
"aku dengar tadi siang kau melakukan pertemuan dengan tuan Charles....
bagaimana hasilnya....?". Tanya Briyan sambil meneguk segelas minuman beralkohol hasil dari racikan tangan dingin Jors.
"semua berjalan dengan baik....,
dia sudah menyetujui proyeknya...
apa kau belum dihubunginya....". Ucap Hansel.
"Dia pasti akan menghubungi ku nanti....
asal kesepakatan kalian lancar, aku pastikan aku yang akan menangani proyek ini...". Briyan meyakinkan Hansel.
"jadi kau yang akan pergi ke Indonesia...?". Hansel menekan pertanyaannya kepada Briyan. Hansel tidak menyangka jika proyek apartemen yang digarap bersama perusahaan Charles akan ia tangani.
"Sangat mungkin....". Briyan meyakinkan Hansel.
"saat dia tahu kau adalah temanku, dia sudah menunjukku sebelumnya...
nampaknya namamu saja sangat di perhitungkan di dunia bisnis...
apa lagi bekerja sama dengan mu...
dia akan mencari orang dekat untuk mengikat mu....". Briyan menjelaskan alasan mengapa Charles memberinya kepercayaan untuk menangani proyek kerjasamanya bersama Hansel.
Briyan adalah teman kuliah Hansel di Harvard university. Setelah lulus, Briyan bekerja di perusahaan Charles, ia merupakan pengusaha muda yang patut diperhitungkan. Selain menjadi Direktur perencanaan di perusahaan Charles, Briyan mulai membuka perusahaannya sendiri, meski belum sebesar perusahaan Hans, setidaknya ia berusaha berdiri sejajar dengan para pengusaha sukses di Amerika.
"Emmmmm.....". Gumam Hansel.
"Bukankah kau sendiri yang akan pergi ke Indonesia untuk mengurus proyek baru ini...?". Briyan memutar duduknya menghadap Hansel yang sedang berfikir sesuatu.
"entahlah.... ada Steve yang juga bisa membantu....". Jawab Hansel ragu.
"apa kau masih tidak ingin pergi ke Indonesia...?". Briyan menangkap keraguan di wajah Hansel. ia tahu temannya itu memiliki luka di Indonesia.
Ada hal yang membuat Hansel tidak ingin kembali ke Indonesia. Meski Hansel tak pernah bercerita tapi Briyan tahu jika temannya itu sangat patah hati hingga 4 tahun lalu Hans menggila.
Selama mengenal Hansel, Briyan tak pernah melihat Hansel begitu hancur. Hansel menjadi pemabuk dalam waktu sekejap. Tempramennya juga sangat buruk kala itu. padahal Hansel adalah tipikal orang yang tenang.
"aku tidak yakin....". Jawab Hans membuang muka dari Briyan. Hansel mengalihkan pandangannya ke arah Jors yang sedang melakukan aksi juglingnya.
"ayolah ini masalah pekerjaan....
tuan Charles sudah menaruh kepercayaan yang kepada mu...
__ADS_1
apa kau bisa menyerahkan pekerjaan ini kepada orang lain, meskipun Steve adalah orang kepercayaan mu....". Briyan membujuk Hansel agar mau menangani proyek pembangunan apartemen. Briyan tidak ingin temannya ini terlarut dalam masa lalu. Ia juga tak ingin kerja kerasnya sia-sia hanya karna kegamangan Hansel.
"akan ku pertimbangankan....". Hansel menoleh ke arah Briyan.
"Kapan kau akan mensurvei lokasi di Indonesia...?". Hansel kembali bertanya pada Briyan.
"Secepatnya... aku juga harus mengurus perizinan di sana...". Ucap Briyan
"ya itu harus dilakukan dengan cepat... supaya pembangunan apartemennya bisa segera dilakukan....". Hansel membenarkan langkah kerja Briyan.
"Nampaknya kau harus ikut ke Indonesia..., kau berasal dari sana, kau lebih tahu bagaimana menangani proyek pertamamu ini di sana... jadi ikutlah bersamaku untuk mengatasi semua ini....". Briyan membangun keyakinan Hansel agar ikut bersama dirinya ke Indonesia.
Hansel mengangguk-anggukkan kepalanya pelan membolak balik pikirannya yang sedang kacau karna mendengar harus pergi ke Indonesia. Ada hal yang menghalanginya untuk kembali ke negara asalnya.
Briyan mengangkat gelasnya, mengajak Hansel tos...
Hansel menyambut ajakan Briyan dengan ikut mengangkat gelasnya yang berisi mocktail. Mereka menyesap gelasnya masing-masing. Menikmati minuman buatan Jors yang memang terasa nikmat.
.........
"kalian sudah lama datang....". Stuart menepuk pundak kedua temannya yang sedang menikmati minuman ditangan mereka.
"kami sudah akan pulang....". Jawab Briyan sinis.
"hei... ini masih jam berapa... ?, ayolah... kalian jangan bercanda... bukankah kita baru akan bersenang-senang....". Stuart mengangkat kedua telapak tangannya di depan dadanya tak percaya jika teman-teman nya mengajak pulang padahal masih pukul sebelas malam.
"kau tahu sendiri badanku pegal-pegal jika sehari saja tak mengeluarkannya....". Stuart berkacak pinggang membela dirinya sendiri.
Stuart adalah Casanova, yang tak pernah puas hanya dengan satu wanita.
"itu karna kau buaya gila....". Hansel memaki kelakuan Stuart yang suka sekali bercint* dengan banyak wanita, hingga Hansel memberinya gelar Buaya gila.
"aku bukan buaya gila..., aku ini laki-laki romantis jadi wajar saja para wanita itu menyukai ku...". Stuart menyombongkan kepiawaiannya dalam memikat para wanita untuk menghangatkan ranjangnya.
"seharusnya kau menurunkan ilmu mu pada Hansel supaya dia menggunakan senjatanya untuk bertempur....". Jors yang baru saja kembali setelah menyajikan minuman ikut bergabung, masuk dalam pembicaraan Hansel dan Briyan.
"kalian berdua sama saja....". Ucap Hans tak memahami jalan pikiran kedua orang itu.
"Jors.... berikan aku segelas minuman..... ". Stuart meminta segelas minuman karna tenggorokannya terasa kering setelah menghabiskan malamnya dengan dua wanita sekaligus.
"aku rasa sebelum kau tua tulangmu akan keropos... karna terlalu sering kau membuang sperm* mu....". Briyan mengejek Stuart yang tengah duduk disampingnya.
"tentu saja tidak... itu adalah olah raga bagiku....
cobalah.... kau akan tahu rasanya....". Stuart tersenyum penuh makna.
__ADS_1
"yachhh.... itu adalah olah raga yang cocok untuk buaya gila sepertimu....". Hansel menimpali Stuart yang tak hentinya menyombongkan keperkasaannya.
"Kau harus mencobanya Hans...,
Briyan saja melakukannya dengan kekasihnya...
kapan kau akan melakukannya. Kau itu sudah 25 tahun dan kau masih perjaka....". Stuart mengejek keperjakaan Hansel.
"Aku rasa aku harus benar-benar menurunkan ilmuku pada mu Hans... agar setidaknya milikmu bisa bereaksi pada wanita....". Tawa Stuart pecah ditengah dentuman musik yang keras.
"Hans jika kau sudah tahu rasanya, aku rasa kau tak akan pernah bisa berhenti untuk melakukan olah raga ternikmat itu....". Ucap Stuart menertawakan Hansel.
"Jika kau mendengar ******* wanitamu sungguh itu akan membuatmu tertantang.... melakukan lebih dan lebih....". Stuart mulai meracuni pikiran Hansel dengan hal-hal kotor.
Wajah Hansel mulai memerah karna ucapan Stuart. Ia mengingat ******* gadis bar-barnya. Setiap mengingatnya itu cukup membuat hatinya memanas. Hansel merindukan Gadis itu, sangat merindukannya.
"Aku sungguh khawatir... hingga di usia 25 tahun itu tidak pernah berfungsi....". ucap Stuart sambil melirik bagian bawah Hansel.
"Apa itu tidak karatan.....". Stuart terbahak-bahak membayangkan milik Hansel yang sudah karatan karna tidak pernah diasah dengan kenikmatan.
Jors dan Briyan juga ikut tertawa dengan kegilaan Stuart.
"Sudahlah Stuart... tutup mulutmu... apa kau sudah mabuk...???....". Briyan menghentikan ocehan Stuart yang mulai tak terkontrol.
Hansel semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Stuart yang sangat menyukai se*.
Mereka terbenam diantara dentuman musik yang teramat keras. Malam ini suasana Club' begitu ramai. Ada banyak pengunjung dari berbagai tempat yang datang.
.........
...~ Next Episode ~...
.......
.......
.......
Terimakasih sudah berkunjung 🙏
Jangan lupa dukung author terus yaaaccchhh
🙏💥👍☕🌹💯✍️😍😘
Salam sayang dari Author amatiran 😘
__ADS_1
.........