
ezio melamun saat perjalanan pulang, entah kenapa bayangkan Alaska mulai menghampirinya, ia merasa aneh pada dirinya sendiri yang beberapa hari kebelakang ini selalu memikirkan Alaska.
apa aku telah jatuh cinta kepadanya?, batin ezio
ezio masih melamun sambil melihat ke arah jalanan yang sedang macet. Fandi merasa aneh dengan ezio yang melamun sejak tadi.
"tuan?" panggil Fandi, namun tak ada jawaban dari ezio
"tuan!!" panggil Fandi lagi
"eh iya, ada apa?" tanya ezio sadar saat di panggil oleh Fandi
"tuan kenapa?" tanya Fandi
"ah ..........!!" ucap ezio menghempaskan nafas kasarnya
"tuan memikirkan Alaska?" tebak Fandi, ezio Langsung mengerutkan keningnya bagaimana bisa Fandi tau isi pikirannya
"kenapa kamu berpikir seperti itu?" tanya ezio heran
"tuan, beberapa hari ini tuan kelihatan begitu aneh, bahkan tuan sangat memikirkan Alaska, jujur saja tuan baru kali saya melihat tuan begitu peduli terhadap wanita selain mamanya tuan!!" ucap Fandi menceritakan di sela sela kemacetan di tengah ibu kota
"berarti kamu juga merasakan saya ada yang berubah?" tanya ezio memastikan lagi
"iya tuan, bagaimana dengan perasaan tuan?" tanya Fandi yang semakin penasaran
"itulah yang sedang ku pikirkan, aku merasa beberapa hari ini asik memikirkan Alaska!!" ucap ezio dengan jujur
"sepertinya tuan jatuh cinta padanya!!!" ucap Fandi tersenyum
"jadi aku harus bagaimana?" tanya ezio kepada Fandi
"tuan jalani saja dulu!!" ucap Fandi menyarankan
"baiklah!!" ucap ezio.
beberapa menit berada di dalam kemacetan akhirnya kini mereka sudah sampai di rumah. ezio langsung di sambut oleh ceoli yang selalu menunggunya di depan rumah.
malam itu mereka makan bersama lagi, Alaska hanya menunduk sedari tadi entah kenapa ia masih merasa malu dengan ezio, bahkan kini ia sudah tau siapa ezio membuat dirinya segan untuk berbicara dengan ezio.
Alaska melihat makanan yang di hidangkan oleh bik Rumi, seketika Alaska tertegun melihat masakan yang ada di atas meja.
tanpa sadar Alaska meneteskan air matanya, ia benar benar tak menyadari itu.
__ADS_1
"Alaska kenapa?" tanya ezio heran saat Alaska menangis. Alaska langsung menghapus air matanya, karena malu ia pun memutuskan untuk kembali ke kamar.
"bik, Alaska kenapa?" tanya ezio
"bibi gak tau, dari tadi Alaska baik baik saja!!" ucap bik Rumi benar benar tak tau
"kak Alaska kenapa nangis om?" tanya ceoli yang juga cemas akan keadaan Alaska
"bentar ya, kamu makan saja bik Rumi dulu ya!!" ucap ezio, ceoli pun hanya mengangguk tanda mengerti.
tok.....tok....tok...
ezio mengetuk pintu kamar Alaska, namun tak ada jawaban dari dalam kamar, karena khawatir dengan Alaska akhirnya ezio pun langsung membuka pintu tersebut dan untungnya tidak terkunci.
ezio melihat Alaska yang duduk di atas kasur, ia memegangi kedua kakinya dan menenggelamkan kepadanya di tengah tengah lututnya.
ezio mendekati Alaska secara perlahan, entah kenapa hati ezio sakit saat melihat Alaska menangis.
"kenapa?" tanya ezio lembut mengelus lengan Alaska. Alaska tak menyangka ezio akan menghampirinya, ia pun kini menatap ezio yang ada di hadapannya. Alaska pun menghapus air matanya
"kenapa?" tanya ezio lagi. Alaska hanya menggeleng saja
"tidak mungkin tidak ada, lihat matamu sudah merah akibat menangis, ada apa katakan padaku!!" ucap ezio dengan lembut.
"aku hanya ingat kedua orang tuaku tuan!!" ucap Alaska jujur sambil menunduk
ezio tak berkata apa apa ia hanya mengelus rambut Alaska dengan lembut.
"sudah lega?" tanya ezio saat melihat Alaska melepaskan pelukannya, Alaska hanya mengangguk
"sekarang makan dulu ya!!" ajak ezio
"nanti saja tuan, aku tak selera makan!;" ucap Alaska
"ya sudah, nanti makan ya!!" ucap ezio lembut, Alaska pun hanya mengangguk.
____________________
malam yang sunyi membuat hati menjadi lebih tenang, namun tidak dengan pikiran yang semakin tak karuan. ezio menatap ceoli yang sedang tertidur.
tak terasa air mata ezio menetes membahasi pipi, sudah lama ia tak menangis, ceoli akan tumbuh besar tanpa kehadiran kedua orang tua itu yang akan membuat ezio semakin sakit.
"kak anak mu tumbuh dengan baik di sini, ia sangat tampan sama dengan diriku!!" ucap ezio tersenyum ke arah ceoli yang tengah tertidur
__ADS_1
"aku akan menjaganya di sini kak!!" ucap ezio lagi. sangat lama ezio melamun sendiri di kamar ceoli akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya. sebelum ke kamar ezio ke dapur untuk mengambil minum
"tuan, Alaska sepertinya belum turun untuk makan!!" ucap bik Rumi tidak melihat Alaska turun
"siapkan saja bik, biar saya yang antar ke kamarnya!!" ucap ezio tengah mengambil minum
"baiklah tuan!!" ucapnya
"setelah ini bibi istirahat ya!!" ucap ezio, bik Rumi hanya tersenyum saja.
ezio langsung ke kamar Alaska sambil membawa makanan, ia pun langsung membuka pintu tanpa mengetuk lagi.
"tuan!!" ucap Alaska terkejut saat melihat ezio datang sambil membawa makanan
"bersedih boleh tapi makan tak boleh tinggal!!" ucap ezio mendekati Alaska
"tuan tidak usah repot-repot membawa makanan ke sini!!" ucap Alaska merasa tak enakan
"sudah lah, silahkan makan. kalau tidak aku akan menghukum mu!!" ucap ezio sedikit mengancam Alaska. tanpa basa basi akhirnya Alaska langsung makan, ia tak ingin membuat ezio sia sia membawa makanan ke kamarnya
"makan yang banyak!!" ucap ezio
ezio menunggu Alaska hingga menghabiskan makanannya, Alaska pun terpaksa menghabiskan makanan yang di bawa oleh ezio.
"terima kasih tuan!!" ucap Alaska setelah makan
"jangan bersedih lagi!!" ucap ezio duduk di hadapan Alaska
"kedua orang tua mu sudah bahagia di sana, ku mohon kamu jangan bersedih di sini, aku berjanji akan membahagiakan mu!!" ucap ezio dengan tulus. entah kenapa kini jantung Alaska berdegup lebih kencang dari biasanya
"terima kasih tuan!!" ucap Alaska
"tidurlah!!" ucap ezio menarik selimut untuk menyelimuti Alaska.
"selamat malam!!" ucap ezio melayangkan sebuah kecupan di kening Alaska. Alaska pun langsung terdiam membeku. ezio menyadari itu ia pun langsung pergi meninggalkan Alaska.
"semoga mimpi indah tuan!!" ucap Alaska tersenyum saat ezio hendak keluar dari kamarnya. ezio pun tersenyum dan menutup pintu tersebut.
setelah pintu tertutup Alaska langsung lompat lompat di atas kasur. ezio benar benar membuat dirinya sangat baper
"aaaaa manja banget!!" ucap Alaska benar benar sangat bahagia.
terima kasih udah mampir di novel author semoga ceritanya menarik perhatian teman teman ya 🤗
__ADS_1
jangan lupa untuk like vote dan komen ya biar author nya tambah semangat ni wkwkkwkw 🥴
_happy reading_