
"What? gue sama si Roy suami istri? lo ngga salah apa Ar?" Kata Syiren yang terkejut.
"Hem... bener banget tuh Syi. Ar, lo ko bilang kita berdua suami istri. Gue masih bujang kali." Kata Roy menjawab ucapan Ar dan ia pun sama terkejut.
"Hahaha... canda kali Syi, Roy. Abisnya kalian berdua tuh mirip suami istri yang lagi bertengkar. Jadi ya sebagai hiburan aja sih. Hahaha... sorry... aduh gue kebanyakan ketawa nih. Sampai berair gini mata gue." Kata Ari menjawab ucapan Syiren dan Roy.
Selain itu, Ari pun mulai menghilangkan tetesan air matanya yang sempat keluar karena ia terlalu banyak tertawa.
"Makannya ketawa tuh sisain buat orang, jangan mau serakah sendiri. Jadi gini kan." Kata Syiren menjawab ucapan Ari.
"Hahaha... gue jadi ngga kuat kalau terus tahan tawa. Punya temen kaya kalian tuh udah di pastiin, pasti awet muda dan sakit rahang karena banyak ketawa." Kata Luna yang sedari tadi hanya menjadi penonton. Akhirnya mengeluarkan suaranya juga.
"Wah... Lun, lo parah abis nih." Kata Roy yang langsung menjawab ucapan Luna.
"Biasanya kan memang gini tau. Kalian semua tuh kocak abis dah. Udah yuk, lanjut di kantin aja. Ntar, ke buru masuk kelas lagi, kalau kelamaan bicara." Kata Luna menjawab ucapan Roy sambil mengajak mereka bertiga untuk pergi ke kantin.
"Hem... iya ih, Ayuk ke kantin. Perut gue udah meronta - ronta ingin di isi." Kata Syiren yang langsung setuju.
__ADS_1
"Hem... ya udah, ayo." Kata Ari akhirnya setuju.
"Gue mah ngikut aja dah." Kata Roy yang langsung setuju juga.
Sehingga saat ini, mereka berempat mulai melangkah kan kaki menuju kantin.
Sedangkan Reyhan yang menjadi pusat perhatian. Kini telah sampai ke tempat tujuannya yaitu perpustakaan.
Lagi dan lagi di perpustakaan pun ia tetap menjadi pusat perhatian. Sampai yang menjaga perpustakaan pun mulai geram karena mendengar bising di perpustakaan yang seharusnya sunyi.
"Baik pak, maafkan kami yang salah." Kata Reta mewakili semua siswa siswi yang berada di perpustakaan.
"Ya sudah lanjutkan lagi baca buku nya. Tapi, ingat jangan berisik." Kata pak Dewo petugas kampus.
"Baik pak." Kata Reta menjawab lagi ucapan pak Dewo.
Suasana pun kembali hening dan Reyhan yang mulai merasa tenang karena tak di bicarakan lagi.
__ADS_1
Kini sedang mencari buku yang menarik untuk ia baca.
"Buku apa ya, kira - kira yang hari ini gue baca?" Kata Rey bertanya pada dirinya sendiri.
"Em... gue cari dulu aja deh. Siapa tau kalau udah nyari ada yang ke cantol pengen gue baca. Kan gampang tinggal gue ambil, terus gue bawa. Setelah itu, gue duduk dan langsung membuka buku, lalu di baca deh bukunya." Kata Reyhan melanjutkan lagi ucapannya.
Di saat asyik - asyiknya mencari buku. Tiba - tiba Reyhan mulai tertarik dengan salah satu buku. Di ambilah buku tersebut dan saat ini telah berada dalam genggaman tangan.
Satu buku pun telah berada di tangan Reyhan saat ini. Ia kemudian mulai berkeliling lagi untuk mencari buku yang menarik.
Sampai tak terasa udah ada dua buku di tangannya saat ini.
Reyhan pun mulai memutuskan untuk mengambil satu buku lagi. Sehingga jumlah nya menjadi tiga buku.
Namun, saat ia telah menemukan buku yang di inginkan itu. Tiba - tiba ada tangan seseorang yang memegang buku itu juga.
Bersambung...
__ADS_1