
"heii.... Rayap... sekalinya ngomong, pedes amat...". Celetuk Asya.
"Lo diem-diem makan cabe yaaa... ". Lanjutnya merasa jengkel.
"Apa Lo bilang... Rayap...". Ucap Hans tak kalah terkejut mendengar Asya memanggilnya rayap.
"iya Lo kan rayap, diem mulu.... , tau-tau apa-apa habis... ". Lanjut Asya bersungut-sungut.
"apa ....? ". Pekik Hans tak percaya.
Hans serasa ingin tertawa jungkir balik. Bagaimana mungkin Asya berfikir jika dirinya diam-diam memakan segalanya.
Dan ia baru tahu jika selama ini Asya memanggilnya RAYAP... oh Tuhan sungguh lucu..
"Ehemm....". Hans berdehem menetralkan dirinya.
"Sepertinya Lo baik-baik aja, apa karna mau lulus, Lo pakai acara mewek ???". Hans melanjutkan pembicaraannya dengan sebuah pertanyaan memancing Asya.
"Eh... Rayap... Perhatian juga Lo sama Gua.... iya gua nangis karna mau pisah sama Lo...". Jawab Asya spontan.
Sekarang giliran Hans yang membola matanya. Ia terkejut dengan kata-kata Asya yang begitu tiba-tiba. Jantungnya berdetak keras seperti baru berlari kencang. Bibirnya tiba-tiba kelu tak bisa digerakkan. Tenggorokannya tercekat seperti Asya sedang mencekiknya. Ditambah dengan tatapan Asya yang membunuh, menghunus ke uluh hatinya. Wajahnya memerah seketika.
"Kenapa Lo kayak kepiting rebus....???". tanya Asya heran melihat wajah dan telinga Hans yang merah.
Asya tidak peka, jika saat ini Hans merasa sangat malu dan deg...degan dengan ucapan Asya tadi, ia terkena batunya karna berusaha mengerjai Asya.
"Udah... ah... mau nyusul anak-anak di kantin....". Ucap Hans berlalu secepat mungkin dari hadapan Asya.
Asya masih terheran melihat tingkah Hans
"Tumben tu anak ngomong... kesambet apa salah makan....". Gumam Asya sambil mengangkat kedua bahunya.
Asya juga sudah selesai mengisi formnya. Ia meletakkan di meja guru dikelasnya. Asyapun menyusul teman-temannya ke kantin.
.......
.......
.......
Dino, Davin, Catrin, Betris Dan Geo ketua kelas XII IPS 3, sedang menikmati makan siangnya dikantin. Hari ini bukan makan siang biasa, karna mereka juga akan membahas perayaan akhir tahun mereka.
Dikejauhan Geo melihat Hans mulai mendekat.
"ini dia yang kita tunggu-tunggu....". Ujar Geo saat Hans sudah sampai di mejanya.
"Hai bro.... duduk sini". Sambut Geo
"Oke... ". Jawab Hans singkat.
Hans menarik kursi yang berada di antara Geo dan Davin.
"Gimana acara kita ? jadi kan di villa Lo yang di Puncak Bogor...??". Tanya Geo kemudian.
"Kalau gue siap-siap aja. Bokap juga udah ngasi ijin. asal No Drug No ***....". Jawab Hans singkat.
"Oke... kalau gitu kita deal ya.., No Drug No ***. Acara akhir tahun kelas kita di Villa Lo, untuk waktunya sesuai kesepakatan kita waktu itu dikelas... Minggu depan". Geo bersepakat dengan Hans.
Ya... Minggu depan akan diadakan pesta akhir tahun di kelas Asya. Setelah acara penyerahan pengumuman kelulusan.
Pada saat rapat wali murid, orang tua Hans yang juga penyandang dana di SMA Harapan Bangsa menawarkan Villanya untuk digunakan sebagai tempat perayaan akhir tahun anak-anak. Hal ini diusulkan agar mereka tidak merayakan perayaan akhir tahun di Club' Malam seperti yang sedang marak terjadi saat ini.
__ADS_1
Tentu saja harus ada wali kelas dan guru yang lain untuk mendampingi mereka.
"Hai.... guysss sorry telah....". ucap Asya yang baru saja datang, mengambil duduk di sebelah Betris.
"Ya Uda.... kita bagi tugas aja ya...". ucap Dino
"siap....". Jawab yang lain serempak.
"Din, Lo bagian ngasi pengumuman dan ngordinir teman-teman sekelas".
Dino mengacungkan ibu jarinya pada Geo.
"Davin, Lo bagian nyiapin acara disana sama betris". lanjut Geo.
"siap...!". Jawab Davin dan Betris serempak
"Menu makanannya Chatrin yang heandle". lanjut Geo.
"nanti bakal dibantu sama orang disana...". Potong Hans.
"Oke....". Jawab Chat dengan tersenyum.
"Lo Sya bagian nyiapin buat kuenya, karna Lo paham apa aja yang bakal di pakai pas acara kayak gini". ucap Geo memberi tugas pada Asya.
Asya memberi jawaban dengan kode alisnya yang naik turun.
"Nah udah kebagian tugas semua kan...., kalau gitu gua ke kantor kepala sekolah dulu ngasi surat rekomnya". Ucap Geo menutup pembagian tugas.
"TOS dulu yuk biar semangat...". Ajak Dino sambil menjulurkan tangannya ke depan.
Davi, Betris, Geo, chat, Hans, dan Asya mengikuti Dino. Mereka menyatukan telapak tangan mereka dalam satu tumpukan.
Asya menoleh ke arah Hans saat tanggan Asya berada di bawah telapak tangan Asya.
Hans membalas tatapan Asya. Asya seketika gugup ketika matanya bertemu dengan manik mata Hans.
"Sukses......". Pekik Dino
"Sukses.....". Teriak yang lain serempak.
Asya berusaha kembali fokus. entah mengapa, tiba-tiba jantungnya berdegup kencang. Sentuhan dan tatapan Hans yang disengaja itu membuatnya tersengat.
Hans melihat perubahan Asya. Ia tersenyum misterius.
Sedangkan Asya segera berbalik memunggungi Hans.
"gua pamit cabut dulu kalau gitu...". Geo berpamitan.
"Oke Bro... sukses....". Dino menyambar tangan Geo salam ala persahabatan.
.......
.......
"Sya... kamu udah ijin buat Minggu depan ?". Tanya Chat membuyarkan lamunan Asya.
"Belum Chat...". Jawab Asya membalik badannya dan kembali duduk.
"buruan ijin gih... biar dapat ganti... ". Suruh Chat kemudian.
"Iya Sya.... Buruan ijin... kita dua hari Lo acaranya....". Davin menimpali.
__ADS_1
"Oke oke... habis ini aku kerja, aku sempetin ijin sama mas Gading". ucap Asya menyanggupi.
Hans reflek menoleh ke arah Asya saat Asya menyebutkan nama gading di tengah mereka. Seperti ada perasaan tidak rela dihatinya.
Gading dipanggilnya mas, sedangkan dirinya dipanggil RAYAP ... sungguh ironi
(Makanya jangan diem-diem bae biar ga dikatain rayap Bambang....😂)
"Cie... yang udah mas mas an.... ". Ledek Chat.
"Rupanya ada wangi bunga setaman nih...!". Ujar Davin.
Hans semakin gusar mendengar teman-temannya menggoda dan menjodohkan Asya dengan Gading, anak dari pemilik The Delmonte tempat Asya bekerja.
Hans memang pernah melihat kedekatan Asya dengan Gading. Hawa panas merayapi hati Hans, ketika ia mengingat hal itu. Ia juga tak tahu sebenarnya ada hubungan apa diantara mereka berdua.
"Apaan sih kalian... bau bunga...? bunga ******...". Balas Asya menampik.
"Tapi Sya... ga apa-apakan untung ada dia.. mungkin dia menyukai sesuatu yang eksotis kayak elo.... hah...ha...ha....". Ucap Dino sambil tertawa.
"ih... kamu Din segitunya... Kamu tau, dengan sedikit polesan Asya akan menjadi putri cantik...". Protes Betris mendengar Dino menertawakan Asya.
"iya cantik jadi Putri..... tapi putri tidur.....ha...ha...ha...ha....". Tawa Dino semakin pecah membayangkan Asya berdandan.
"Sialan Lo Din, awas ya klo gua berubah cantik terus Lo naksir gua....". Gumam Asya karna terus saja ditertawakan oleh Dino. Tentu saja hal itu juga membuat teman-temannya yang lain ikut tertawa.
"Ga bakal Sya... elu aja kagak ada lembut-lembutnya, bisa bonyok gua kalo sama Lo....". Imbuh Dino yang masih saja terbahak.
"plakkk....". Suara pukulan Chat yang mendatar di lengan Dino.
"Kurang ajar banget Lo ngatain cinta gue....". Ucap Chat tersulut emosi.
"Duh iya ampun... ampun... Putri tidur banyak pengawalnya....". Dino meminta ampun karna telinganya dijewer oleh Chat.
.
.
.
.
.
...~ Next Episode ~...
.
.
Trimakasih sudah mampir
jangan lupa tinggalkan jejak💥
kasih like👍
Vote sebanyak banyaknya💯
dan Hadiah bila perlu 🌹☕🤭
.
__ADS_1
authornya kebanyakan mau 🤭🤭🤭