Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
Alaska tauma


__ADS_3

ezio terpaksa berbohong karena ia tak tau lagi harus menjawab apa. menit berikutnya ezio di persilahkan masuk ke ruang rawat inap. ezio menyuruh dokter agar gadis itu bisa di rawat di rumah saja.


ezio melihat gadis itu dengan tatapan yang penuh rasa kasian, tak ada terlintas di benaknya untuk menyiksa gadis tersebut. ezio berniat akan membawa pulang gadis itu, ia harus bertanggung jawab atas apa yang di lakukan anak buahnya terhadap gadis itu.


kini gadis itu sudah berada di rumah ezio, di bantu oleh beberapa dokter untuk menangani gadis itu.


"terima kasih banyak!!" ucap ezio saat para dokter hendak pulang


"sama sama tuan!!" ucap salah satu dokter Tersebut


"om..........!!" panggil ceoli


"ada apa sayang?" tanya ezio mendekati keponakannya


"om dari mana saja, ceoli gak punya kawan!!" ucap ceoli seharian bermain tanpa teman


"iya maaf sayang, oh om mau tunjukkan sesuatu untuk ceoli!!" ucap ezio langsung menggendong ceoli. ceoli hanya menatap heran ke arah ezio, karena ia tak paham apa yang di maksud ezio.


ezio langsung membuka pintu kamar di mana di dalam ada seorang gadis yang tertidur lemah tak berdaya.


"apakah ceoli kenal dengan kakak itu?" tanya ezio kepada ceoli


"itu kan kak Alaska!!" ucap ceoli dengan mata yang berbinar binar


"kak Alaska.........." teriak ceoli senang


ezio langsung menutup pelan mulut ceoli dan membawa ceoli keluar dari kamar tersebut.


"jangan teriak, kak Alaskanya lagi sakit!!" ucap ezio kepada ceoli


"kak Alaska sakit apa?" tanya ceoli heran


"hmmmmm........ pokonya anak kecil gak boleh tau. kak Alaska sakit jadi jangan di ganggu ya!!" ucap ezio memperingati ceoli. ceoli mengangguk tanda mengerti.


Alaska menggerakkan tangannya, kini pandangannya mulai menerang, ia menatap langit langit kamar yang sangat asing baginya. ia masih merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya. memory kejadian tadi terulang di kepalanya, ia sangat takut sekali dengan para penjahat yang menculiknya.


"aw.........sakit banget!!" ucap Alaska mengeluh. ia tak tau ingin berbuat apa, butuh bantuan namun tak tau minta dengan siapa.


ia melihat ke sekeliling kamar tersebut, Alaska tertegun melihat kamar yang sangat mewah, sebelumnya ia tak pernah melihat kamar yang seluas itu.

__ADS_1


tiba tiba pintu terbuka membuat Alaska yang melihat ke arah pintu.


klek...............


ezio masuk dan melihat Alaska yang sudah terbangun, ia pun langsung mendekati Alaska yang terbaring lemah di atas kasur.


"sudah bangun?" tanya ezio


"siapa kamu?" Alaska kembali bertanya dengan perasaan yang takut


"nama ku ezio!!" ucap ezio memperkenalkan diri


"aku gak kenal sama kamu, bisa pergi dari sini? jangan pukul aku lagi!!" ucap Alaska sambil memejamkan mata. ia takut laki laki yang ada di depannya akan melukainya lagi.


"aku tak memukul mu!!" ucap ezio heran


"tidak, pasti kamu akan memukul ku, tolong jangan siksa aku, aku tak ada salah pada lagian, lagian aku tak punya harta jika kalian menculik ku!!" ucap Alaska masih memejamkan matanya.


ezio langsung paham pasti gadis itu sangat trauma dengan apa yang di lakukan anak buahnya kepadanya.


"baiklah aku keluar dulu, nanti akan ada pelayanan masuk untuk menjaga mu!!" ucap ezio langsung keluar dari kamar tersebut.


Alaska berusaha untuk duduk, ia melihat tangan, kakinya yang lebam akibat di pukul bahkan ia merasakan sakit di bagian leher belakang.


tak lama kemudian datanglah seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamar.


"maaf non apakah saya menganggu?" tanya wanita itu. Alaska langsung menggeleng tapi tetap saja ia masih takut seperti tadi.


wanita paruh baya itu sepertinya paham dengan keadaan Alaska saat ini, ia pun langsung mendekati Alaska yang ketakutannya.


"jangan takut pada ku, aku akan merawat mu hingga sembuh!!" ucap wanita itu duduk di tepi ranjang dekat Alaska.


Alaska tak berbicara sepatah kata pun, yang jelas ia ingin kabur saat itu juga namun kondisi tubuhnya yang seperti itu tak sanggup jika ia berlari.


"maaf sebelumnya nama saya Rumi, panggil saja bik Rumi. oh ya bibi mau oleskan obat kamu dulu ya!!" ucap bik Rumi ingin menyentuh Alaska. namun spontan Alaska langsung menjauh dari bik Rumi


"kamu mau apakan saya?" tanya Alaska takut


"mau beri obat kamu, saya janji gak akan nyakitin kamu, sini biar bibi oleskan dulu obat ini!!" ucap bik Rumi meyakinkan. Alaska menatap lekat ke arah bin Rumi sepertinya tidak ada kebohongan di matanya. Alaska pun Mulai mendekat dan menampakkan bagian tubuhnya yang lebam.

__ADS_1


dengan telaten bik Rumi mengoleskan obat tersebut dengan lembut.


"jangan takut sama bibi ya!!" ucapnya sambil tersenyum. Alaska hanya mengangguk saja


"oh ya nama kamu siapa?" tanya bik Rumi


"Alaska!!" jawabnya singkat


"nama yang bagus, sama seperti orangnya!!" ucap bik Rumi merayu Alaska. Alaska hanya tersenyum kikuk mendengar pernyataan bik rumi


"setelah ini non Alaska makan dulu ya, baru minum obat!!" ucap bik Rumi. masih seperti tadi Alaska hanya bisa mengangguk saja.


setelah mengoleskan obat, bik Rumi keluar kamar untuk mengambil makanan untuk Alaska.


"bik gimana keadaan gadis itu?" tanya ezio m


penasaran


"aduh...... tuan, baru kali ini deh bibi lihat tuan panik banget sama tu cewek!!" ucap bik Rumi heran


"bukan panik bik, cuman nanya aja!!" ucap ezio menyembunyikan kepanikannya


bik Rumi berjalan ke dapur di ikuti oleh ezio di belakangnya, persis sekali seperti anak ayam yang tak mau jauh dari induknya.


"sepertinya dia takut, trauma karena di pukul tadi!!" ucap bik Rumi menjelaskan


"jadi harus gimana bik?" tanya ezio meminta solusi


"tenang saja untuk beberapa hari bibi akan merawatnya!!" ucap bik Rumi


"baiklah, saya serahkan dia kepada bik Rumi ya, terima kasih bik!!" ucap ezio.


"iya den sama sama!!" ucapnya. bik Rumi bagaikan ibu kedua bagi ezio,kalau tidak ada mamanya pasti selalu ada bik Rumi yang memperhatikan ezio. bahkan mama ezio sudah mempercayakan putranya kepada bik Rumi.


bik Rumi menyiapkan makanan untuk Alaska, ia juga membantu Alaska untuk makan malam itu, Alaska masih saja takut dengan bik Rumi, ia takut bik Rumi hanya pura pura baik kepadanya setelah itu bik Rumi akan menyakitinya. malam itu Alaska makan banyak karena memang ia belum makan dari pagi, buk Rumi tersenyum melihat Alaska yang bisa menghabiskan makan malamnya.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴

__ADS_1


_happu reading_


__ADS_2