Mentari Pagi Itu

Mentari Pagi Itu
Pengusaha Muda


__ADS_3

Siang ini di gedung Wijaya Corp sedang banyak aktivitas yang dilakukan oleh para pegawai dan staf kantor. Gedung setinggi 30 lantai itu Kokoh berdiri ditengah hiruk pikuk kota new York.



Seorang Direktur utama Wijaya Corp tengah meneliti berkas-berkas dari proyek baru yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan kedepan. Nampak kemewahan dari ruang kerjanya, gaya klasik menjadi desain interior ruangan pengusaha muda itu.


Pilihan warna coklat dan putih pada furniture nya memberikan kesan tegas dan juga luwes dari pemilik kantor tersebut.


Beberapa fasilitas mewah dan juga tempat istirahat pribadi juga dipersiapkan di dalamnya sebagai tempat merebahkan diri, disela penat bekerja, mengingat sang direktur utama yang pekerja keras itu jarang sekali pulang kerumah. Ia lebih sering menghabiskan waktunya di kantor, bekerja keras meneruskan kerajaan bisnis keluarganya.



Ya..... Direktur utama yang menjabat diusia yang masih muda itu adalah Antonio Hansel Wijaya, putra satu-satunya dari keluarga Wijaya.


Setelah menyelesaikan pendidikan S2 nya di Harvard University, Hansel melanjutkan kepemimpinan Ayahnya di Wijaya Corp. Sudah setahun ini ia menjabat sebagai Direktur utama.


Bukan karna Hansel putra dari CEO Wijaya Corp, namun karena Antonio Hansel Wijaya rupanya menuruni kejeniusan ayahnya dalam mengelola perusahaan. Dalam masa jabatannya yang baru sebentar itu, ia mampu menangani berbagai proyek besar yang sedang dijalankan oleh perusahaan ayahnya.



Hansel sedang menikmati pemandangan langit New York disiang hari. Cuaca di New York saat ini sedang panas, meski demikian, langit cerah yang terhampar mampu mengobati rasa gerah dengan hiasan awan putih yang menggantung bisa menurunkan rasa panas karna temperatur udara yang tinggi.


"Tok... tok...tok.....". Terdengar Pintu ruang kantor Hansel diketuk dari luar.


"Please come in.....(silahkan masuk)". Hansel mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintunya masuk ke dalam ruangannya.


"Good Afternoon Sir....you will have a meeting this afternoon.... (Selamat siang tuan.... Anda akan ada pertemuan siang ini....)". Seorang Pria tak kalah tampan dari Hans masuk keruang kerja Hans, badannya yang tinggi berdiri tegap menghadap ke arah Hans, lalu ia menyampaikan jadwal kegiatan yang harus Hans lakukan saat itu.


"ok.... i will go to the meeting, where is the meeting held Steve ?....


(baik.... aku akan pergi ke pertemuan itu, dimana pertemuannya diadakan Steve ?....)". Hansel bertanya pada Steve, Pria yang menjadi asisten pribadinya sejak ia belajar menjalankan perusahaan ayahnya.


"The meeting will be held at Eleven Madison Park, at 3 o'clock later...


(Pertemuan akan di lakukan di eleven Madison Park, pada pukul 3 nanti...)". Steve sang Asisten menyebutkan tempat pertemuan Hansel dengan kliennya, sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Oke.... ". Hans mengangguk.


" Steve... clear my schedule tonight, I'm going to meet my friends...


(kosongkan jadwalku nanti malam, aku akan pergi menemui teman-temanku...)". Hans meminta Steve mengatur jadwalnya sebelum Steve pergi dari ruangannya.


"Yes... sir...". Ucap Steve sambil membungkuk sebagai tanda mengerti.


.........


Pukul 14.45 menit


Hansel dan Steve tiba di Eleven Madison Park, Steve membawa beberapa berkas dan juga notes Kecil ditangannya.



Eleven Madison Park, merupakan restoran Amerika yang terletak di 11 Madison Avenue, di East 24th Street, di Distrik Flatiron Manhattan. Restoran yang memiliki peringkat ketiga diantara 50 restoran terbaik di dunia tahun 2016 dan 2017 ini, menawarkan delapan hingga sepuluh menu yang selalu berubah, mulai dari harga USD300. Jika ingin memesan anggur, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar USD175. Maka dari itu tempat yang spesial ini dipilih untuk menjamu Klien yang sangat penting bagi perusahaan Wijaya Corp.

__ADS_1


Dalam menjamu Klien, Hansel memang orang yang amat teliti, ia dapat mengetahui bagaimana sifat dari setiap kliennya, dan apa saja kesukaannya. Sehingga Hans bisa dengan mudah mendapatkan kontrak kerja sama dengan setiap kliennya.


Steve menunjukan jalan kepada Hansel menuju meja yang telah dipesan.


Seorang pelayan sudah berdiri di samping meja mengenakan celana hitam, baju putih dan rompi hitam serta kain putih, aksesoris khas pelayan restoran mewah bertengger di lengan kanannya, sedangkan tangan kirinya di sembunyikan dibalik punggungnya.


"Welcome sir... sit down please...


(Selamat datang Tuan.... silahkan duduk....)". Pelayan yang menunggu kedatangan Hansel membungkukkan badannya 45 derajat saat Hansel tiba di mejanya, lalu mempersilahkan Hansel duduk dengan membantunya menarik kursi yang akan diduduki Hansel.


"Thank you.... (terimakasih...)". Hans menoleh kearah pelayan dengan wajah ramahnya.


"Excuse me sir, would you like to drink something? Like coffee or tea...?


(permisi tuan, apakah anda ingin minum sessuatu ? Seperti kopi atau teh...?". Pelayan yang masih setia berdiri disamping Hansel bertanya dengan sopan.


"bring us two roy rongers special at eleven Madison Park, and we will order later... after our clients come....


(bawakan kami dua roy rongers khas eleven Madison Park, dan kami akan memesan nanti setelah klien kami datang....)". Steve memesan dua minuman khas musim panas di Amerika.


Di antara semua minuman campuran di dunia, hanya sedikit yang universal dan sederhana seperti Roy Rogers yang terkenal. Ini adalah minuman non-alkohol yang sedikit lebih dari sekadar menuangkan segelas cola tinggi dan ini adalah salah satu yang dapat dinikmati semua orang. Sebenarnya, sangat mudah, menyegarkan, dan enak


"Yes sir... I will bring it soon....


(Baik tuan... akan segera saya bawakan...". Pelayan itu mengangguk, mengerti dengan permintaan Steve.


Sesaat setelah itu pelayan itu undur diri dari meja Hansel, ia datang kembali dengan membawa 2 Gelas Roy Rongers, minuman yang di sukai oleh Hansel.


Ia menyesap minumannya, menikmatinya perlahan.



Seorang pelayan menghampiri meja dimana Hans duduk. Pelayan itu membawa serta dua orang bersamanya. Dia adalah Cristian Chole pengusaha properti yang berpusat di Amerika yang datang bersama asisten pribadinya.


"Good afternoon Mr Hansel....


(selamat siang tuan Hansel...)". Seorang pria berwajah kebarat-baratan tengah berdiri di hadapan Hansel dan mengulurkan tangannya mengajak berjabat tangan.


"oooh.. good afternoon Mr Cristian.... ". Hansel berdiri menyambut uluran tangan Klien bisnisnya yang baru saja datang.


"sit down please...


(silahkan duduk....)". Steve mempersilahkan duduk kepada Cristian dan Elly, wanita cantik dan seksi yang menjadi asisten pribadi sekaligus sekretaris Cristian.


"i'am sorry, i'am late....


(maafkan aku, aku terlambat...)". Cristian meminta maaf pada Hans atas keterlambatannya yang datang melebihi waktu yang dijanjikan. Meski hanya terlambat sepuluh menit, namun bagi para pengusaha itu adalah hal besar. Karna bagi mereka "Time is money".


"ohhh... no problem...


I can understand with your busy....".


(Ohhh... tidak masalah aku tahu dengan kesibukanmu... )". Hans merasa tak masalah.

__ADS_1


"how about we talk about our cooperation in apartment construction projects....".


(bagaimana kalau kita bahas tentang kerja sama kita dalam proyek pembangunan apartemen)". Cristian menyambut hangat kebesaran hati Hansel dengan membahas proyek kerjasamanya.


"alright I agree, but first let's order some food first....".


(baiklah aku setuju, tapi sebelumnya mari kita pesan makanan terlebih dahulu...)". Steve memanggil beberapa pelayan untuk datang kemejanya.


Dengan sigap para pelayan menyodorkan buku menunya. Hans mempersilahkan Cristian dan Elly untuk memilih menu makanan mereka, begitu juga dengan Hansel dan Steve yang ikut memesan menu favorit mereka.


Dua pelayan yang melayani di meja Hans meninggalkan meja Hans untuk menyiapkan makanan yang sudah mereka pesan.


Tak mau membuang waktu Hansel dan Cristian memulai pembicaraannya mengenai proyek baru mereka.


Elly terlihat cekatan menyiapkan berkas dan juga proposal yang diajukan Cris pada perusahaan Wijaya, begitu juga dengan Steve yang membantu Hans dalam pembahasan proyek mereka.


"I think there is no problem with this contract agreement, let's immediately realize this project cooperation....


I'm sure the result will be very satisfying....


you are a great young entrepreneur...."


(Aku rasa tidak ada masalah dengan kontrak perjanjian ini, mari segera kita wujudkan kerjasama proyek ini.


Aku yakin hasilnya akan sangat memuaskan...


Anda adalah pengusaha muda yang hebat...)". Cristian nampak puas dengan presentasi yang disampaikan oleh Hans dan juga Steve.


Cristian terpukau dan sangat tertarik dengan program kerja Hansel yang dianggapnya briliant.


"Thank you....". Ucap Hans tersenyum ramah.


"Well then, let's enjoy our meal first...


(kalau begitu, mari kita nikmati makanan kita dulu...)". Hansel mengajak Cris dan Elly untuk menikmati menu makanan yang sudah mereka pesan sebagai penutup pertemuan mereka siang ini.


.........


...~ Next episode ~...


.......


.......


.......


Trimakasih sudah berkunjung 🙏☺️


jangan lupa terus dukung author ya


☺️🙏👍☕🌹💯😮✍️😘


Salam sayang dari Author amatiran 🤭

__ADS_1


__ADS_2