Mentari Pagi Itu

Mentari Pagi Itu
The Delmonte


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 12.30.


Sepulang Cathrin dari rumah Asya, Ia melanjutkan beraktivitas sebelum bersiap untuk bekerja.


Asya sudah sampai di depan toko kue, tepat pukul 13.00. Perjalanan dari rumahnya ke toko kue memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit. Cukup memakan waktu, karna Asya harus naik angkot untuk pergi bekerja.


Asya berdiri di depan toko kue. Ia memandang Papan nama yang mengukirkan "The Delmonte".


Asya tersenyum memandang papan nama itu, dan membawanya melayang pada ingatannya setahun lalu.


Yaa... Sudah setahun Asya bekerja di toko kue Bu Arum. Wanita 45 tahun seorang ahli kue ternama di Ibu Kota.


Waktu itu Bu Arum baru membuka cabang kue roti ketiganya di Jakarta.


Asya yang baru pulang dari mendaftar sekolah, berhenti di depan toko karna mencium wangi roti yang sedang di panggang.


Saat itu Bu Arum melihat Asya berdiri memandangi tokonya dengan senyum yang tergambar di wajah mungilnya, namun matanya memandang nanar jauh ke dalam angannya.


Asya ingat betul dulu ayahnya selalu membawakan roti kesukaannya dari toko roti yang terkenal memiliki rasa roti terlezat di kota ini.


Setiap kali hari ulang tahun Asya, pasti akan ada banyak kue dari toko roti ini.


Tapi saat ini, Asya tak pernah lagi merasakan enaknya kue buatan toko roti The Delmonte.


Bu Arum berjalan menghampiri Asya yang masih setia berdiri di depan toko.


"Ada yang bisa saya bantu nona manis...". Tanya Bu Arum dengan menampilkan senyum tercantiknya.



" Ohhh.... maaf, trimakasih Bu..., saya hanya mengagumi Aroma roti dari toko ini...". Jawab Asya terbata karna terkejut dengan kehadiran Bu Arum.


"OOO benarkah..., trimakasih sekali anak manis...". Ucap Bu Arum merasa tersanjung.


"Kalau begitu, mari masuk kedalam, mencicipi roti buatan ibu...". Ajak Bu Arum.


"Trimakasih Bu..., saya akan pulang saja...". Tolak Asya karna ia tidak mempunyai uang.


jangankan untuk membeli kue, datang dan pulang ke sekolahnya saja ia berjalan kaki, karna tidak memiliki uang saku.


Mendengar penolakan Asya, Bu Arum hanya tersenyum manis.


"OOO iya Bu, apakah ibu pemilik toko kue ini ??". Tanya Asya menyakinkan dirinya, karna ia ingat pernah bertemu Bu Arum di Pesta ulang tahun Ayahnya.


Wanita cantik yang berdiri dihadapannya hanya menjawab dengan senyum dan anggukan kecil pada Asya


"Apakah Toko ini baru buka di wilayah ini ?? ". tanya Asya semenit kemudian.


"Benar sekali, Toko ini baru buka tiga bulan yang lalu nak...". jawab Bu Arum.


"apakah ibu tidak memerlukan pegawai atau penjaga toko ??, jika memang ada, saya bisa membantu pekerjaan ibu, saya anak yang pekerja keras Bu....". Tanya Asya bersemangat.


"Kamu ingin bekerja nak ???". Tanya Bu Arum tidak percaya.

__ADS_1


"bukankah anak seusiamu seharusnya masih belajar disekolah ???". Tanyanya lagi sebelum Asya menjawab


"Memang Asya akan sekolah Bu, tapi Asya membutuhkan pekerjaan agar Asya bisa membiayai sekolah Asya sendiri...". terang Asya pada Bu Arum yang menunggu jawaban Asya.


"Kenapa harus bekerja nak ??, bukankah ada orang tua yang membiayai kamu...??, apakah kamu tidak punya orang tua". Tanya Bu Arum penasaran.


"Asya punya mama Bu, tapi ayah Asya sudah meninggal setahun lalu, karna itu Asya harus membantu mama, agar Asya tetap bisa bersekolah...". jawab Asya dengan polosnya.


Sejenak Bu Arum berfikir.


"hemmmm....". Gumam Bu Arum merasa iba kepada Asya.


"baiklah, kamu boleh bekerja disini. Tapi kamu harus tetap bersekolah. Setelah pulang sekolah, kamu boleh membantu ibu di toko kue ini...". Jawab Bu Arum memberikan kesempatan pada Asya.


"benarkah Bu ??, Asya boleh bekerja disini ?..". Asya tak percaya jika dirinya bisa bekerja paruh waktu di toko kue kesukaannya itu.


Mulai dari saat itu, Asya selalu datang ke toko Kue The Delmonte setelah pulang dari sekolah.


Asya selalu membawa baju ganti di tasnya, agar tidak perlu bolak-balik ketika akan bekerja. Mengingat jarak rumah dan toko kue ini lumayan jauh.


Asya memasuki toko dengan senyum merekah. menyapa setiap teman kerjanya.


Usia Asya paling muda diantara para pegawai Bu Arum. Rata-rata dari pegawai toko sudah tamat dari Sekolah Menengah Atas. Bahkan ada yang sudah lulus S1 Manajemen yang bekerja sebagai manajer toko ini. Dia adalah Farah, keponakan dari Bu arum.


Hanya Asya yang bekerja paruh waktu di The Delmonte, itupun berkat kebaikan Bu Arum yang mempercayai Asya ketika pertama kali bertemu.



Sebelum bersiap menerima pesanan, Asya mengganti bajunya terlebih dahulu. Rambutnya diikat ekor kuda, ditutup dengan topi putih khas toko kue. Memakai kemeja putih bermotif kotak merah dan berlogo The Delmonte di dada bagian kirinya. Sedangkan kemeja bagian kanannya bertengger name tag bertuliskan namanya "Asyakira Azkara".


"Selamat siang Sya....". Jawab ayu tak kalah ramah.


"Bagaimana Study Tourmu ke Jawa..??". Tanya Ayu antusias.


"Capek kak, tapi seneng... Tau ga di sana indah banget dan bangunannya sungguh menakjubkan". Asya mulai bercerita tentang pengalamannya mengunjungi candi Tikus.


Tentu saja ia menceritakan semua hal yang ia tahu dari sana, membagi semua pengalaman selama perjalanan, terkecuali cerita tentang Chatrin.


"waaahhh... seru ya Sya ..., aku jadi pengen kesana deh...! ". Tutur Ayu menanggapi cerita Asya.


"Ayo kak kapan-kapan kita Study tour sendiri yachh....". Jawab Asya terkekeh.


Asya memberikan harapan palsu pada Ayu. Mana mungkin pikirnya...


Karna bekerja adalah hal terpenting bagi dua gadis ini. Mereka sama-sama kesulitan dalam perekonomian. Ayu juga menjadi tulang punggung di keluarganya.


Ayu memang tidak pernah Study Tour karna ia mengambil jurusan akutansi semasa sekolah. Sedangkan sekarang, ia harus lebih giat bekerja agar kedua adiknya bisa melanjutkan sekolah.


Asya dan Ayu kembali Fokus bekerja. Ayu bergegas menata Kue yang baru saja matang di etalase kue.


Aroma kue itu menyeruak lezat menari-nari di Indra penciuman Asya. Aroma karamel yang kuat membuat Asya tahu bahwa itu adalah kue stroberi karamel yang saat ini sedang banyak digandrungi para pelanggan. Sedangkan Asya sibuk mengelap meja dengan desinfektan setelah ada seorang pelanggan yang baru saja meninggalkan toko kue ini, setelah menikmati sepiring Cake. Tak lupa ia merapikan kembali kursi-kursi tempat duduk pelanggan agar tetap rapi ketika ada pelanggan baru datang.


"Selamat Datang.... ". Sapa Asya kepada pelanggan yang baru saja masuk ke The Delmonte.

__ADS_1


"Selamat siang mbak...". Jawab pelanggan dengan ramah.


"Apakah ada yang bisa saya bantu Nyonya...".


Tanya Asya dibarengi dengan senyum manis menyambut pelanggan pertamanya hari ini.


"Saya mau Satu Kue Coklat dan juga Stroberi Karamel... ". Pinta Wanita yang terlihat cantik dan berkelas pada Asya.


"Baik nyonya, akan segera kami siapkan..". jawab Asya ramah.


Segera Asya dan Ayu mengemas pesanan Wanita tersebut.


Asya menoleh mencari pelanggan wanita yang baru saja memesan kue. Namun ia tak mendapatinya di depan meja kasir.


Asya memutar wajahnya ke kanan dan ke kiri, mencari-cari wanita paruh baya tersebut.


Senyumnya kembali mengembang, Ketika melihat wanita paruh baya yang memesan dua kotak kue itu terlihat kembali memasuki toko dengan seseorang dibelakangnya.


"silahkan nyonya...". Asya menyerahkan Satu kotak kue coklat kepada wanita paruh baya.


"ini satu lagi nyonya...". Imbuh Asya setelah wanita paruh baya itu menerima kue coklat dari tangan Asya.


"Hans..., ambil tu....". ucap pembeli wanita paruh baya itu kepada anak laki-lakinya.


Asya terdiam, melihat seseorang yang akan menerima satu kotak kue stroberi karamel adalah Hans, teman sekelas Asya yang duduk di bangku sebelahnya. Ternyata adalah putra dari wanita paruh baya yang cantik ini.


"Sya...". Panggil Ayu sambil menyenggol lengan Asya dengan tangganya.


"ooohhh... iya silahkan kak....". Kata Asya reflek.


Hans tak kalah terkejut melihat Asya mengenakan seragam pelayan The Delmonte. ia meyakinkan bahwa itu adalah seragam Asya dengan melirik name tag Asya di dada sebelah kanan Asya.


Seperti biasanya Hans hanya diam membisu.


tak sepatah katapun terucap dari bibir Hans. Apa lagi menyapa Asya.


Asya memasang senyum diwajahnya lagi meski tak berbalas.


.......


.......


.......


.......


.......


...~ next part ~...


Terimakasih sudah berkunjung 🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 💥

__ADS_1


salam sayang dari Author amatiran 😘✍️👍


.........


__ADS_2