
"Lalu apa yang harus aku bawa sebagai hadiah ma....?". Hansel bertanya kepada mamanya, penasaran.
"kau bisa membawakan dia Tamale...". Mama Hansel menjawab pertanyaan anaknya dengan senyum genit.
"Apa... Tamale....". Hansel terkejut saat mamanya menyebutkan Tamale.
"iya... Tamale...". Mama Hans meyakinkan.
Hansel bertambah bingung dengan ucapan mamanya, bagaimana mungkin dia memberikan Tamale di hari ulang tahu pengusaha sukses asal Meksiko itu.
Yang Hans tahu, Tamale adalah sebuah makanan tradisional Amerika Tengah yang dibuat dari masa. Masa adalah sejenis adonan pati yang biasanya berdasarkan tepung jagung. Adonan ini lalu dikukus atau direbus dalam bungkusan daun. Tamale bisa diisi dengan daging, keju, buah-buahan, sayur-sayuran, cabai atau bumbu lainnya, sesuai selera.
Tamale dirunut sudah dibuat oleh Bangsa Maya Kuno, yang memasak makanan jenis ini mulai Masa Praklasik (1200-250 SM). Suku bangsa Maya biasanya menyebut tortillas dan tamale mereka utah.
Tamale berasal di Amerika Tengah dan diduga sudah ada semenjak 8000 sampai 5000 SM. Kebudayann Aztek dan Maya, termasuk juga Olmeka dan Tolteka yang mendahului mereka, menggunakan tamale sebagai makanan yang bisa siap dibawa. Seringkali digunakan sebagai bekal prajurit, tetapi juga pemburu dan para musafir. Penggunaan tamale di Kerajaan Inka sudah didokumentasikan sebelum Bangsa Spanyol mengunjungi Dunia Baru.
"Hans... si tua itu sudah memiliki segalanya... jadi saat kau membawakan barang-barang mewah, itu hanya akan menjadi sampah dirumahnya...". ucap Papa Hansel menyiratkan ketidak sukaan nya.
“Ayolah apa jangan begitu… Dia hanya tidak ingin menyimpan barang terlalu banyak dia lebih suka memberikan kepada orang yang membutuhkan dengan melelang barang-barang yang diberikan oleh teman dan koleganya dan lagipula uang itu tidak digunakannya sendiri tapi dia Sumbangkan ke panti asuhan dan Dinas Sosial Bukankah itu lebih bermanfaat daripada hanya dibiarkan memenuhi rumahnya….”. Mama hansel membela Frank adamson di hadapan suaminya yang memang dari dulu tidak pernah akur dengan suaminya.
“Itu hanya alasannya saja… Bukankah dia harusnya menghargai pemberian orang lain bukannya malah menjualnya dan mengatasnamakan dirinya itu hanya kebohongan dan manipulasi…..”. Ucap papah Hansel tuan Danu Wijaya dengan bersungut-sungut karena merasa kesal mendengar istrinya membela Frank adamson .
“Kau ini tetap saja tidak pernah berubah…. Selalu saja menganggap dia seseorang yang buruk…. “. Stella Wilson enggan melanjutkan perdebatannya dengan suami tercintanya itu, karena ia tahu betul suaminya sangat tidak menyukai Frank Adamson
“ Tentu saja dia buruk….”. Tukas Danu Wijaya
“Dia tidak seburuk pemikiranmu Pa... dia sudah berubah apalagi ini sudah berlalu 27 tahun yang lalu...
ah... sepertinya kau yang tidak pernah berubah Pa... “. Mama Hansel gusar dengan sikap suaminya jika sudah bersinggungan dengan Frank Adamson.
__ADS_1
“Tentu saja aku tidak pernah berubah aku tidak akan melupakan dia….
Seandainya waktu itu aku bukan laki-laki yang kuat pasti aku akan kehilanganmu…” Danu Wijaya mengingat kejadian 27 tahun yang lalu saat Stella Wilson hampir saja pergi dari hidupnya.
“Ah itu juga karena kebodohanmu Seandainya kau lebih peka dan tidak hanya mementingkan pekerjaanmu pasti semuanya tidak akan pernah terjadi…..”. Ucap Mama Hansel tersulut emosi.
~ Flash Back On ~
Danu Wijaya terdiam sejenak mengingat kesalahannya di masa lalu.
Dulu ia hanya seorang mahasiswa yang bekerja paruh waktu sebagai office boy di perusahaan Charles Wilson. karna kebaikan Charles Wilson ia diangkat menjadi Staf administrasi di perusahaan, lalu ia juga dipercaya oleh atasannya untuk menyampaikan sebuah presentasi menggantikan atasannya yang sedang sakit, hingga nasib baik menghampirinya dan keberuntungan membawanya pada kejayaannya hingga seperti sekarang ini.
Saat itu Stella Wilson yang masih muda, menjadi pujaan dari putra-putra pengusaha di Amerika, Kecantikan dan kecerdasannya terkenal dikalangan pengusaha muda, meski ia terlahir dalam keluarga yang kaya dan Ayahnya adalah seorang pengusaha yang sukses dan kaya raya, Stella memiliki kepribadian yang yang baik, itu menjadi daya tarik bagi setiap orang yang dekat dengannya.
Charles Wilson sangat menyukai Danu Wijaya, karna Danu adalah pemuda yang gigih dalam bekerja. Charles Wilson berusaha menjodohkan Stella dengan Danu wijaya muda, yang saat itu karirnya sedang sangat Cemerlang.
Stella yang memang tidak memiliki kekasih, menurut saja kemauan ayahnya. Ia juga sudah jatuh cinta kepada Danu Wijaya saat pertama kali bertemu, Stella mengagumi Danu Wijaya pemuda yang gagah, tampan, bertanggung jawab dan juga gigih dalam meraih cita-citanya. Karena itu Stella yakin Danu bisa menjadi kepala keluarga yang baik bagi dirinya dan anak-anaknya kelak.
Di tahun pernikahannya yang pertama Danu Wijaya masih berjuang keras untuk membangun perusahaannya sendiri, berbekal ilmu yang didapat dari perusahaan mertuanya Charles Wilson, Danu Wijaya bertekad untuk membangun bisnisnya sendiri. Dengan kegigihannya ia mampu membangun Wijaya Corporation di tahun kedua pernikahannya.
Iya tinggal di apartemennya Sendiri, jauh dari keluarganya, ia merasakan perutnya yang melilit seperti di remas-remas. Keringat dingin bercucuran di tubuhnya, menahan rasa sakit di perutnya yang semakin melilit. Semakin lama kontraksi yang dirasakan membuat tubuhnya melemah.
Berulang kali setelah Wilson menelepon Danu Wijaya agar segera pulang, namun Danu Wijaya lebih memilih menemui kliennya untuk melakukan kesepakatan kerjasama, dibandingkan pulang menemui istrinya yang sedang kesakitan karena mengalami kontraksi.
Sebenarnya Danu sendiri tidak tahu jika istrinya tengah melawan sakit akibat kontraksi sebelum waktunya. Sebelum berangkat stella hanya mengeluh lemas. Danu berfikir jika istrinya itu baik-baik saja.
Menurut perkiraan, istrinya itu akan melahirkan 5 bulan lagi.
Setelah ditunggu beberapa lama Danu Wijaya tak kunjung pulang sedangkan rasa sakit yang dirasakan oleh Stella semakin kuat. Stella hanya bisa memegang Pinggiran tempat tidurnya kuat-kuat untuk menyalurkan rasa sakit yang ada dalam dirinya.
Ia menggigit bibirnya, agar tidak mengeluarkan suara teriakan Karena rasa sakit yang ia rasakan benar-benar meluluh lantakkan tubuhnya.
__ADS_1
Stella Wilson merasakan aliran hangat di daerah intinya, rasa sakit yang teramat mendorong aliran-aliran itu semakin kuat, ia memberanikan diri untuk melihat ke bawah tubuhnya, ia sangat terkejut melihat bagian bawahnya sudah bersimbah darah.
Air mata keluar dari kedua celah matanya, ia tahu bahwa saat ini dia dan janinnya sedang tidak baik-baik saja. Ia menguatkan dirinya untuk tetap tegar dan berpikir bahwa tidak akan terjadi apa-apa kepada bayinya.
.........
Pukul 5 waktu New York City.
Danu Wijaya baru saja bisa pulang dengan perasaan yang amat senang, karena berhasil mencapai kesepakatan dengan kliennya.
Dia membuka pintu apartemen cepat-cepat.
Danu mencari Stella ke seluruh penjuru apartemen, namun ia tak menemukan Stella di sana.
Danu Wijaya mengambil handphone di saku jasnya, ia melihat panggilan masuk berkali-kali dari Stella sejak siang tadi, namun ia mengabaikan karena sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya.
Danu mulai cemas karna tak juga menemukan Stella, apa lagi setelah mencoba menghubungi Stella, tak juga ada jawaban dari panggilannya via telepon.
.........
...~ Next Episode ~...
.......
.......
.......
terimakasih sudah berkunjung 🙏
Komentar yang banyak ya....
__ADS_1
🙏😘💯✍️☕🌹💥
.........