Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Tak Berseteru


__ADS_3

Percakapan di antara Dino dan Jajang kini telah selesai dengan sendirinya. Bahkan tak hanya itu, yang awalnya mereka terus berdebat kini malah saling dekat dan menyemangati satu sama lain.


Karena bisa di lihat mereka berdua yang saling rangkul, mulai berjalan ke lapangan untuk melakukan hukuman layak nya kawan dekat yang tak berseteru sama sekali.


Sementara di kelas, setelah mereka berdua pergi. Bu Sinta menasehati siswa siswi agar tak melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Dino dan Jajang jika mereka tak ingin di hukum seperti Dino dan Jajang.


Semua siswa siswi pun mendengar nasihat bu Sinta tersebut. Kemudian setelah itu mereka semua menjawab serempak ucapan bu Sinta.


"Buat kalian semua jangan sampai lakuin hal yang seperti mereka berdua. Kalau kalian lakuin seperti mereka siap - siap aja akan ibu hukum. Jadi kalian mengerti kan ucapan ibu ini." kata bu Sinta pada semua siswa siswi.


"Iya bu" kata ini lah sebagai jawaban serempak semua siswa siswi atas nasihat ibu Sinta.


"Ya sudah di lanjutin lagi kerjain tugasnya." kata bu Sinta lagi pada siswa siswi.


"Baik bu" kata siswa siswi secara serempak.


Siswa siswi lalu mulai mengerjakan kembali tugasnya dan bu Sinta pun mulai meredakan amarahnya dengan tingkah yang di lakukan Dino dan Jajang. Dengan kembali menunggu semua siswa siswi memberikan tugas mereka pada dirinya.


Zidan yang kembali fokus sempat kepikiran dengan Dino yang di hukum oleh bu Sinta.

__ADS_1


"Kasian juga si Din kena hukuman bu Sinta. Mana hukumannya nggak main - main lagi. lho si Din bisa - bisa nya malah berdebat sama si Jajang." kata Zidan di dalam pikirannya.


Kemudian setelah itu, Zidan mulai fokus mengerjakan tugasnya.


Beberapa menit kemudian satu persatu siswa siswi mulai menemui bu Sinta untuk memberikan tugas mereka.


Setelah semua siswa siswi mengumpulkan tugas mereka. Tak lama setelah itu, bel istirahat pun berbunyi.


Tet... Tet...


"Hem... berhubung jam istirahat sudah berbunyi. Kalian boleh keluar untuk istirahat. Kecuali Zidan sama Reyhan. Kalian berdua bisa bantu ibu kan, buat bantuin bawa buku tugas ini ke meja ibu yang ada di ruang guru." kata bu Sinta pada siswa siswi dan pada Zidan dan Reyhan.


"Bisa bi, kami bisa bantu ibu ko. Iya kan Rey." kata Zidan menjawab ucapan bu Sinta."


"Iya Zid bisa ko bu." kata Reyhan menjawab ucapan Zidan dan berkata juga pada bu Sinta.


"Ya udah ibu tunggu di ruangan guru ya. Ibu duluan." kata bu Sinta lalu melangkahkan kakinya meninggalkan kelas.


Zidan dan Reyhan kini mau membagi - bagi buku yang harus mereka bawa ke meja bu Sinta.

__ADS_1


"Nih Rey lho bawa segini dan gue bawa segini ya." kata Zidan memberikan buku pada Reyhan.


"Hem... iya." kata Reyhan sambil menerima buku dari Zidan.


"Oke berhubung lho udah terima bukunya. Yuk langsung aja kita bawa bukunya ke bu Sinta." kata Zidan.


"Oke" kata Reyhan hanya menjawab ucapan Zidan dengan singkat.


"Lho masih marah Rey" kata Zidan pada Reyhan.


"Gue nggak marah ko." kata Reyhan menjawab ucapan Zidan.


"Tapi kenapa jawaban lho dikit bener sih Rey jawab ucapan gue nya." kata Zidan yang protes dengan ucapan Reyhan terhadap dirinya.


"Ya terus gue harus jawab apa? itu kan memang seharusnya gue jawab ke lho kan." kata Reyhan menjawab ucapan Zidan.


To be continued


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2