Menunggu Penantian Tanpa Batas

Menunggu Penantian Tanpa Batas
Langsung Panik


__ADS_3

Kalau tak ada Lusi yang menyenggol tubuh Reyhan. Mungkin saat ini Reyhan tetap terdiam tak bergerak sama sekali.


Bug...


"Ah... sorry, sorry... gue ngga sengaja." Kata Lusi yang langsung panik dan merasa bersalah karena telah menyenggol tubuh Reyhan.


"Iya gapapa, santai aja kali. Jangan panik gitu. Gue ngga akan marah ko, lagian lo ngga sengaja kan bukan sengaja nyenggolin tubuh lo." Kata Reyhan menjawab ucapan Lusi.


"I...ya sih, tapi gue tetep nggak enak aja. Apalagi di tatap sama banyak pasang mata kaya gini. Ah... makin nggak enak gue. Sorry ya sekali lagi." Kata Lusi yang masih tetap merasa bersalah.


"Iya, udah gue maafin ko. Eh iya, lo Lusi kan." Kata Reyhan menajwab ucapan Lusi.


"Lah ko lo tau nama gue sih. Gue aja ngga tau lo siapa?" Kata Lusi menjawab ucapan Reyhan.


"Yakin lo ngga kenal gue Lusi?" Kata Reyhan yang tak percaya mendengar penuturan Lusi yang mengatakan bahwa ia tak mengenal Reyhan.

__ADS_1


"Iya beneran, gue ngga kenal lo. Emang lo siapa?" Kata Lusi menjawab ucapan Reyhan.


"Mungkin lo lupa sama gue. Ya udah deh, semoga aja setelah gue kasih tau nama gue. Lo langsung inget gue lagi." Kata Reyhan menajwab ucapan Lusi.


"Emang lo siapa sih." Kata Lusi sambil mengerutkan halisnya. Pertanda bahwa iya merasa bingung.


"Ehem... kenalin gue Reyhan." Kata Reyhan yang berdehem sambil mengulurkan tangannya pada Lusi.


Ludi pun awalnya ragu untuk menjabat tangan Reyhan, namun karena tak enak Reyhan menunggu uluran tangannya untuk di sambut. Ia pun mulai menerima uluran tangan Reyhan.


"Iya gue Reyhan. Apa lo inget gue." Kata Reyhan menjawab ucapan Lusi.


"Udah." Kata Lusi menjawab ucapan Reyhan dengan singkat.


"Siapa gue?" Kata Reyhan mencoba mengetes Lusi.

__ADS_1


"Reyhan, emang kalau bukan Reyhan lo siapa. Barusan aja kan lo kasih tau gue kalau nam lo itu Reyhan. Nggak mungkin juga kan gue bilang kalau lo itu Edah. Kan ngga nyambung." Kata Lusi menjawab ucapan Reyhan sedikit menahan kesal.


"Gue kira lo udah kenal gue. Ternyata masih tau nama aja. Em... ya udah deh, gue pergi dulu ya. Dah... Lusi senang bisa ketemu kamu lagi." Kata Reyhan kemudian pergi meninggalkan Lusi.


"Idih... so kenal banget sih tuh si Reyhan. Emang sebelumnya gue udah ketemu tuh sama si Reyhan apa. Makin aneh, dasar cowo modus." Kata Lusi yang merasa ilfil.


Namun, tiba - tiba Lusi mengingat sesuatu mengenai nama Reyhan.


"Eh... bentar deh, tadi nama dia tuh Reyhan kan. Apa dia orang yang waktu MOS itu ya. Yang satu kelompok sama gue. Ah... kayanya iya deh, pantes aja dia bilang lo ngga kenal gue. Bego banget sih lo Lusi, masa lupa. Gimana dong, mana gue bersikap dingin lagi barusan. Ah... jadi ngga enak gue sama si Reyhan." Kata Lusi yang mulai mengingat Reyhan.


Bahkan karena saking paniknya, ia mulai mengeluarkan kebiasaannya itu. Yang selalu menggigit ujung kuku telunjuknya saat ia merasa panik. Seketika kebiasaan itu pun muncul dengan sendirinya.


"Ah... ngga enak banget gue. Aduh... sakit lagi. Gue gigit kuku gue terlalu kencang deh. Jadi sakit gini. Huh.. huh..." Kata Lusi yang sedang menggigit kuku, bahkan sampai membuat gigitan nya sakit. Dan saat ini ia juga langsung meniup kuku yang di gigit tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2