
Baru saja Elmi akan menjawab ucapan Laras, tiba - tiba ayahnya Elmi memanggilnya.
"El, ayo sini. Ayah cari - cari kamu ternyata malah di situ." Kata ayahnya Elmi dari jarak yang cukup jauh.
"Eh ayah, Elmi kira belum datang. Maaf ya yah, Elmi malah buat ayah cariin Elmi." Kata Elmi menjawab ucapan ayahnya.
"Hem... iya gapapa, lagian ayah baru juga sih cari kamunya. Belum satu jam ko." Kata ayah menjawab ucapan Elmi.
"Hehehe... iya deh yah, kita mau pulang aja yah." Kata Elmi menjawab ucapan ayahnya.
"Iya, emang kamu mau kemana dulu." Kata ayah bertanya pada Elmi.
"Nggak kemana - kemana sih yah. Elmi hanya tanya aja, takutnya ayah mau mampir dulu ke suatu tempat." Kata Elmi menjawab ucapan ayahnya.
"Oh, ayah kira kamu mau kemana. Ya udah, ayo kita pulang." Kata ayah menjawab ucapan Elmi. Lalu ayah pun langsung mengajak Elmi pulang.
__ADS_1
Namun sebelum itu terjadi, ayah Elmi pun sempat melihat keberadaan Laras di samping Elmi. Karena tadi ia terlalu fokus berbicara pada putrinya ini.
Sehingga nyaris saja ayahnya Elmi tak menyadari akan keberadaan Laras. Beruntung hal itu tak sampai terjadi. Karena setelah ayah selesai bicara. Ia mulai bertanya mengenai Laras.
"Em... tunggu El, ini siapa? teman baru kamu?" Kata ayah bertanya pada Elmi sambil menunjuk Laras.
Dengan cepat Elmi pun langsung memberitahu ayah nya tentang Laras.
"Ah iya yah, Elmi sampai lupa. Nggak kenalin Laras sama ayah. Em... Ras, kenalin ini ayah aku. Ayah, ini Laras teman baru Elmi di sekolah ini. Iya kan Ras." Kata Elmi memperkenalkan ayah dan Laras secara bergantian.
"Pak, saya Laras teman baru Elmi." Kata Laras setelah selesai mencium punggung tangan ayahnya Elmi.
"Saya ayahnya Elmi. Oh iya, kamu di jemput juga kan?" Kata ayahnya Elmi menjawab ucapan Laras sambil bertanya pada Laras.
"Em... nggak pak, saya pulang sendiri." Kata Laras menjawab ucapan ayahnya Elmi.
__ADS_1
"Saya kira kamu di jemput juga atau mau sekalian aja bareng sama Elmi dan bapak. Kamu pulang kemana?" Kata ayahnya Elmi menjawab ucapan Laras.
Ada rasa hangat yang di rasakan Laras saat ayahnya Elmi menawarkan ia untuk pulang bersama.
Ya, karena selama ini jarang banget ada orang tua temannya yang ngajak bareng kaya gini. Bahkan nyaris tak pernah ada yang ajakin ia.
Bener - bener miris bukan, tapi itulah kenyataannya. Laras kadang suka iri melihat teman - teman lainnya yang begitu akrab sama orang tua teman nya.
Sementara dirinya hanya bisa mengenal sebatas kenal saja tanpa akrab berlebihan. Namun, saat ia kenal dengan Elmi saat itulah ia mulai merasakan hal berbeda seperti ini.
Hal yang tak pernah sering ia rasakan, kini mulai ia rasakan kembali. Apa ini anugrah karena bisa berteman dengan Elmi. Sehingga apa yang ia inginkan sedikit demi sedikit mulai ia rasakan.
Ya, itu memang benar adanya. Bahwa ini anugrah untuk Laras yang kesepian.
"Jadi pengen nangis deh gue. Ternyata gini rasanya di perlakukan yang sama. Kapan ya, mamah sama papah bisa sehangat ini sama teman gue. Ck... boro - boro buat gue aja jarang ada waktu. Em... tapi, ya sudah lah ini yang harus gue terima." Kata Laras yang malah sibuk berbicara di dalam hati nya.
__ADS_1
Bersambung...