Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Bikin Resah


__ADS_3

Dua menit berlalu, Dino yang telah menyalin jawaban, kini kembali bertanya pada Zidan.


"Zid.. zid... gue nanya lagi dong." kata Dino memanggil Zidan.


Zidan yang sedang fokus mengerjakan tugas nya, tak mendengar sama sekali panggilan Dino tersebut pada dirinya.


Membuat Dino kembali memanggil Zidan untuk yang kedua kalinya.


"Zid... Zid... woi... Zid... gue nanya lagi nih. Jawab ngapa jangan pura - pura nggak denger, ntar gue..." kata Dino yang tak meneruskan ucapannya karena teman yang berada di belakang tubuhnya memarahi ia.


"Berisik Din, lho mau gue bilangin ke bu Sinta. Biar lho di hukum." kata Jajang teman yang memarahi Dino.


"Lah, lah ni bocah malah mau laporin gue lagi. Lho berani emangnya laporin gue. Terus lho mau laporin gue apaan ke bu Sinta." kata Dino menjawab ucapan Jajang.


"Lho ceritanya nantangin gue Din. Kalau gue nggak berani laporin lho." kata Jajang.

__ADS_1


"Nggak ko, gue nggak nantangin lho. Lho nya aja yang salah kira. Gue kan cuman tanya aja. Emangnya salah ya." kata Dino.


"Tanya kata lho Din. Itu tuh lho udah beneran nantangin gue, bukan sekedar tanya aja." kata Jajang dengan mengeraskan suaranya.


Sehingga percakapan antara mereka berdua pun di ketahui oleh bu Sinta.


Bu Sinta yang sedang duduk di depan sambil menunggu satu demi satu siswa ataupun siswi yang menghampiri nya untuk memberikan tugas.


Kini beralih melihat perdebatan di antara Dino dan Jajang.


"Dino, Jajang kalian berdua malah bicara terus dari tadi. Ibu perhatiin kalian malah nggak diem sama sekali. Kalian berdua mau ibu hukum." kata bu Sinta membuat semua siswa siswi yang sedang fokus mengerjakan tugas. Kini beralih menatap orang yang ibu Sinta sebut namanya.


"Kenapa ucapan ibu nggak kalian jawab?" kata bu Sinta pada Dino dan Jajang.


"Sementara barusan kalian berdua berbicara terus - menerus tanpa henti." kata bu Sinta lagi pada Dino dan Jajang.

__ADS_1


"Ma...af bu, sa...ya... salah." kata Jajang mulai menjawab ucapan bu Sinta dengan gugup karena takut melihat bu Sinta yang mulai terlihat sangat marah.


"I...ya... bu sa...ya... juga min...ta... maaf." kata Dino menjawab ucapan bu Sinta dengan gugup juga.


"Kalian berdua nggak liat, temen - temen kalian aja pada diem dan fokus ngerjain tugas yang ibu berikan. Tapi kalian malah berani - berani nya berdebat dan malah buat berisik seisi ruangan." kata bu Sinta.


"Hem... dan kalian berdua hanya bilang minta maaf aja." kata bu Sinta lagi.


"Maaf bu kami berdua memang salah dan kami juga siap menerima hukuman dari ibu." kata Jajang dengan berani menjawab ucapan bu Sinta. Bahkan ia pun tak meminta persetujuan dari Dino langsung berbicara seperti itu pada bu Sinta.


"Ini si Jajang malah bilang siap mau terima hukuman segala lagi. Ih... males banget gue kalau harus jalanin hukuman." kata Dino berbicara di dalam hatinya.


"Mana ini masih pagi lagi. Masa iya udah di hukum. Jang... jang... bikin resah aja sih." kata Dino lagi berbicara di dalam hatinya.


"Ini gara - gara lho Din, gue jadi terpaksa bilang kaya barusan ke bu Sinta. Dari pada ntar malah panjang di marahin nya. Gue langsung bilang gitu aja ke bu Sinta. Lho mau marah juga nggak masalah buat gue." kata Jajang di dalam hatinya.

__ADS_1


To be continued


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2