
~ Asya PoV~
Pagi ini Asyakira akan mengunjungi kampusnya. Universitas yang direkomendasikan oleh Ketua yayasan Sekolah Bina Bangsa, merupakan kampus besar di tanah air. Pak Hariyono tidak main-main membantu keluarga Asya. Dengan bekal nilai dan prestasi Asya, pak Hariyono sahabat ayah Asya itu membantu Asya masuk melalui jalur prestasi. Asya tak perlu pusing memikirkan biaya kuliahnya, dengan beasiswa yang diterima, Asya akan mudah melalui pendidikannya di salah satu universitas besar di Indonesia.
Universitas Indonesia disingkat sebagai UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok, Jawa Barat tepat di perbatasan antara Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, sementara kampus utama lainnya terdapat di Salemba, Jakarta Pusat. UI dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi papan atas di Indonesia
Cikal-bakal terbentuknya Universitas Indonesia adalah ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk menghasilkan asisten dokter tambahan yang memegang sertifikat untuk melakukan perawatan-perawatan tingkat dasar serta mendapatkan gelar Dokter Jawa (Javanese doctor). Secara resmi, Universitas Indonesia memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertamanya Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerio. Tanggal tersebut dijadikan hari kelahiran Universitas Indonesia.
Asya melakukan registrasi di kantor keuangan kampus kampus ekonomi dan bisnis manajemen UI, ia menyelesaikan dengan mudah, karna berkas-berkasnya sudah disiapkan oleh pak Hariyono.
Asya mulai mengisi poin-poin dalam formulir registrasi satu persatu, mengisikan nomor pokok mahasiswanya yang baru didapat beberapa waktu yang lalu pada formulir pendaftaran. Asya menuliskan identitasnya di sana.
Hanya pada saat-saat seperti ini ia akan menuliskan nama Surya Atmaja dan Rosila sebagai wali dari dirinya.
Alamat yang tertera adalah alamat dimana rumah kontrakannya berada.
Asya berkeliling kampus barunya, melihat-lihat suasana baru yang akan menjadi tempat membuka gerbang masa depannya.
Asya duduk di sebuah bangku yang menghadap ke sebuah kolam bundar di depan kampus.
"So love me like you do, lo-lo-love me like you do
Love me like you do, lo-lo-love me like you do
Touch me like you do, to-to-touch me like you do........". Handphone Asya bergetar, nada deringnya memekik dari dalam tas selempangnya. Asya merogoh handphone yang berada di dalam tas dan mengambilnya. Nampak satu panggilan dari Chatrin sedang menunggu untuk diangkat.
"Halo... Chat....". Asya menjawab panggilan telepon Chatrin di sebrang sana.
"kamu dimana Sya....?". Cathrina bertanya pada Asya.
"Aku di kampus habis registrasi....". Asya menjawab santai.
"Maksudku kamu disebelah mana ???...". Chat meminta kejelasan dimana Asya berada.
"Aku.... ". Asya merasa heran dengan pertanyaan Chatrin yang menanyakan posisinya saat ini.
"aku lagi duduk... di dekat kolam bundar depan kampus.... ". Asya menjawab Chatrin kemudian. Masih tak mengerti maksud Chatrin.
""oke.... disitu aja ...". Ucap Chat yang kemudian menutup teleponnya.
Asya menurunkan handphone dari telinganya. ia masih bingung dengan ucapan Chatrin barusan. Ia menscrol layar handphonenya, melihat pesan-pesan yang masuk di aplikasi chatingnya.
"Sya....". Chatrin menghampiri Asya yang masih duduk di bangku taman.
"Lho kamu kapan kesini nya Chat...???". Asya tertenggun melihat Chat yang tiba-tiba datang.
"baru saja....". Chatrin menggambil duduk di samping Asya.
"kamu mau ngapain ke sini...???". Asya penasaran.
__ADS_1
"Aku mau registrasi lah...., emang mau ngapain lagi....". Chatrin menjawab enteng.
"Kamu kuliah di sini juga....???". Asya tak menyangka, ternyata Chat juga kuliah di universitas yang sama dengannya.
"Iya Sya...., aku juga kuliah di sini, papaku yang minta aku tetep kuliah di Indo... ". Chat baru bercerita jika ia akan melanjutkan kuliahnya di UI sama dengan dirinya. Memang beberapa saat yang lalu Asya tidak punya banyak waktu bersama Chat, sehingga ia melewatkan banyak cerita tentang Chat.
"Tadi aku nyusul kamu ke rumahmu...
tapi kata mama kamu, kamu berangkat pagi-pagi....
dari tadi malam kamu di telpon juga ga diangkat....
padahal pinginnya barengan....". ucap Chatrin, sambil mencebikkan bibirnya karna kesal ditinggal Asya berangkat terlebih dahulu.
"iya.... Sorry.... aku ga tahu kalau kamu kuliah di sini juga.... lagian tadi malam aku tidur lebih awal.....". Asya beralasan.
Sebenarnya tadi malam Asya malas keluar kamar, ia juga tidak ingin pergi bekerja. Tubuhnya terasa lemas, belum lagi perasaannya yang tak tentu dengan semua rasa sedih yang di pendamnya selama ini datang begitu saja, mencairkan air matanya yang tak kunjung reda.
.........
~Hansel POV ~
Di Hari yang sama Antonio Hansel Wijaya juga mulai memasuki kampusnya barunya. Jauh dari Asya.
Hansel melanjutkan pendidikannya di Harvard university, cambradge, Amerika.
Salah satu universitas di Amerika Serikat ini merupakan universitas bergengsi yang dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di dunia. Tidak sedikit orang yang bermimpi untuk menjadi salah satu lulusan Harvard University, beberapa bahkan sangat berambisi untuk menjadi salah satu pelajar luar biasa yang dapat menempuh pendidikan di universitas ini.
Harvard University adalah salah satu universitas riset swasta yang berlokasi di Cambridge, Massachusetts. Berdiri pada tahun, 1636, Harvard University merupakan institusi pendidikan tinggi tertua di Amerika dan juga termasuk salah satu yang tertua di dunia. Ada sekitar 50 program sarjana, 134 program pascasarjana, serta 32 program profesional yang ditawarkan di Harvard University.
Alumni universitas ini termasuk 8 orang presiden Amerika Serikat dan 188 miliuner yang masih hidup. Selain itu, sebanyak 160 pemenang nobel, 18 pemenang Fields Medal dan banyak lainnya telah berafiliasi dengan Harvard University baik sebagai mahasiswa, pengajar atau peneliti. Salah satu alumni paling terkenal dari universitas ini
Sekolah Pemberi Gelar
Harvard memiliki 12 sekolah yang menawarkan program-program gelar mulai dari sarjana, pascasarjana, dan profesional. Berikut adalah sekolah-sekolah tersebut:
• Harvard Business School
• Harvard College
• Harvard School of Dental Medicine
• Harvard Divinity School
• Harvard Faculty of Arts and Sciences
• Harvard Graduate School of Design
• Harvard Graduate School of Education
__ADS_1
• Harvard Graduate School of Arts & Sciences
• Harvard John A. Paulson School of Engineering and Applied Sciences
• Harvard Kennedy School
• Harvard Law School
• Harvard Medical School
Dari sekian banyak jurusan yang menjanjikan, Keluarga Hansel adalah lulusan dari jurusan Harvard Bussiness School.
Harvard Business School ( HBS ) adalah lulusan sekolah bisnis dari Harvard University di Boston , Massachusetts . Itu secara konsisten diperingkatkan di antara sekolah bisnis terbaik di dunia dan menawarkan program MBA penuh waktu yang besar, program doktor terkait manajemen, dan banyak program pendidikan eksekutif. Ia memiliki Harvard Business Publishing , yang menerbitkan buku bisnis, artikel kepemimpinan, studi kasus , dan Harvard Business Review bulanan.
Kampus ini adalah salah satu kampus favorit, hampir ada orang yang berasal dari setiap negara dari seluruh penjuru dunia ada di sana.
Hansel berbaur dengan teman-teman barunya di Harvard. Saat ini kampusnya memang tengah ramai mahasiswa, karna sudah mulai perkuliahan, sedikit berbeda dengan Asya yang berada di Indonesia yang baru akan masuk masa ospek.
Hansel selalu banyak berdiam diri diantara teman-temannya yang selalu ramai, ia hanya sesekali memperhatikan teman-temannya yang sedang mengobrol dan bercanda, ia juga hanya akan melemparkan senyum kecil sekedar untuk menghormati teman-temannya.
Ada guratan kecemasan dan juga kerinduan di hatinya. Siapa lagi yang dirindukannya jika bukan gadis tomboy yang selalu mengusik kesehariannya beberapa tahun ini.
"Hai... gadis bod**..., apa yang sedang kau lakukan saat ini....". Hansel membuka smartphone nya, tersenyum simpul melihat foto yang dijadikan wallpaper di HPnya. Foto Asya yang saat kegiatan Outing Class ke Mojokerto 2 tahun lalu.
Hansel menumpahkan rasa rindunya dengan melihat foto-foto Asya yang ia simpan di galerinya. Selama ini Hans sering mengambil foto Asya diam-diam.
"Bersabarlah... aku akan cepat menyelesaikan pendidikan ku di sini, dan aku akan pulang membantu mu mengambil semua milikmu....". Hansel berjanji pada dirinya sendiri.
.......
.......
.......
...~ Next Episode ~...
.........
Terimakasih sudah berkunjung 🙏
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
💯🌹☕✍️💥👍
Salam sayang dari Author amatiran 🤭
.........
__ADS_1