Mentari Pagi Itu

Mentari Pagi Itu
Gejolak Diri


__ADS_3

Kegiatan Outing Class SMA Harapan Bangsa jurusan IPS yang mengobservasi situs peninggalan kerajaan Majapahit, bertempat di Jalan Raya Trowulan Mojokerto itu telah usai dilaksanakan.



Gambaran candi yang indah, yang dibangun pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit di dukuh Dinuk desa Temon kecamatan Trowulan itu masih sangat melekat di benak Arsya.


Kini Asya tahu, mengapa dimakan candi tikus, padahal itu adalah sebuah kolam mandi.


Pertanyaan yang selama ini selalu ada dipikiran Asya saat belajar tentang sejarah.


Asya memang sedari kecil menyukai hal-hal berbau sejarah.


Kini ia tertarik dengan pelajaran sejarah di sekolahnya, yang membuatnya ingin menerawang kehidupan manusia pada jaman kerajaan.


Menurutnya, peninggalan-peninggalan sejarah di Indonesia adalah salah satu keajaiban dunia. Kehidupan Masyarakat Indonesia sudah terkenal memiliki budaya yang tinggi sejak jaman dulu. Hal ini selalu membuat Asya penasaran.


Apalagi belakangan ini pak Darwin menerangkan tentang candi tikus. Ia berfikir apa bentuk candinya seperti tikus ??? biasanya orang akan menamakan sebuah situs seperti bentuknya atau nama daerahnya.


Menurut para arkeolog, dinamakan candi tikus karna candi itu dapat ditemukan berkat para tikus yang membuat istana di situs Patirtan itu.


Sungguh ironi pikirnya....


kenapa tidak dinamakan saja kolam seribu Dewi....


Tentu saja tidak, mungkin orang-orang menamainya candi tikus untuk mengenang peristiwa rusaknya panen warga akibat ulah ribuan tikus yang bersembunyi bak putri cantik di dalam Patirtan.


karna itu Mayarakat menamainya Candi Tikus.


.........


Hari ini mengajarkan banyak hal bagi Asya, tidak percuma ia melancong dari ibu kota menuju kota yang digadang-gadang adalah pusat kekuasaan kerajaan Jawa waktu itu. Apalagi ada kejadian yang tak disangka-sangka olehnya, sungguh pelajaran yang teramat dalam diresapinya.


Sesaat yang lalu dunianya seperti sedang jungkir balik dengan kemajuan jaman yang katanya jaman semakin maju tapi moral semakin mundur.


"ooohhh... inikah kenyataannya...". Batin Asya mengingat tingkah Chat padanya selama ini.


Matahari sudah merangkak ke ufuk barat. Menandakan hari akan berganti gelap.


Sudah cukup Asya dan teman-temannya menikmati keindahan Candi Tikus yang merupakan Patirtan atau tempat mandi para putri kerajaan majapahit.


Meski ingin berlama-lama di sana, tak mungkin bagi Asya untuk tinggal. Hari yang seharusnya menyenangkan, tak lagi seceria angannya. Cukup sudah kejadian hari ini memukul keras hati dan pikirannya.


Untung saja, Dino dan teman-teman yang lain mencairkan suasana hati Asya, sehingga tidak terlalu buruk perjalanan yang dilaluinya.


Asya dan teman-temannya kembali menaiki Bus Study Tour yang tadi ditumpanginya menuju tempat ini.

__ADS_1


Bus dengan kapasitas 60 kursi siap mengantarkan Asya kembali ke Ibu Kota.


Kaki Asya menapaki tangga masuk Bus.


Ia masuk dengan gontai mengingat Ia akan kembali duduk dengan Chatrin.


Tentu saja, banyak pikiran aneh dan berkecamuk dibenak Asya. Namun tak ada pilihan lain, Asya tetap mengambil kursi duduk di sebelah Chatrin. Ia masih sangat menghargai Chatrin meski tak dipungkiri ada rasa jijik yang menyeruak dihatinya.


“Syaa....”. panggil Chat karena terkejut Asya kembali duduk disampingnya.


“Emmmmmm.......”. Jawab Asya dengan nada dingin.


"Sya... maafin aku". cicit Chatrin.


Melihat sikap dingin dan cuek Asya, Chat mengurungkan niatnya untuk melanjutkan berbicara dengan Asya.


Asya masih merasa shock dengan pernyataan Chat, Asya memilih diam sejenak, meluruhkan emosinya. Dari pada Ia harus berkata kasar pada Chat yang dianggapnya sudah salah jalan.


Asya langsung menutup wajahnya dengan topi yang ia kenakan, ia berpura-pura tidur untuk menghindari pembicaraan dengan Chat.


sedang Chat hanya bisa pasrah dengan beribu penyesalan dihatinya.


“Sya..., Kamu mau makan ga ?”. Tanya Dino yang duduk di kursi samping Asya, bersebelahan dengan Hans, dan Davin Menawarkan sekotak nasi Goreng yang Ia beli cafe tempat parkir Bus.


Mendengar tawaran Dino, Asya hanya mengangkat tangan kirinya, menandakan tidak. Seketika Chat memalingkan wajahnya menghadap jendela setelah melihat tingkah Asya yang enggan untuk membuka percakapan dengan siapapun.


"Chat kenapa sih .....". Tanya Dino dengan menggerakkan alisnya naik turun dihadapan Chat.


Chat yang tak tau harus menjawab apa hanya bisa diam mengunci bibirnya sambil menggelengkan kepalanya, tanda ia tak tau apa yang terjadi pada Asya teman sekelasnya itu.


“Lagi PMS kali...”. Balas Davin sambil terkekeh.


“Hus.... Lu tu klo ngomong Vin, Orang ganteng kok dibilang PMS, kagak ada potongan cewek mana bisa bulanan”. Imbuh Dino sambil terkekeh mengejek Asya yang memang dianggapnya tomboy.


Sedangkan Hans yang duduk tepat di pinggir kaca di sebrang tempat duduk Asya hanya menoleh mendengar teman-temannya sedang meledek Asya yang sama sekali tidak bergeming dengan candaan teman-temannya.


Sesekali Hans memperhatikan Asya yang menutup wajahnya dengan topi dan menyilangkan lengannya didepan dadanya.


Hans yakin Asya tidak tidur.


Asya hanya berusaha menghindar dari percakapan, entah dengan siapa.


Sedetik kemudian Hans kembali memandangi jalanan yang dilaluinya dari dalam kaca Bus.


Bus melaju dengan kecepatan tinggi, membelah jalanan menuju ibu kota yang sudah lengang. Karena waktu memang sudah malam.

__ADS_1


Semua penumpang di dalam Bus sudah tertidur, menyisahkan Pak supir dan kondektur Bus yang setia menemani pak Supir.


Pak Bayu, guru pendamping kelas Asya pun tak luput dari rasa kantuk, setelah seharian berjibaku dengan karya indah nenek moyang yang tak ternilai harganya itu.


Kegiatan Outing Class setahun sekali ini memang kegiatan yang melelahkan, namun juga kegiatan yang paling ditunggu-tunggu, karna para siswa bisa langsung mengunjungi situs-situs sejarah sesuai dengan bidang di jurusan mereka, tidak hanya belajar dari buku tebal bergambar di sekolah.


Perjalanan dari Mojokerto ke ibu kota memang memakan waktu yang lama. Setelah Kurang lebih 9 jam 30 menit Bus melakukan perjalanan, akhirnya rombongan Study Tour itu telah sampai di halaman sekolah tepat pada pukul 6.00 WIB.


Asya yang terlelap tidur, perlahan membuka matanya setelah perjalanan jauh yang Ia lalui. Asya mengangkat kedua tangannya untuk merenggangkan badannya yang terasa remuk redam setelah menempuh perjalanan jauh.


"uahhhhhhh......". Asya menguap sambil merenggangkan ototnya.


"woy... bau jigong Sya... belum sikat gigi juga...". Protes Dino yang duduk tepat diseberang Asya.


"Bodo amat.... ". Balas Asya.


Asya berdiri mengambil barang bawaannya di rak atas tempat duduk. Kemudian Ia merapikan sisa-sisa makanan yang ada di sekitar tempat duduknya, memasukan sampah pada kantong plastik, dan membawa turun sampah-sampah itu bersama dengannya . Yahh... Begitulah Asya, dimana saja dia berada selalu berusaha menjaga kebersihan, tapi tidak menjaga kerapian dirinya sebagai seorang remaja putri.


Perlahan Asya menapakkan kaki menyusuri jalan keluar dari Bus dengan hati-hati, karna masih banyak teman-temannya yang sedang membereskan barang bawaan mereka.


Diantara teman-temannya banyak yang membeli oleh-oleh yang dijual di toko oleh-oleh di sekitar situs Patirtan untuk keluarga dirumah. Tapi Asya pulang dengan tangan kosong, karna baginya uang yang dianggap temannya hanya beberapa ratus ribu, namun sangatlah berarti bagi keluarganya.


Arsya tersenyum lebar, memandangi gedung sekolah yang dicintainya. Susah payah Ia bersekolah untuk sekedar melanjutkan SMA, karna pada waktu itu Ayah Asya sama sekali tidak memiliki uang untuk menyekolahkan Asya.


Untung saja Ada pak Hariyono, Ketua yayasan Sekolahnya yang juga sahabat ayah Asya.


Pak Hariyono tahu Asya anak yang berprestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sayang sekali jika Ia tak melanjutkan sekolah sampai SMA.


Dibantu dengan koneksi pak Hariyono Asya dapat melanjutkan Sekolah dengan beasiswa prestasi.


.......


.......


.......


.......


.......


...~ next part ya... ~...


.........


terimakasih sudah berkunjung 🙏☺️

__ADS_1


jangan lupa dukung author terus yaaaccchhh


salam dari outhor amatiran 😘✍️💯🌹


__ADS_2