaska
"aku tidak takut sama sekali tuan!!" ucap Alaska mantap dengan pilihannya.
"baiklah, silahkan pergi, aku muak melihat mu!!" ucap ezio
Alaska langsung pergi saat itu juga dengan tangan kosong, memang ia tak membawa apa apa ke sana bahkan sendal pun ia tak punya.
ezio tak mau melihat Alaska lagi, ia pun langsung kembali ke kamarnya. saat ingin keluar dari rumah itu Alaska sangat takjub dengan rumah yang sangat mewah dan megah.
ini baru pertama kalinya ia menginjakkan kaki di rumah yang sangat mewah, bahkan lengkap dengan beberapa pelayan yang siap siaga di sana.
"buset dah, ini rumah apa istana!!" gumam Alaska merasa takjub
alaska keluar dari rumah, ia melihat beberapa pelayan pria di sana, taman yang sangat indah dan Luas membuat Alaska terpesona. ia berjalan tanpa alas kaki, para pelayan itu hanya melihat saja enggan untuk memberikan sendal karena ezio telah melarangnya.
kini Alaska sudah di depan gerbang rumah ezio, ia melihat rumah ezio dari luar, lagi lagi ia sangat takjub dengan rumah ezio.
dari kejauhan ezio tersenyum melihat tingkah Alaska yang aneh menurutnya. ia memperhatikan Alaska sejak tadi.
"kau akan tetap kembali ke sini wahai Alaska!!" ucap ezio sambil menatap Alaska yang mulai hilang dari pandangannya.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
jangan lupa like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
_happy reading_