
"Ck... dasar bego, lo tuh pura - pura nggak tau atau memang nggak tau, hah..." Kata Seli pada Laras.
"Ya ela, Sel. lo kenapa bilang gue bedo sih. Gini - gini juga gue tuh nggak sebego lo kali. Dasar idiot." Kata Laras yang tak mau kalah.
Tiba - tiba Seli pun langsung emosi jiwa saat Laras telah selesai mengeluarkan suaranya.
"Argh... dasar ya lo. Gue cakar juga tuh mulut. Argh..." Kata Seli yang langsung bersiap untuk mencakar mulut Laras.
Beruntung hal itu tak sempat di lakukan Seli, karena Elmi langsung menarik Laras agar menjauh dari jangkauan Seli.
"Hey... anak baru, lo jangan ikut - ikutan deh. Gue mau cakar tuh mulut lemes temen lo. Biar kapok." Kata Seli setelah Laras di tarik Elmi.
"Lo kira apa? kalau mau jadi jagoan, jangan di sini. Tuh, di jalan biar sekalian lo nabrakin diri lo di sana." Kata Elmi yang langsung menjawab asal ucapan Seli.
__ADS_1
"Ck... lo pikir gue anak jalanan apa? sampai harus ke jalan segala." Kata Seli dengan sewot.
"Anggap aja kaya gitu. Lo persis kaya berandalan. Bisanya main fisik." Kata Elmi yang semakin gencar mencerca Seli.
Laras yang melihat perdebatan Elmi yang tak kunjung berhenti pun. Kini mulai menarik Elmi untuk menjauhi Seli. Karena kalau tidak Laras takut Elmi malah menjadi bahan buly Seli di kemudian hari.
"El udah, ayo gue nggak kenapa - kenapa ko. Kita lebih baik pulang aja dari pada buang - buang tenaga hadapin tuh orang mending kita yang waras ngalah aja." Kata Laras setelah menarik Elmi untuk menjauh dari Seli.
"Eh... Ras, lo ko malah nyerah sih. Ntar, yang ada tuh orang terus ngelunjak. Udah, lo nggak usah takut gue bisa ko hadapin tuh orang." Kata Elmi yang langsung melepaskan diri dari genggaman tangan Laras untuk kembali menghampiri Seli.
"El, gue mohon lo jangan ke sana ya. Please, ini demi ketenangan lo di kemudian hari. Ya, kali ni aja, lo nurut sama gue." Kata Laras yang mencegah Elmi.
"Ck... lo nih, em... ya udah gue ngalah nurutin ucapan lo. Tapi, kalau lain kali terjadi hal seperti ini lagi. Lo janji nggak akan larang gue." Kata Elmi yang tak ada pilihan lagi selain menuruti Laras. Namun, tak lupa ia pun meminta janji pada Laras.
__ADS_1
"Iya, iya El gue setuju. Ya udah, yuk kita pulang. Bokap lo mungkin udah jemput lo." Kata Laras yang langsung setuju dan menarik tangan Elmi untuk menjauhi kerumunan teman - temannya.
"Hem... iya yuk. Tapi Ras, lo ko bisa tau bokap gue mau jemput gue. Seingat gue, gue nggak pernah kasih tau lo deh tadi." Kata Elmi yang terheran dengan ucapan Laras.
"Hehehe... gue tebak aja sih." Kata Laras yang langsung menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hem... gue kira lo beneran tau Ras, ternyata cuman tebak." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Gue kan bukan orang pintar maksudnya bukan peramal El. Masa iya, gue bisa langsung tau tanpa lo kasih tau." Kata Laras menjawab ucapan Elmi.
"Ca ela, Ras. Gue pikir lo beneran pintar, ternyata di luar dugaan gue." Kata Elmi menjawab ucapan Laras.
"Maksud lo, El?" Kata Laras yang kebingungan. Bahkan ia sangat menunggu Elmi segera memberitahu akan penyebab kebingungannya ini.
__ADS_1
Bersambung...