
Ketika telah selesai meminta maaf, Dino dan Jajang kini melanjutkan lagi hukumannya.
Sementara Reyhan dan Zidan kini telah bertemu dengan bu Sinta dan menyimpan setumpuk buku tersebut di meja bu Sinta.
"Akhirnya sampai juga. Capek gak Rey." kata Zidan ketika telah menyimpan setumpuk buku tersebut.
"Lumayan." kata Reyhan menjawab ucapan Zidan dengan satu kata.
"Lumayan apa nih? banyak, sedang atau sedikit." kata Zidan memberikan pilihan pada Reyhan.
"Menurut lho gimana?" kata Reyhan malah balik bertanya pada Zidan.
"Yey, malah balik tanya lagi. Somplak..." kata Zidan membalas ucapan Reyhan.
"Somplak apaan Zid, gue ko baru denger." kata Reyhan yang aneh dengan ucapan terakhir Zidan, sehingga ia pun bertanya pada Zidan.
__ADS_1
Zidan yang mendengar pertanyaan Reyhan hanya bisa menghela napas karena ia salah bicara dengan Reyhan. Hingga ia pun harus menjelaskan ucapannya itu. Tapi, karena ia malas memberitahu, ia pun mulai menjawab ucapan Reyhan untuk mengalihkan pembicaraan.
"Huh... lain waktu aja ya, gue kasih tau nya. Udah lapar banget nih perut. Ke kantin Yuk." kata Zidan menjawab ucapan Reyhan.
"Yey, gue pengen tau nya juga sekarang. Ini malah di nanti - nanti kasih tau nya. Hem... lho duluan aja deh." kata Reyhan.
"Hehehe... gapapa nanti aja tau nya. Terus kalau gue duluan lho mau kemana?" kata Zidan sambil tersenyum.
"Kepo lho, suka - suka gue dong mau kemana juga. Lho gak perlu tau." kata Reyhan.
"Apaan sih lho Zid, mana ada gue temui cewe. Jangan ngaco deh." kata Reyhan yang tak terima dengan ucapan Zidan sehingga ia protes pada Zidan.
"Nggak ada yang tau kan, kalau ternyata beneran. Gue bisa - bisa ketinggalan info, itu kan nggak banget gitu. Masa temen sendiri udah berani temui cewe, gue temen nya gak tau. Bukannya itu aneh ya." kata Zidan.
"Ucapan lho udah makin ngaco. Udah sana lho ke kantin. Nih, gue kasih uang buat beli makanan sama minuman nya." kata Reyhan sambil memberikan uang pada Zidan.
__ADS_1
"Lho kira gue bisa di suap. Not, Rey gue gak semudah itu di suap." kata Zidan membalas ucapan Reyhan.
Reyhan yang tau sifat Zidan. Kini mulai mengambil dua lembar uang milik nya lagi setelah ia ambil satu lembar tadi saat akan di berikan pada Zidan. Namun, tak di terima oleh Zidan. Namun, berbeda dengan yang sekarang setelah ia tambahkan uang nya. Ia yakin Zidan pasti langsung terima uang tersebut.
"Nih Zid, yakin masih gak mau. Kalau gak mau gue masukin kantong gue lagi nih." kata Reyhan memberikan uang nya lagi setelah ia tambahkan pada Zidan sambil memberikan ancaman akan mengantungi uang nya lagi. Jika Zidan tak kunjung menerima uang yang ia berikan tersebut.
Zidan yang mendengar ucapan ancaman Reyhan tersebut langsung dengan cepat mengambil uang dari tangan Reyhan.
"Jangan gitu dong Rey, sukanya ngancem nih. Ya udah deh, gue ke kantin dulu ya. Mau beliin uang ini dulu. Lho yakin gak ikut Rey." kata Zidan setelah ia mengambil uang dari tangan Reyhan.
"Nggak ikut gue, ya udah sana beliin. Ntar kehabisan makanan sama minumannya." kata Reyhan.
"Oke, gue pergi ya." kata Zidan.
"Iya." kata Reyhan.
__ADS_1
Bersambung...