Menjadi Pembantu Tuan Muda

Menjadi Pembantu Tuan Muda
pelukan hangat


__ADS_3

"tuan!!" panggil satpam saat melihat ezio yang masih berdiri di dekat gerbang, ia masih melihat ke arah gerbang padahal Alaska sudah tak nampak lagi dengan mata


"apa kamu sering melihatnya keluar dengan lelaki lain?" tanya ezio kepada satpam namun ezio tak menoleh pandangannya sedikit pun


"tidak tuan, tapi saya sering melihatnya pergi dengan taksi sendirian, bahkan saat sopir pribadi tuan ceoli menawarkan jasanya, Alaska selalu menolak tuan!!" ucap satpam jujur


ezio menarik nafasnya dalam dalam, dan menghempaskan dengan kasar. ezio masuk ke dalam rumah saat itu, kini emosinya mulai mereda. ia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu agar pikirannya kembali tenang.


____________________


Andini sangat bahagia malam ini ia bisa bebas dari penjara milik ezio, ia langsung ke apartemen yang di miliki lelaki yang biasa di temui oleh Alaska.


"sayang!!" ucap Andini saat memasuki apartemen tersebut


"loh kok udah di sini?" ucap pria itu heran


"malam ini ezio mengizinkan ku untuk keluar, bahkan ia memberikan kunci mobilnya padamu!!" ucap Andini memeluk pria itu


"benarkah? aku sangat merindukan mu sayang!!" ucap pria itu mengecup kening Andini


"aku juga!!" ucap Andini masih memeluk pria itu


"sudah lama kita tak bermain!!" ucap pria itu tersenyum licik ke arah Andini


"benar sayang, aku juga stres jika tak bermain dengan mu!!" ucap Andini


"jadi bagaimana ini?" ucap pria itu tersenyum


"mari kita menikmati malam yang indah sayang!!" ucap Andini, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar dan melakukan hubungan layaknya suami istri (maaf gessss author gak pande nyeritainnya ni😂)


___________

__ADS_1


selesai mandi ezio merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur, entah kenapa kini ia memikirkan Alaska.


"kemana dia pergi? bahkan tadi ia tak memakai sendal!!" ucap ezio yang mulai khawatir


ezio memilih untuk tidak memikirkan Alaska lagi, ia mencoba memejamkan matanya agar bisa tertidur, namun sia sia, ia semakin khawatir dengan keadaan Alaska


sebenarnya ezio marah kepada Alaska karena Alaska tak jujur bahwa selama ini ia di suruh oleh Andini untuk menemui pria itu, bahkan tadi ezio kesal karena Alaska mengakui pria itu adalah pacarnya. ezio pria itu adalah pacar Andini bukan Alaska. ezio kesal saja Alaska tak jujur, ia rela terluka hanya untuk menutupi apa yang selama ini terjadi.


ezio kesal dengan kekhawatirannya saat ini, ia pun memilih bangkit dari ranjang, ia memakai jaket dan keluar untuk mencari Alaska. kali ini ezio menaiki motor agar lebih cepat untuk mendapatkan keberadaan Alaska.


_________________


"hiks........hiks........!!" Alaska sudah merasa lelah berjalan, kakinya pun sudah mulai sakit, malam ini juga dingin ia hanya memakai pakaian tidur yang lumayan tipis.


ia melihat banyak sekali gelandangan yang tidur di depan toko orang, ia pun memilih beristirahat di sana, Alaska mulai mencari kardus agar ia tak terlalu kedinginan malam ini.


tak butuh waktu lama untuk mendapatkan kardus bekas tersebut, ia pun berhenti di depan sebuah toko. ia melihat ke arah sekitar banyak keluarga yang tinggal di jalanan.


"andai aku memiliki banyak uang, pasti aku akan memberikan tempat yang layak untuk mereka, tapi untuk sekarang jangankan memberi aku saja tak punya rumah!!" ucap Alaska saat melihat orang di sekitarnya


ezio sudah keliling beberapa kali untuk mencari Alaska, Namun ia tak menemukan Alaska sama sekali, pada akhirnya ezio berhenti di tempat yang memang sudah menjadi langganan para pengamen tidur di jalanan.


"apa mungkin Alaska ada di sini?" ucap ezio bertanya tanya. ezio memarkirkan motornya kemudian ia berjalan untuk mencari Alaska di sana.


"aku yakin dia ada di sini!!" ucap ezio yakin bahwa Alaska berada di sana, karena ia tau Alaska tak memiliki apa apa.


20 menit mencari alaska, akhirnya ezio menangkap sosok Alaska dari kejauhan, ia yakin pasti itu Alaska karena ezio masih ingat baju yang di kenakan Alaska tadi.


ezio berlari kecil ke arah wanita yang menurut nya adalah Alaska. benar saja di sana Alaska tidur kedinginan.


ezio mengambil ponselnya dan menghubungi anak buahnya agar cepat datang ke lokasi ia saat ini, tak lupa ezio menyuruh anak buahnya membawa beberapa makanan dan selimut.

__ADS_1


ezio kembali ke parkiran di mana motornya ia parkir, kemudian dia memarkirkan motornya di dekat Alaska yang sedang tertidur.


tak lama kemudian anak buah ezio sampai di lokasi, ezio menyuruh anak buahnya untuk memberikan makanan tersebut kepada mereka yang tidur di jalanan.


"apakah tuan akan tidur di sini?" tanya salah satu anak buah ezio


"iya!!" ucap ezio singkat


"tapi di sini banyak nyamuk tuan, lagian nanti tuan tak tidur nyenyak!!" ucap anak buahnya


"sudah jangan banyak bicara, setelah bagi makanan itu kalian langsung pulang!!" perintah ezio. akhirnya mereka pun hanya mengangguk saja karena tak berani protes banyak banyak terhadap ezio.


ezio pun mencari kardus bekas seperti yang di lakukan Alaska tadi, setelah menemukannya, ia pun langsung tidur di samping alaska.


ezio menatap Alaska dari dekat, nampak bulu bulu tipis di lengan Alaska yang terangkat bertanda Alaska kedinginan. ezio pun menyelimuti Alaska dan membawa Alaska ke dalam pelukannya. bagaikan magnet Alaska pun langsung memeluk ezio ketika merasa pelukan ezio sangat hangat sekali.


ezio merasakan nafas Alaska, baru kali ini ia menatap Alaska dari dekat, cantik itulah yang ada di pikiran ezio saat ini.


"kamu pasti kedinginan!!" gumam ezio memeluk erat Alaska. ezio pun mulai menutup matanya kekhawatirannya tadi sudah hilang karena Alaska sudah berada di dalam pelukannya.


untuk beberapa saat ezio tak bisa tertidur karena posisi tidur yang terlalu terbuka dilihat oleh umum. padahal ezio sudah memakai selimut agar orang lain tak ada yang melihatnya.


beginilah rasanya tidur di jalanan? kenapa negara ini sangat tega membiarkan warganya tidur di jalanan, batin ezio yang kini merasakan bagaimana rasanya tidur di jalanan


ezio yang tak bisa tidur masih tetap menatap wajah Alaska yang begitu tenang ketika tidur, sepertinya Alaska sangat menikmati kehangatan yang ezio berikan.


maafkan aku, tadi aku benar benar emosi karena kamu tak jujur padaku, batin ezio meminta maaf


lama kelamaan ezio pun merasa ngantuk, ia mulai menutup mata dan menyusul Alaska ke dunia mimpi.


terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗

__ADS_1


jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴


_happy reading_


__ADS_2