Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Nggak Akan Habis


__ADS_3

"Huh... hah... huh... hah..." Inilah suara tarikan nafas yang di hirup dan di keluarkan lagi oleh Laras.


"Ras, santai aja kali. Nggak usah terlalu cepat kaya gitu tarik nafas dan mengeluarkan nafasnya. Lagian nggak akan habis ko." Kata Elmi malah menyindir Laras.


"Leganya, sekarang nafas aku udah kembali lagi. El, kamu peluk aku ko kenceng banget sih. Kan jadinya aku kesulitan bernafas. Untung aja kamu langsung melepas pelukannya. Kalau nggak nih, bisa - bisa aku mati karena kehabisan nafas." Kata Laras yang langsung menjawab ucapan Elmi.


"Sut... Ras, kamu kalau bicara itu harus di saring dulu. Masa iya karena di peluk dengan kencang kamu bisa mati. Ya, mungkin bisa aja sih. Kalau aku peluk kamu sambil menusukkan belati ke perut kamu. Nah, itu baru bisa." Kata Elmi menjawab ucapan Laras sambil memberikan perumpamaan.


"Itu juga kalau belatinya sampai nusuk ke organ paling dalam. Kalau hanya bagian lapisan kulit mah. Paling hanya ke gores kali El." Kata Laras yang malah memberikan jawaban seperti itu pada Elmi.


"Hey... kalian ini ko topik pembicaraan nya sampai bawa - bawa belati. Ngeri amat ayah dengernya." Kata ayahnya Elmi ikut dalam pembicaraan mereka berdua.


"Hehehe... maaf yah, biasa kita kalau bicara suka random. Jadi deh, malah bahas belati. Iya kan Ras, kita bicara suka kesana kemari menari dan tertawa. Hahaha... aku malah nyanyi lagi." Kata Elmi yang awalnya tersenyum. Namun di ujung pembicaraannya ia malah ketawa tak jelas.

__ADS_1


Hal ini membuat Laras dan ayahnya Elmi pun sampai mengerutkan alisnya karena melihat Elmi yang tertawa itu.


Bahkan sorot mata keduanya, setelah mengerutkan alis langsung tertuju pada Elmi yang masih tertawa keras.


Elmi Yang awalnya belum menyadari tatapan mereka berdua. Ia masih terus tertawa.


Namun, itu tak berlangsung lama saat Elmi menyadari akan tatapan keduanya.


Baik Laras ataupun ayahnya Elmi. Mereka berdua tak langsung menjawab ucapan Elmi. Karena yang mereka lakukan saat ini adalah saling tatap, lalu setelah itu menatap lagi ke arah Elmi.


"Ih... ko malah saling tatap gitu sih. Elmi kan tanya, harusnya kan di jawab. Sebel deh Elmi jadinya." Kata Elmi dengan cemberut.


"Abisnya kamu sih, malah asyik banget ketawa. Kita berdua kan jadinya terheran melihat tawa kamu itu." Kata ayahnya Elmi menjawab ucapan Elmi.

__ADS_1


"Abisnya Elmi nggak tahan yah, kalau nggak ngeluarin tawa kaya barusan. Jadi deh, Elmi langsung ketawa aja." Kata Elmi menjawab ucapan ayahnya.


"Aku sampai takut tau El, aku kira kamu kemasukkan apa. Sampai ketawa bisa sekeras itu, mana asyik banget ketawanya. Eh, tapi lebih ke serem sih." Kata Laras yang ikut menjawab ucapan Elmi.


"Ih... Ras, kamu tuh bicara nya suka ngawur deh. Mana ada kemasukan di siang bolong kaya gini." Kata Elmi yang langsung menjawab ucapan Laras.


"Ya, ada aja sih El. Kalau sesuatunya itu lagi kesiangan masukin tubuh kamu nya. Nggak menutup kemungkinan bukan." Kata Laras yang menjawab ucapan Elmi.


"Iya sih, tapi memang nya tuh sesuatu nggak malu apa, masukkin tubuh aku di siang hari." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.


"Kalau itu mah aku nggak tau El. Kamu tanyain aja ke sesuatu itu nya." Kata Laras yang langsung menjawab ucapan Elmi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2