Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
Andini di culik erli


__ADS_3

ezio merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memandangi langit langit kamar tersebut, entah kenapa kini malam wajah Alaska yang datang menghampirinya.


"kok gue malah mikirin dia sih!!" ucap ezio mulai kesal, pikirannya yang mulai membayangkan Alaska


dret....... Dret..........dret.........


ponsel ezio berdering, ada nomor masuk yang menelponnya, tanpa berpikir panjang ia pun langsung mengangkatnya


"ezio tolong.........." ucap seorang wanita dari ponsel tersebut


"siapa?" tanya ezio heran


"ezio tolong..........hiks hiks.....aku di culik!!" tangis Andini pecah


"siapa?" tanya ezio lagi


"aku Andini.......hiks......hiks......tolong....!!" Andini masih menangis ketakutan,


"trus gue harus apa?" ucap ezio benar benar tak peduli


"tolonggggggg ezio!!" teriak Andini mulai kesal


"maaf aku tidak sempat untuk mendengarkan candaan mu!!" ucap ezio merasa Andini sedang bercanda


"aku gak bercanda!!" ucap Andini. spontan ezio langsung mematikan ponsel tersebut males mendengar suara Andini.


"sepertinya ezio tak memperdulikan mu nona!!" ucap Erli tersenyum tipis


"tunggu saja, pasti dia akan kemari. dasar manusia bejat!!" ucap Andini yakin ezio akan menolongnya.


"hahahha dasar nona nona!!" ucap Erli tertawa .


__________


"tuan!!" panggil Fandi dari luar kamar


"ada apa?" tanya ezio sambil membuka pintu


"tuan, Andini di culik oleh Erli!!" ucap Fandi mengabarkan


"kok bisa? Mama?ceoli? Alaska? apa mereka baik baik saja?" ucap ezio mulai panik


hadeuh ini tuan, cuma Alaska yang di pikirannya, batin Fandi

__ADS_1


"mereka baik baik saja tuan, tapi Andini dalam bahaya!!" ucap Fandi


"siapkan anak buah kita, sekarang kita serbu markas mereka!!" ucap ezio mengepalkan tangannya. ezio yakin Erli sengaja menculik Andini agar dirinya terpancing untuk menemuinya.


kini ezio dan anak buahnya berangkat ke markas milik Erli, namun mereka tidak akan gegabah dalam bertindak. anak buah ezio adalah orang yang sangat di segani oleh banyak perusahaan karena mereka yang terkenal sangat kuat dan cerdas.


tak butuh waktu lama kini Meraka sudah sampai di markas Erli, ezio yakin pasti Andini di sekap di dalam.


"atur posisi kalian!!" ucap ezio memerintahkan anak buahnya, mereka hanya mengangguk dan langsung melaksanakan perintah Tuannya.


"tuan sepertinya penjagaan markas ini tidak ketat!!" ucap Fandi mengabarkan


"bagus, langsung serang saja!!" ucap ezio. Fandi langsung menyuruh anak buahnya untuk mengepung markas dan menyerangnya. untuk beberapa menit terjadilah perkelahian antara anak buah ezio dan juga Erli, dengan sekejap mata Anka buah Erli sudah tumbang di sana.


ezio langsung masuk ke dalam rumah tersebut, di dalam sebuah ruangan ia di sambut oleh Erli.


"tap......tap.......tap......!!" Erli tepuk tangan saat ezio mulai masuk ke dalam ruangan itu, di sana Andini di sekap dan beberapa anak buah Erli yang belum tumbang


"selamat datang tuan ezio, saya senang kamu mau berkunjung kemari!!" ucap Erli dengan senyuman yang lebar


"aku tidak ingin basa basi, lepaskan Andini!!" ucap ezio dingin


"tidak semudah itu tuan ezio!!" ucap Erli sebenarnya ragu ragu


"pengecut!!" ucap Erli, tanpa ba bi Bu ia pun langsung ingin menyerang ezio namun dengan cepat dan sigap beberapa anak buah ezio langsung menghajar Erli.


terjadilah pertarungan antara Arli dan anak buah ezio, ezio hanya menikmati pertunjukan itu. tidak butuh waktu yang lama kini Erli sudah babak belur.


"awas kalian!!" teriak Erli sambil berlari keluar rumah itu di ikuti oleh anak buahnya yang tersisa


"tidak usah di kejar lagi!!" ucap ezio kepada anak buahnya


"baik tuan!!" ucapnya


"ezio akhirnya kamu datang, aku sudah menduga pasti kami gak akan membiarkan ku terluka kan!!" ucap Andini Sangat senang akhirnya ezio datang menyelamatkannya


"jangan berterima kasih pada ku, di sini anak buah ku yang menyelamatkan mu bukan aku!!" ucap ezio dingin


"cepat bawa dia!!" ucap ezio langsung meninggalkan ruangan itu, lagi lagi Andini kesal sekali karena yang membuka tali ikatan bukan ezio tapi anak buahnya.


kini Andini sudah berada di dalam mobil, di sana Fandi yang sedang menyetir dan ezio yang duduk di sebelahnya.


"aduh......sakit banget, ezio bisa pindah kebelakang saja kaki ku sangat sakit!!" ucap Andini mulai mencari kesempatan

__ADS_1


"tunggu sebentar lagi akan sampai ke rumah mu!!" ucap ezio dingin


"tapi aku ingin di pijitin sama kamu!!" ucap Andini lagi


"kamu bisa diam gak?" bentak ezio membuat Fandi dan Andini langsung terkejut. seketika Andini langsung diam tak berani berkata kata lagi.


tak lama kemudian mereka sampai di rumah Andini, ezio langsung masuk ke dalam rumah Andini, dan Andini di bantu oleh Fandi.


"putriku!!" ucap mama Andini Sangat mengkhawatirkan putrinya.


"terima kasih sudah menyelamatkan putri ku, kamu benar benar lelaki yang sangat cocok bersanding dengan putri ku, karena kamu bisa menjaganya!!" ucap papa Andini saat mereka sudah duduk di sofa


"iya benar, kalau begini lebih baik kalian cepat menikah biar bisa melindungi satu sama lain!!" sambung mama Andini lagi


"yang menyelamatkan Andini adalah anak buah ku bukan aku, dan ku tegaskan lagi bahwa saya tidak akan menikahi putri kalian!!" ucap ezio dengan tegas


"bagaimana bisa begitu? kau sudah melanggar aturan ayah mu!!" ucap papa Andini tak terima


"itu bukan lah sebuah aturan, namun itu adalah permintaan ayah ku, namun jodoh itu di tangan Tuhan bukan di tangan ayah ku atau pun om, jadi mohon maaf saya tidak bisa memaksakan diri untuk mencintai anak om!!" ucap ezio dengan tegas


"tidak bisa seperti itu!!" ucap papa Andini.


"maaf saya harus pulang karena saya masih banyak urusan!!" ucap ezio langsung pergi dari sama dan di ikuti oleh Fandi.


"tuan jadi gimana kita balik ke apartemen atau ke rumah?" tanya Fandi, karena mereka sekarang sudah berada di tengah tengah antara rumah ezio dan apartemen di kota A


"balik saja ke apartemen, sudah larut malam aku tak ingin menganggu tidur mereka!!" ucap ezio


"baiklah tuan!!" ucap Fandi yang langsung melajukan mobil kembali ke kota A.


selama di perjalanan hening tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Fandi dan juga ezio, namun beberapa menit berlalu Fandi mendengar suara yang aneh.


"suara apa itu tuan?" tanya Fandi tanpa melihat ke arah ezio alias ia tetap fokus melihat ke depan. tak ada jawaban dari ezio namun suara itu semakin jelas


"keknya itu suara ngorok deh!!" ucap Fandi yang mulai jelas mendengar suara tersebut. spontan Fandi Langsung melihat ke arah ezio dan benar saja ezio sudah tertidur bahkan terdengar suara dengkuran kecil.


"dasar tuan tuan, yang capek kan gue, kok malah dia yang ngorok!!" ucap Fandi geleng geleng kepala.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


_happy rading_

__ADS_1


__ADS_2