
"Hans di mana kamar buat ladies ? ". Tanya Chat
"Mana saja boleh, asal jangan kamar di atas, dilantai tiga, itu kamar punya Bonyok". Jawab Hans sambil meletakkan kopernya di dekat dinding ruang tamu.
" Oke ....". Jawab Chat sambil berlalu, menarik koper kecilnya kelantai dua bersama Asya dan Betris.
"Kita juga mau naroh barang dulu Hans....". Pamit Dino dan Geo.
Pak Martin terlihat baru saja memasuki ruang tamu setelah anak-anak yang lain naik ke lantai dua.
"Wah... Villa ini benar-benar bagus Hans". Ucap pak Martin mengagumi.
"Biasah saja pak,.... disini malah ada villa yang lebih bagus dari ini, punya orang Belanda...
lagi pula percuma bagus, kalau hanya sesekali saja ditinggali...". Jawab Hans asal.
"Kamu benar. Lalu siapa yang tinggal di sini kalau kamu dan keluarga di Jakarta? ". Tanya pak Martin lagi.
"ada pak Kardi, istri dan anak-anaknya pak". jawab Hans.
Pak Kardi adalah penjaga di villa ini. ia sudah cukup lama berkerja di rumah mewah ini.
Setelah berbincang sebentar, pak Martin meninggalkan Hans untuk beristirahat di kamar yang disiapkan untuk para guru yang berada di lantai dua. Pak Martin memakai Kamar yang berada di sebelah kamar Dino dan kawan-kawan.
Setelah semua masuk, Hans juga naik ke lantai tiga, ia mendiami kamar Atas kali ini. Hanya ada dua kamar di lantai tiga, kamar Hans dan Kamar orang tuanya. Ketika mereka berlibur di villa, maka mereka akan menggunakan kamar tersebut.
Hans adalah seseorang yang introvert. ia ingin privasinya selalu terjaga.
.......
.......
.......
Waktu masih menunjukan pukul 11.30. Setelah mereka selesai berberes, beberapa orang dari EO sudah tiba di villa. Mereka akan mendekorasi tempat pesta malam nanti di gelar.
Asya dan teman-temannya kembali berkumpul di kolam belakang untuk mempersiapkan acara nanti malam.
Kiriman kue dan racikan minuman ringan dari The Delmonte, juga sudah tiba di lokasi. Beberapa pegawai pengiriman dan Petugas khusus Penyajian sudah mulai menata dan merapikan kue yang akan disajikan nanti malam. Memoles dengan hiasan-hiasan cantik. Sehingga membuat setiap orang yang melihatnya akan meneteskan liur, karna memang aromanya yang wangi dan bentuknya yang menggiurkan menggugah selera setiap orang.
Asya masih mengecek persiapan Kue, minuman dan makanan yang akan disajikan nanti malam.
Di sudut lain. Davin dan Betris sedang berbaur bekerja bersama EO untuk mempersiapkan susunan acara Perayaan akhir tahun.
Pak Martin memeriksa kesiapan di halaman belakang. Tenda-tenda sudah berdiri di samping kolam renang, yang juga terletak di halaman belakang.
Tenda berwarna merah sudah berjajar rapi. Di tengah hamparan rumput dan pepohonan.
Tambahan latar belakang lukisan alam pegunungan, menambah kesan eksotis acara Camp kali ini.
Rencananya Mereka juga akan menikmati sun rise dan sun set bersama. Sehingga tenda-tenda itu dipersiapkan sebagai tuntunan acara.
Semua persiapan sudah rampung di jam 3 Sore. tinggal beberapa detai yang akan diselesaikan.
Pada pukul 4 sore, rombongan teman-teman dari jakarta telah tiba, menggunakan 4 mobil, untuk mengangkut 20 siswa dan 2 guru, Pak Rian dan Bu Devi.
Sudah mulai terdengar hiruk pikuk di villa Hans.
Pak Riyan mengarahkan rombongan yang berjumlah 20 anak menuju ke halaman belakang. Mereka sudah berdandan dengan berbagai mode fashion yang tren saat ini.
.......
.......
.......
Asya dan yang lain masih bersiap setelah melakukan persiapan di villa tadi siang bersama team EO.
Betris sedang berdandan di depan meja rias, begitu juga Chatrin. Betris dan Chat bergantian mengoreksi wajah masing-masing.
Asya baru saja keluar dari kamar mandi, membersihkan tubuhnya yang berpeluh.
Asya melangkahkan kaki kearah Chat dan Batris yang masih asik memoles wajah di depan meja rias. Asya mengenakan handuk menutupi rambutnya yang basah.
"Ya ampun Asya... Lo belum ganti aja ...!". Gerutu Batris, yang melihat Asya baru keluar dari kamar mandi setelah sekian lama.
Asya hanya nyengir kuda, merasa tak bersalah.
Batris memperhatikan Asya yang menuju kerahnya dengan sebal. Seketika matanya membola melihat sesuatu yang aneh pada Asya.
"Sya... leher Lo kenapa...?". Pekik Betris kaget melihat leher Asya yang kemerahan.
__ADS_1
"jangan bilang ini bekas cupangan !". Tanya Betris lagi.
"hah ******... bukannya itu ikan ????...". Gumam Asya dalam hati.
Asya menganggukkan saja kepalanya asal. Sebenarnya Asya tidak mengerti arti cupangan. Ia sedang malas meladeni dua cewek rempong dihadapannya.
Chat dan Betris menutup mulutnya dengan telapak tangan, tak percaya. Jadi pasti itu dengan Gading yang mengantarnya tadi siang....
pikir batris
"Wahhh... Lo hebat...., bener-bener udah dewasa....". Ujar Batris menunjukan dua jempolnya.
"udah ah diem lu pada... jadi kagak ni pestanya". Ucap Asya memotong kegaduhan Batris.
Chat hanya terdiam, seperti belum merelakan Asya. Tapi mau bagaimana lagi, mau tidak mau dia harus merelakan, ia sudah berjanji pada Asya dua tahun lalu.
.......
.......
.......
Asya memulai mendandani dirinya, ia bingung apa yang harus ia lakukan untuk mempercantik dirinya.
Betris dan Cath cukup peka. Mereka berdua menghampiri Asya dan membantu Asya berdandan.
sedikit polesan bedak, blas on dan juga lipstick, membuat Asya terlihat berbeda.
Setelah dirasa cukup, Asya Menganti pakaiannya. Namun Batris menyuruhnya melepaskan bajunya.
Batris melihat baju itu tidak cocok digunakan Asya pada acara malam ini.
Batris ingat, ia membawa satu gaun lagi, pemberian mamanya. Betris beranjak mengambilnya.
Betris memberikannya pada Asya dan menyuruh Asya memakainya.
Asya menurut saja. Kembali ke kamar mandi dan mengganti bajunya.
"Sya... cepetan... semua udah kumpul dibawah...". Ajak Chat bergegas.
"Kalian duluan deh nanti aku nyusul". Teriak Asya dari dalam kamar mandi.
Asya masih membenahi beberapa detail gaunnya.
ia melihat pantulan dirinya di cermin.
segera ia menepis pikiran Berlebihannya. Tapi memang benar, malam ini Asya terlihat cantik, tidak seperti ia biasanya yang tak memperdulikan penampilannya.
Asya Keluar dari kamarnya menuruni anak tangga. Baru beberapa anak tangga di tapakinya ia mengingat Handphone nya tertinggal di kamar.
Ia membalik badan hendak kembali ke kamar.
Ketika Hendak naik Asya melihat Hans tengah berdiri di ujung tangga.
Hans ternganga memandang Asya tak seperti biasanya. Ia sangat cantik hari ini. Balutan gaun pink ditubuhnya yang putih mulus sangat pas. rambutnya dibiarkan tergerai setelah dipotong beberapa centi, menambah kesan fresh bagi Asya.
Asya menjadi salah tingkah dengan tatapan memuja dan kagum dari mata Hans.
Asya juga terdiam menikmati ketampanan Hans.
Pak Kardi benar, sekarang Hans jauh lebih Maskulin, tinggi dan tampan.
Asya tak berkedip, sepertinya aroma wangi parfum Hans telah menyihirnya.
"Ehmmm permisi aku mau ambil HP...". ucap Asya kikuk.
"Ohhh... iya... ambil aja .... ". Balas Hans tak kalah kikuknya.
Asya melewati Hans masuk ke dalam kamar.
Hans menuju ke halaman belakang setelah asya pergi. Hatinya masih bergetar melihat kecantikan Asya malam ini.
Asya sudah turun menuju pinggiran kolam renang, pesta sederhana ala anak konglomerat ini baru pertama Asya lakukan. Baginya pesta ini amat mewah.
Asya beruntung memiliki Teman-teman yang sungguh baik. Tak memandang bagaimana keadaan Asya dan dari mana ia berasal.
Asya tersenyum kearah teman-temannya. Tapi tak satupun dari mereka yang menyambut Asya.
__ADS_1
Mereka masih sibuk dengan lamunannya.
Mereka ternganga, melihat Dewi Cinta yang turun dari langit ini.
Sepanjang langkah kaki Asya, membuat mata teman-temannya melebar melihat kecantikan Asya yang tidak pernah terekspose.
"Waowwww.... emazing girl....". teriak Geo menyambut Asya dengan tepuk tangan.
Dino masih tak percaya, beberapa kali ia mengedipkan matanya, meyakinkan dirinya jika gadis dihadapannya ini adalah Asya, Teman sekelasnya yang Tomboy telah menjelma menjadi gadis yang sangaaaat cantik.
"Din... tutup mulut Lo". sindir Chat.
"Suprize banget Sya....". ucap Davin mengagumi Asya.
"Lo beneran jadi seorang wanita cantik Sya....". puji Dino.
"telat Lo...., udah sejak tadi siang Asya jadi wanita sesungguhnya". Ujar Batris dengan terkekeh.
"Nih....". Batris menunjuk leher Asya
Sontak Dino dan Davin melebarkan matanya
" sungguh.... siapa, yang nyupang lu Sya....??". pertanyaan Dino lolos begitu saja.
Hans dan yang lain dibuat kaget dengan pertanyaan Dino yang mencuat begitu saja.
Mendengar pertanyaan aneh teman-temannya Hati Hans memanas, ia tak tahan. Amarahnya kian memuncak menginat kejadian tadi pagi di dalam mobil.
Hans beranjak pergi meninggalkan kumpulan teman-temannya ia mengambil segelas minuman untuk meredakan Panas tubuhnya.
"****** apaan sih....?". Asya mulai penasaran dengan arti kata itu yang sedari tadi ditanyakan Batris.
Chat menepuk keningnya.
Chat membisikan sesuatu pada Asya.
"Gila kalian... mana ada gua kayak gitu...". Ucap Asya dengan nada meninggi.
"Gua masih murni, enak aja.... yang ada ini kena ulat bulu ". Lanjut Asya sambil memperlihatkan lehernya yang masih memerah karena bekas bentolan ulat bulu.
"oooooo.... kita kirain... tu hasil karya mas mas itu.....". Ucap Batris menahan malu karna mengira Asya sudah melakukan Hot Kiss dengan Gading.
.........
Acara segera dimulai.
MC membuka acaranya dan memulai pertunjukan life musik. Persembahan band akustik malam ini menambah gemerlap pesta perayaan akhir tahun kelas Asya.
Beberapa saat lagi kembang api akan dinyalakan, Davin mengajak Asya yang sedang menikmati life musik untuk naik ke lantai tiga, agar lebih jelas ketika melihat kembang api.
Davin tahu betul letak balkon yang menghadap ke arah halaman belakang. Davin sudah berkali-kali datang ke villa ini, setiap ada acara di keluarga Hans, pasti Davin akan datang. Karena Davin adalah sepupu Hans. Tentu saja sangat mengenal Villa bahkan keluarga Hans.
Mereka sudah sampai di lantai tiga, Davin dan Asya melangkah menuju balkon, sesekali Davin menceritakan bagian-bagian dari vila ini.
Langkah Davin terhenti saat HP nya mulai bergetar, diambilnya HP itu dari saku jasnya.
"Oke gua kesana... tunggu sebentar...". Ucap Davin membalas telponnya.
Asya masih berdiri di depan Davin.
"Sya Lo ke sana dulu, ada yang nyariin gue...". Kata Davin menunjuk ke arah balkon.
Davin berpamitan pada Asya sebentar karna Batris mencarinya.
Asya meneruskan jalannya. Ia menuju balkon di lantai tiga. Balkon ini melewati ruangan keluarga yang disisi kanan kirinya terdapat kamar.
Asya berjalan sedikit keluar mendekati teras balkon untuk menikmati malam Perayaan akhir tahun sekolah.
.......
.......
.......
...~ Next Part ~...
terimakasih sudah berkunjung
jangan lupa tinggalkan jejak 💥
berikan like 👍 dan Vote 💯 sebanyak banyaknya.
.......
__ADS_1
.......
.........